Sayang seribu sayang

January 22nd, 2008

Sayang,
Buku itu bagus
Aku jatuh cinta sejak saat pertama membuka halaman-halamannya.
Entah kebodohan apa yang merasukiku saat itu, aku tak segera membelinya.

menundanya
Hingga hari ini aku memutuskan untuk membawanya pulang setelah menukarnya dengan uang.
Tapi sayang, sayang seribu sayang..
Buku itu telah terjual habis dan menghilang
Tiga toko buku sudah kudatangi
tapi dengan tangan hampa aku kembali melangkah pergi
Sayang,
Tak dapatkah kau pahami?
Buku itu sarat arti..

*sebeeeeeeellllllllll…..bukunya ga ada lagiiiiiiiiiiiiiiiiiiii mana lupa nama pengarangnya pula*

Nothing last Forever

January 22nd, 2008

Special thanks to mpok Rince..

Nothing last forever

(Maroon 5)

It is so easy to see
Dysfunction between you and me
We must free up these tired souls
Before the sadness kills us both

I tried and tried to let you know
I love you but I’m letting go
It may not last but I don’t know
Just don’t know

If you don’t know
Then you can’t care
And you show up
But you’re not there
But I’m waiting
And you want to
Still afraid that I will desert you

Everyday
With every worthless word we get more far away
The distance between us makes it so hard to stay
But nothing lasts forever, but be honest babe
It hurts but it may be the only way

A bed that’s warm with memories
Can heal us temporarily
The misbehaving only makes
The ditch between us so damn deep

Built a wall around my heart
I’ll never let it fall apart
But strangely I wish secretly
It would fall down while I’m asleep

If you don’t know
Then you can’t care
And you show up
But you’re not there
But I’m waiting
And you want to
Still afraid that I will desert you, babe

Everyday
With every worthless word we get more far away
The distance between us makes it so hard to stay
But nothing lasts forever, but be honest babe
It hurts but it may be the only way

Though we have not hit the ground
Doesn’t mean we’re not still falling,
Oh I want so bad to pick you up
But you’re still too reluctant to accept my help
What a shame, I hope you find somewhere to place the blame
But until then the fact remains

Everyday
With every worthless word we get more far away
The distance between us makes you so hard to stay
Nothing lasts forever, but be honest babe
It hurts but it may be the only way

Everyday
With every worthless word we get more far away
The distance between us makes it so hard to stay
But nothing lasts forever, but be honest babe
It hurts but it may be the only way
….

To the one, whose soul captured mine very dearly

19 Januari

January 19th, 2008

19 Januari
Nafas pertamanya menghirup udara dunia
Saat itu tak sebersitpun ia mengira
bahwa dalam garis hidupnya
ia akan jadi belahan jwaku

Terima Kasih Mama
kau telah hantarkan suamiku tercinta melihat dunia

PS:Sayang,

Sudah berhari-hari aku mereka-reka kalimat yang menjadi duta hatiku untuk menandai hari lahirmu sayangku.
merombak, mengganti, dan menyingkat
semua embel-embel kata yang tak perlu memenuhi dan merusuhi "your beautiful mind".

Kuharap ucapan yang sudah kusampaikan dengan sederhana ini, dapat kau cerna, semudah kau menyelesaikan kalkulasi-kalkulasimu.

Yah, inilah aku, kata-kataku tak dapat berubah menjadi angka dan simbol simbol yang aku tak tahu.

Semoga kau mengerti
Bahwa di semua hurufnya sungguh mengandung makna dan….doa.

