Pelita

January 15th, 2008

Pelita_persimpangan
psst dengar..
Pelita tua di persimpangan jalan itu bisa bicara

ia bercerita padamu
betapa inginnya ia bertangan dan berkaki
untuk memanjat tembok-tembok yang dikiranya menjulang kelangit

"…lalu
akan kusisiri benang-benang yang menggantung bintang dengan
jari-jariku, hingga ia bersinar lebih gemilang" bisiknya lembut

ini
pasti bukan sekedar perasaan penuh romantika picisan yang membuat
pelita bersimbah air di mata, walau tak pernah ada ungkapan kecewa
ku dengar bintang menjawab dengan suara yang serak
bahwa tak ada benang yang dapat disisiri dengan jari
bahwa ia adalah sekedar bintang jatuh
yang sebentar lagi akan menghempas bumi
dan tak akan bersinar lagi

PS:
untuk biyungku yg tak pernah berhenti bersinar jadi pelitaku
walau aku tak jua bisa jad bintangnya..

selamat lembur
maaf nanda tak bisa ikut membantumu
seperti cita yg pernah kita gantungkan di langit dulu




Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind