Satu Jam Saja (Rina Transit di Hamburg)
Setelah deg-degan menunggu kabar dari Rina…akhirnya suara Christian Bautista menyanyikan lagu "The way you look at me"-pun terdengar dari speaker HP saya.
"Sorry Less…Pesawat gue telat!" suara renyah Rina membuka percakapan di telepon.
"Yah..pantesan..kirain lu kagak jadi kemari Rin" Jawab saya sumringah demi mendengar suara Rina diujung sana.
Setelah menginstruksikan Rina naik Airport Shuttle langsung ke Haupbahnhof, kami pun janjian untuk bertemu di depan Reise Centrum. Kebetulan saya sejak dari sorenya bersama Migo. Maka kali ini adalah kali pertama Migo dan Rina ketemu…dan tentu saja setelah mereka berkenalan merekapun foto-foto. (baca: Saya foto-foto mereka gitu…;P)
Karena waktunya hanya satu jam bagi Rina untuk ‘transit’ di Hamburg, maka kami memutuskan untuk duduk di Balzac terdekat (Balzac lagi…Balzac lagi…). yah…..soalnya takut ketinggalan kereta nih…..
Ternyata Rina banyak oleh-oleh dari Portugal. Baik oleh-oleh dalam bentuk materiil ataupun immateriil, yaitu cerita dan coklat, kopi, kue LISBOA ASLI, dan paste sarden. (Thanks yah Rin!Enaaaaaaaaaaaaakkk!)

;P Yang ‘nggak kuku’ adalah tas tempat oleh-olehnya…hehehe..tas yang segede gaban itu ada merk CIALIS-nya (sodara sepersusuannya VIAGRA) . ….haduhh….’cihuy’ banget deh nenteng tas gede merk CIALIS…kesannya abis beli sekantong gede CIALIS…hahaha…padahal isinya coklat, kue dan…mmmh..ada titipan yang berupa…MUG berlogo VIAGRA. (tobaaattt….gini nih titipannya Urolog)
Untung aja route pulang saya nggak lewat Reeperbahn (red-light-nya Hamburg)…..kalo lewat sana jangan2 pada ngantri dikira saya mau bagi2 CIALIS gratis lagi..wah….

Trus…foto-foto lagi? iya doong…
Satu jam gitu loh…cukuplah buat sedikit memberi kenangan. Apalagi ini adalah pertemuan pertama Migo dan Rina. (hehehe…khusus buat mpok Iin…sekali lagi …Rina udah ngeduluin ketemuan sama temen FS ente yah mpooook……)

Nah…demikianlah laporan singkat tentang transitnya Rina yang hanya satu jam di Hamburg. Lain kali lamaan dikit yah Rin..biar cerita2nya lebih banyak lagi tanpa takut ketinggalan kereta.
Dan hari Rabupun semakin malam…Migo dan saya pun heboh melambai-lambaikan tangan melepas Rina yang juga melambai-lambaikan tangan dari dalam kereta ICEnya yang perlahan-lahan meninggalkan Hamburg…..menuju Hanover.
PS: Buat mbak Nenden n mas Ponco, Insya ALLAH titipannya segera saya sampaikan.
Laporan pandangan mata penyerahan titipan Merchandise dari Bang Ponco:
Jum’at 30 November 2007.
Herr ATM, yang Jum’at sore itu masih sibuk dengan tugas-tugas beliau di KJRI menerima saya di lobby KJRI.
Tak ingin mengganggu kesibukan beliau terlalu lama, sayapun dengan singkat memberikan kata pembuka mengenai deskripsi dan latar belakang titipan Bang Ponco dengan tujuan supaya Herr ATM tidak kaget. Setelah penjelasan tersebut Herr ATM pun menerima dan membuka titipan dari Bang Ponco …..lalu….seketika itu beliaupun terhenyak dan kemudian tercenung sejenak.
Beliau menatap Mug dan USB stick dengan seksama. Lalu menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum simpul.
Saya sih langsung pasang tampang "Saya hanya kurir..isi paket bukan merupakan tanggung jawab perusahaan kami"
Berikut ini foto tanda bukti bahwa kiriman telah sampai dengan selamat.
Terima kasih kepada Herr ATM yang dengan suka rela dan penuh lapang dada bersedia difoto bersama sebagian benda titipan dan mengijinkan saya untung memasang foto ini di Blog saya. :))
Uncategorized | Comments (26)
Ketemuan dgn beberapa Teman FHUI 95
Tanpa rencana yg jelas di hari sabtu dua minggu yang lalu, saya
ketemuan dengan beberapa teman FHUI 95. (Entah terkena ’spell’
apa..kalau direncanakan jauh-jauh hari biasanya ketemuan dengan mereka
justru biasanya nggak berhasil hehehe)
Sekitar jam 12.30 Banu
dan Hadi menjemput saya di kantor ibu saya. Setelah mampir sebentar di
rumah dan minta ijin pada orang tua saya, kami pun ke Senayan City dan
di sana kami bertemu dengan Ninit sekeluarga. Marizka, putri Ninit yang
cantik menjadi bintang saat itu..hihi sayangnya si cantik ini agak
pemalu…