Pelita

January 15th, 2008

Pelita_persimpangan
psst dengar..
Pelita tua di persimpangan jalan itu bisa bicara

ia bercerita padamu
betapa inginnya ia bertangan dan berkaki
untuk memanjat tembok-tembok yang dikiranya menjulang kelangit

"…lalu
akan kusisiri benang-benang yang menggantung bintang dengan
jari-jariku, hingga ia bersinar lebih gemilang" bisiknya lembut

ini
pasti bukan sekedar perasaan penuh romantika picisan yang membuat
pelita bersimbah air di mata, walau tak pernah ada ungkapan kecewa
ku dengar bintang menjawab dengan suara yang serak
bahwa tak ada benang yang dapat disisiri dengan jari
bahwa ia adalah sekedar bintang jatuh
yang sebentar lagi akan menghempas bumi
dan tak akan bersinar lagi

PS:
untuk biyungku yg tak pernah berhenti bersinar jadi pelitaku
walau aku tak jua bisa jad bintangnya..

selamat lembur
maaf nanda tak bisa ikut membantumu
seperti cita yg pernah kita gantungkan di langit dulu

Nasib Perokok Pasif..

January 14th, 2008

Nasib perokok pasif yang alergi asap rokok.
Sengsara setengah mati kalau bertemu perokok yang raja tega.

Seperti yang saya alami beberapa hari lalu di stasiun S-Bahn Langenfelde, saat hendak ke dokter saya di Altona.
Suhu udara yang nyaris nol membuat gerimis hampir mengkristal jadi salju.
Pagi itu masih agak gelap dan dingin.
Saya
bergabung dengan hampir semua penumpang yang memilih menunggu S-Bahn
sambil meringkuk dan berjejal bersama di bawah naungan atap stasiun
daripada menantang angin dingin di kulkas terbuka.

Termasuk bersama dia….
Seorang
wanita yang saya taksir seumuran dengan saya, sambil gemetar kedinginan
menghisap rokoknya. Saya tahu dia menghindari jangkuan sensor kamera
pengawas karena sebenarnya Stasiun S-Bahn adalah daerah bebas rokok.
Di
detik pertama hingga detik ke lima puluh lima, saya masih berusaha
bertahan berada di sana sambil menutupi hidung dengan saputangan.
Tapi saya tak tahan.
Asap rokok bukan asap nasi dari beras pandan wangi yang mengepul dari bakul.
Asap
rokok membuat paru-paru saya mendadak menjadi seperti senapan mesin
yang mengerikan, memuntahkan tembakan amunisi-amunisi batuk yang tak
dapat dihentikan, tanpa ampun membuat saya menghamburkan semua energi
yang saya punya untuk memompa dada tanpa sedikitpun niat untuk
melakukannya dengan sengaja.
"Duhai nona…teganya dirimu tetap merokok walau melihatku menggelepar hingga kedinding bersandar" tangis saya dalam hati.
Sungguh
nona berjaket putih itu menatap saya tanpa welas asih, sambil
menyeruput kopi dari tangan kirinya….ia pun menyedot rokoknya dalam
dalam dan menghembuskannya ke udara.

Akhirnya saya mengalah..saya menggelandangkan kaki saya keluar agar jauh dari asap rokok sang nona.
Pedih….
…pedihnya
bagai jika rongga pernafasan saya berambut lalu rambut-rambut itu
dibubuti satu persatu hingga permukaannya seperti unggas yang dibotaki
secara paksa hidup-hidup..(weits..khayalan dramatik nan sadistik)
Dengan tenggorok yang masih perih pedih dan mata berair jangan harap saya bisa berpikir jernih.
O…rasanya saya ingin sekalian berguling-guling di lantai peron karena kesal…
Tapi saya kesal, bukan gila.
Jadi saya urungkan saja niat mengotori pakaian saya dengan debu stasiun.
Lebih baik saya keluarkan kamera untuk menghibur hati….

Stasiun_langenfelde_pagi2 Salah satu gambar yang terjepret adalah gambar di samping ini.
Saat S-Bahn datang para penumpang mulai bermunculan keluar dan bersiap berjajar di peron stasiun kecil itu.
Nona berjaket putih itulah yang hari itu membuat saya sekali lagi hampir tergoda untuk merutuki nasib saya….
Nasib seorang perokok pasif yang tak mungkin juga beralih jadi perokok aktif.

