Senyummu Tinggal di Hatiku

Dulu aku pernah menggagumimu habis-habisan
Saat aku baru pertama kali menghapalkan nama nama para pahlawan
dan saat berkenalan denganmu,tentangmu adalah kau sama dengan satria pembangunan
Tumpuan harapan banyak orang
paling tidak, untuk bisa swasembada pangan dan menyambung kehidupan.
Dulu aku juga pernah tak setuju denganmu hingga sempat membencimu,
Dengan jaket kuningku men-demo-mu untuk kesewenanganmu
dan puluhan tuduhanku sebagai kesalahanmu
Tapi pak,
Di sini aku sedang tak ingin bicarakan semua itu
Ini tentang senyummu dan pengakuanku
Yang aku tak bisa dan tak pernah pungkiri
Senyummu itu telah menjala dan mencengkram hatiku,
dan tanpa pahat yang kasat mata kau prasastikan senyummu di sana.
Di alam sadarku pun di alam bawah sadarku
Mau atau tidak maunya aku
Ada atau tiadanya dirimu
Senyummu itu ….ternyata selalu berkuasa dalam kehidupanku.
Segala baik buruknya amalmu, kepemimpinanmu, pengaruhmu, dan kekuasaanmu dulu.
Waktumu menghadap Yang Maha Adil dan Maha Mengetahui.
Sudah bukan waktumu lagi untuk peduli apa arti keadilan di sini
……
6 tahun lalu kunyatakan pada seseorang,
bahwa senyumnya yang mirip senyum pak Harto telah merampok hatiku.
Dengan senyumnya yang serupa dengan senyum pak Harto, ia mampu mengeksplotasi sumber daya dan rasa di dalam hatiku tanpa bertanya apakah aku suka dan rela.
Belajar dari senyum pak Harto, padanya aku tak pernah berani punya mimpi untuk gulirkan reformasi apalagi revolusi.
One Response to “Senyummu Tinggal di Hatiku”
Leave a Reply
Masih begitu membekas di Hati para rakyat semasa beliau menjabat sebagai RI 1…
Dilihat dari begitu antusiasnya mengantar jenazah beliau sampaitempat peristirahatan terakhir,,,
Rasulullah aja panutan Umat dulu cuman diantar 5 Orang saja lho!
“Selamat jalan Pak Harto!”