Saya menyempatkan diri mencicipi masakan Menado yang
pedas…nyam nyam…(saya suka banget masakan pedas) kali ini lauk yang
saya makan adalah ayam woku dan tumis sayur dengan bunga pepaya.
Hmmmmmmmmmm….lezat!
Setalah selasai ngobrol-ngobrol walau
masih kangen, kamipun berpisah dengan Ninit sekeluarga dan melanjutkan
perjalanan ke rumah bumil cantik, Adisty. Tadinya Adis mau ke Senci
tapi berhubung takut bumil kecapeakan, maka rencana dirubah dan kami
yang ke rumahnya.
Sudah lama bgt saya tak bersua dengan Adis.
Kami berkomunikasi hanya lewat email2 dan pesan2 virtual. Lucunya,
beberapa tahun yg lalu, kami baru nyadar kalau ternyata suami Adis,
Reza, adalah teman suami saya saat mereka di Belanda.
What a small world!
Alhamdulillah…senang
hari itu saya bisa bertemu dengan beberapa teman lama di FHUI. Banyak
teman FHUI yang lain yang sudah lama sekali tak jumpa.
![]()
Terakhir saya
bertemu dengan teman-teman FHUI beramai-ramai adalah saat pernikahan
saya&Uda di th 2002…
Wah…itu sih sudah lama banget yah?
Hmm.. tentu sudah banyak perubahan diantara teman-teman semua….
Apa kabar ya teman-teman 95?
Foto selengkapnya di: http://wayanlessy.multiply.com/photos/album/67/Ketemuan_dengan_beberapa_teman_FHUI_95
Uncategorized | Comments (12)Dah Di Jerman lagiiiiiiiii