————————————————————————————————————–

Sungguh saya tak ingin mengganggu kesenangan teman-teman yang merokok.
Namun
ijinkanlah saya meminta sedikit belas kasihan teman-teman sekalian
untuk orang-orang dengan paru-paru yang berkemampuan terbatas.
Dengan segala kerendahan hati saya memohon teman-teman yang perokok untuk tidak merokok di daerah yang seharusnya bebas rokok.
Karena orang-orang seperti saya biasanya bergantung pada tempat-tempat seperti itu..

Ruang Tunggu

January 11th, 2008

Ini bukan postingan yang berkaitan dengan mas Letto penyanyi lagu Ruang Rindu, walaupun masih ada hubungannya dengan ruangan juga. Ini tentang ruang tunggu.
Ruang tunggu dokter tepatnya.
Oke deh, saya ngaku…sebenernya beberapa hari ini saya sakit. Jadi terpaksa ke dokter.
Nah berhubung dokter saya sedang sakit keras, maka saya di’alihkan’ ke praktek dokter lain.
Saya datang tanpa perjanjian. Kebayang kan di Jerman datang tanpa janji? Kalau nggak ditolak, ya di suruh menunggu. Prioritas nomor buncit.
Begitulah akhirnya saya berdamai dan mencoba menikmati ruang tunggu semaksimal mungkin.
Senyaman-nyamannya saya duduk sambil membaca majalah milik sang dokter sambil sesekali memandangi pot-pot anggrek yang dijejerkan didekat jendela besar yang bening, tetap saja saya ingin segera beranjak pergi dan memasang telinga lebar-lebar menunggu dipanggilnya nama saya.

Dan akhirnya ketika tibagilirannya, nama sayapun dipanggil.
Dengan langkah tegak saya pun memenuhi panggilan tersebut diiringi oleh tatapan setengah iri dari pasien lain, menuju ruangan lain.

Ruangan itu dihiasi dua jendela tinggi, sama dengan ruang sebelumnya, jendela itu juga dijajari koleksi anggrek. Ternyata ruangan itu adalah ruang tunggu yang kedua.
Bedanya ruangan itu lebih kecil dari yang tadi dan saya menunggu sendirian.

Doesn’t matter.
Walaupun saya menunggu di ruang tunggu yang jauh lebih kecil dari sebelumnya.
"Nama saya sudah dipanggil, paling tidak saya sudah selangkah lebih maju" demikian pikir saya yang merasa penting setelah sang dokter memanggil nama saya.
Hahaha….hanya dengan dipanggilnya nama saya dan dipisahkan dari pasien lain, saya bisa merasa penting! Oh arti sebuah nama…

Taktik bagus, karena saya tak keberatan menunggu di situ agak lama.
Sampai saya harus mengisi waktu dengan menghitung jumlah bunga anggrek yang akan mekar, sudah mekar dan hampir layu.
Mungkin kuncinya adalah anggrek anggrek bulan itu?

Atau mungkin baiknya para dokter punya dua macam ruang tunggu?

Apologize (Timbaland feat One Republic)

January 2nd, 2008

Pertama kali denger lagu ini bbrp hari lalu di tempat teman….bagus banget….
Saya suka.

Benazir 27-12-07

December 28th, 2007

//www.solarnavigator.net/geography/geography_images/Pakistan_Benazir_Bhutto_Prime_Minister.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

Petang ini mata saya dibelalakan oleh berita-berita pembunuhan Benazir Bhutto.
Saya kaget bukan kepalang.
Salah
satu wanita yang cukup fenomenal yang cukup banyak merebut banyak
perhatian saya sejak saya masih duduk di bangku sekolah hingga sekarang.
Dulu mengingat sosoknya berarti mengingatkan saya akan seorang wanita yang cerdas dan mandiri.
Lalu
kemudian mengingatnya adalah mengingatkan saya akan wanita yang tegar
dan berani menghadapi resiko demi apa yang diyakini. Punya tekad kuat
yang bukan sekedar nekat.

Kini ia mengingatkan kembali bahwa dunia politik memang kejam dan penuh intrik.