Alhamdulillah
..sudah kembali lagi di Hamburg dengan selamat. Di sana suami sudah menanti dengan senyum manis dan ngajak pulang naik taksi. (
hahaha..kejutan nih yee..padahal rencana sebelumnya saya pulang ke rumah sendiri naik bus dan u bahn -mumpung weekend, gak perlu Erganzung Karte alias tiket tambahan- tokh koper cuma 16 kg dan tentengan cuma 8 kg)
"Selamat datang!’
Demikian sambut suami dengan pelukannya yang hangat, bersamaan dengan sambutan musim dingin dengan hembusan anginnya yang membekukan.
Angin beku? Saya tak kaget. Lantaran beberapa jam sebelumnya, saya sudah dihentak kaget oleh suhu Frankfurt dini hari, nol derajat celcius. Padahal waktu saya naik pesawat di Singapura, suhunya tiga puluh dua derajat celcius. (angka2 suhu adalah referensi dari Kapten Pesawat).
Selama perjalanan ke rumah, mata saya pun tak sabar melahap pemandangan baru yang berbeda. Ah..indahnya perbedaan musim adalah dramatiknya perubahan. 2 minggu yg lalu tone warna alami Hamburg adalah keemasan. Sekarang berubah menjadi dingin dan keperakan..
Sesampainya di rumah, sekitar jam 12 siang, nggak ada makanan dan rumah berantakan. Langsung beberes alakadarnya dan siap-siap belanja ke kota beli daging, sayuran dsb. Kalau bukan karena suami yang nampak kurang gizi dan memelas minta di masakin, dijamin saya sudah ndelosor tidur karena dua kali transit berlama lama di Spore dan Frankfurt membuat alarm tidur sudah meraung-raung.
Jam 13.00 siang sayapun keluar rumah lagi.Brrr….Dingiiiiinn…walaupun saya berlari-larian mengejar bus dan U bahn, tetap saya kulit saya kering kerontang, i.e. tak ada keringat yang keluar. Kasihan keringat keringat saya yang selama dua minggu bisa seenaknya saja mengucur deras di Indonesia, sekarang bagai dipenjara terperangkap dengan racun-racunnya di bawah kulit saya. Bah….kalau begini caranya, saya harus olahraga mengeluarkan keringat di rumah yang hangat, kalau tidak toksin-toksin ini akan semakin tebal bercokol.
Olahraga?
heheheh…saya jadi ingat kata ini lagi. sudah berapa bulan saya sudah berhenti taeboxing yah? sudah berapa tahun saya berhenti tennis yah? astaga…
Terbersit rasa sesal. Penyesalan datang sedikit terlambat. Stamina sudah terlajur agak berantakan.
Hari sudah agak gelap…jam 4 sore lewat.., sambil menenteng belanjaan pulang, hidung dan tenggorokan saya mulai berulah. Haaatschiiiiiiiiiiiiiiii……Haaaatschiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii……
Beneran deh….setelah masak, saya harus langsung tidur dan berjanji bahwa jadwal olahraga akan diatur lebih disiplin lagi.
Menu hari ini: Sup iga sapi dan kacang merah manis hangat.
Uncategorized | Comments (8)Temu BD’s di Gelato
Sebenarnya saya sedang packing alias siap-siap ngatur isi buntelan yang akan digembol ke Jerman besok pagi, tapi kok ya…pengennnn banget buru-buru posting foto-foto kopdar BD yang bercokol di kamera saya.
Sayang seribu sayang, blog FS saya lagi aksi mogok besar-besaran, foto yang dengan susah payah saya upload hilang bersembunyi tak ketahuan rimbanya, belum lagi lambatnya…minta ampun deh!
Karena itu, saya upload di Multiply saya saja…beberapa foto saya upload di sini. Tapi untuk lebih lengkapnya lebih baik kita nunggu foto-foto yang masih bobo manis di dalam kameranya mbak Maya.
(mbak Maya...bagi doong foto-fotonyaaa…)
Terima kasih banyak yah mbak Dian, mbak Maya, mbak Levie, mbak Irma, mbak Titien, dan mas Aldi yang telah meluangkan waktunya untuk ngumpul di Gelato Dharmawangsa kemarin sore hingga malam. Mulai dari ngobrol-ngobrol bertukar macam-macam cerita (macem-macem bangetttt dari ngebahas awan, ayam hingga hantu) sampai pada nganterin ke depan rumah dan nongkrong di depan pager. Asli kocak abis dan jadi rumpian tetangga dan bibik2 serta satpam2 sejalan C*****. (sayang niy foto nongkrong di depan pager nggak ada di kamera saya…..di kamera mbak Maya yah?)
Sampai jumpa di kopdar berikutnya yaa..
Uncategorized | Comments (34)Ketan Bumbu
"Besok pak supirku akan ngedrop ketan bumbu ke rumahmu. Jangan lupa foto ketan bumbunya sebelum dimakan ya!" demikianlah pesan mbak Maya berkali-kali hingga pesan itu bergema bak gelombang suara terpental-pental dalam gua karang yang lantas merasuk kedalam mimpi saya dan muncul terngiang-ngiang bagaikan wangsit.
Seolah telah mendapatkan jawaban dari sebuah pertapaan yang panjang, saya pun manut.
Nah…inilah sedikit hasil dari foto penampakan ketan bumbu sebelum membuat saya terbuai dalam kelezatannya.
Tak perlu banyak kata untuk menerangkan bagaimana rasanya. Ennnnnnnakkkkkkk!! Saya sampai berkali-kali mendecap-decapkan dan menyesap rasa yang masih menempel di lidah saya yang beruntung itu.
Duh biyung…andai saya tahu resepnya. Mbak Maya, aku masih setia menunggu keikhlasanmu memberikan nomer telpon pembuat ketan bumbu ini.
PS: Postingan ini secara istimewa dibuat dan ditujukan untuk ibu menejer Iya di KL.
Uncategorized | Comments (8)Book Fair, Teh Tarik dan Strawberry Moose
Apa hubungannya Book Fair sama Teh tarik dan Strawberry Mousse?
Walau sedikit maksa, jelas ada dong hubungannya.
Semuanya ada dan saya nikmati dalam satu hari Jum’at saya yang penuh berkah ini.
*senyum bijak penuh arti –> i.e. nyengir lebar*
Jum’at, 16 November 2007.
Hari ini saya menyempatkan diri mengunjungi Indonesian Book Fair di JHCC. Wow..sebagai penyayang buku saya gembira sekali bisa mencuri waktu ‘kegiatan’ mudik dengan mengunjungi acara yang penuh dengan benda-benda yang berkaitan dengan gerbang ilmu dan hiburan itu.
Saya sangat menikmati berlenggang kangkung sambil mengunjungi stand-stand yang ada satu-persatu karena pengunjung yang hadir tidak terlalu crowded. Mungkin karena masih hari Jum’at (masih hari kerja) dan masih jam kantor, maka para pengunjung belum membludak..seperti yang saya perkirakan akan terjadi besok (sabtu) dan lusa (minggu) nanti.
Mborong buku? hehe..iyah. Singkat kata, kempes dan kering kerontanglah dompet saya yang malang ini.
Tapi senang kok..selain dapat membeli buku-buku baru dan VCD pendidikan anak yang saya suka, saya juga dapat tanda tangan pengarang buku "Novel Pangeran Diponegoro", Remy Sylado.
Penulis ramah yang tadi siang berpakaian putih putih itu nampak menikmati waktunya di sana dan sambil duduk bersila santai di atas panggung, ia dengan ramah melayani pengunjung yang ingin berfoto dan memintanya menanda tangani bukunya yang baru.