Semoga Tuhan memberi tempat yang pantas untuknya. Amin.

http://news.bbc.co.uk/2/hi/south_asia/2228796.stm
http://afp.google.com/article/ALeqM5hFnZ4KzDiBsya_EvHGI5frQ-okeA
http://canadianpress.google.com/article/ALeqM5iMb1loHZGB66_sDe0r78rgKiE5kQ

Re-posting dari blog MP saya di:

http://wayanlessy.multiply.com/journal/item/56/_Benazir_27-12-07

Kapan Saatnya Ganti Bantal?

December 21st, 2007

http://www.germes-online.com/direct/dbimage/50229790/Pillow.jpg

Insomnia membuat pikiran melayang kemana-mana.

Kali ini sambil mencoba untuk tidur, pikiran saya menerawang jauh menembus ke dalam bantal.
Berapa banyak makhluk mikroskopis yang bernama kuman di dalamnya ya?

Omong-omong soal bantal, saya jadi ingat postingan saya tahun 2006 yang lalu di blog FS saya di (http://wayanlessy.blogs.friendster.com/my_blog/2006/07/pillow.html)

Sebenarnya jika pemakaiannya normal, berapa lama sih baiknya bantal itu dibebas tugaskan?
Katakanlah…bantal IKEA tentu akan berbeda ketahanannya dengan bantal Dunlopillo atau bantal isi kapuk.
Yang mana yang paling di suka bakteri untuk membangun kerajaannya ya?

Lalu…bagaimana dengan jamur pada bantal?

Gila..tiba-tiba saya membayangkan bantal-bantal saya yang empuk berjamur seperti bantalan munster géromé basi yang somehow-accidentally terkontaminasi pinicilium. Teksturnya jadi creamy seperti Munster tapi rasanya seperti Raquefort.….ihh..amit amit…
….

Gara-gara
iklan sabun cuci di sebuah TV bbrp th yg lalu, yang menampilkan
segerombolan kuman beranak pinak mengintai dan siap mengancam dibalik
tiap helai serabut bantal, telah membuat saya terobsesi.
Rasanya jadi pengen beli bantal lagi.

Philanthropists

December 21st, 2007

Philanthropists. 

Bukan kata yang sehari-hari saya dengar, namun tak asing bagi mata dan telinga.
Sering saya  baca &/ dengar kalimat semacam:
"He is one of the most successful entrepreneurs and most generous philanthropist"

Kalau tidak melihat konteks pembahasan atau jenis majalah di mana saya membaca kata Philanthropist tadi,
dengan sok tahu saya akan langsung menuduh kata tersebut artinya
berhubungan dengan….tumbuh-tumbuhan…atau agak ngawur sedikit jauh
yaitu tertukar dengan ..philatelist dan perangko-perangkonya.
*gubrak….ngasal plus sotoy abisss*

Padahal yang dimaksud dengan Philanthropist ini kira-kira adalah orang yang melakukan tindakan kedermawanan untuk menyumbang dalam rangka kemanusiaan.
Banyak
kontribusi-kontribusi perusahaan dan pengusaha (mulai dari yang kakap
hingga yang teri) yang dilakukan dalam rangka kemanusiaan dan
keperdulian sosial berjudul Corporate Philanthropy dan Corporate Social Responsibility.

 

Namun kedermawanan tersebut ternyata tidak sama.. antara Pendekatan "Philanthropy" dengan Pendekatan  "Social responsibility".

Ah..
Adakah yang sudi kiranya menjelaskan tentang hal di atas pada saya dengan bahasa yang mudah dan gamblang?

blargh…gini
nih kalau otak menumpul di saat insomnia mulai menyerang, kepikiran
satu kata saja efeknya seperti habis menenggak kafein segantang. Tetap
susah tidur walau sudah sambil tutupan mata pakai bantal….minyak
lavender…lampu temaram…dan berdoa.

Oh Tuhan…jangan jadikan hamba seorang nocturnal  *sigh*