Tapi rasanya tetap ada yang "kurang" di JHCC sore itu. Kehadiran Sofi.
Hari itu saya batal ketemuan dengan Sofia. Hiks…Setelah janjian di pagi harinya, ternyata Sofi harus ada pertemuan yang membuatnya tak jadi ke JHCC.
Padahal seru lho Sofi, banyak buku menarik dan nggak terlalu padat pengunjung! *Wah..saya jadi manas-manasin Sofi nih..hihihihi*
——-
Tak terasa hari sudah menjelang Maghrib.
Saya sudah ada di rumah karena menunggu tamu agung dari Hongkong.
Haa?…tamu agung dari Hongkong?
Seriously, tamu agung dari Hongkong.
maksudnya tamu agung yang abis liburan jalan-jalan dari Hongkong. Siapakah dia?
Siapa lagi kalau bukan: Mbak Maya.
Beberapa menit sebelum mbak Maya datang, ikan di aquarium ruang tamu ributnya minta ampun. Beneran lho..sampai ada yang saking hot nya lompat2 kesenengan…sampai kejedot lampu aquarium dan sisiknya rada gumpil (ini ikan atau anjing sih?kok lompat2 gitu?). Untunglah begitu mbak Maya datang, saya sudah beres ngepel lantai dekat aquarium…

Dan tibalah saatnya mbak Maya datang…uhuyyy…saya pun bernyanyi dalam hati:
"Strawberry mousse, di tangan kananmu, Teh tarik di tangan kirimu..aku tak tahu mana yang akan kau berikan padaku.." –> (harap dinyanyikan dengan nada lagu madu dan racun)
Ternyata dua duanya, Strawberry Mousse dan Teh Tarik! (Teh Tarik ini adalah titipannya mpok ‘menejer’ Iya)…..xixixixixi…Alhamdulillahhh….Jum’at penuh berkah nih hari ini.
Ngobrol seru dengan mbak Mayapun tak terelakkan. Bahasannya? Apalagi kalau bukan membahas BD’s dan kemungkinan kopdar BD sebelum saya terbang ke Hamburg.

Obrolan pun semakin seru dan memanas (cieh..bahasanya) ketika adik saya, Oki, datang bergabung. Mulai dari Bekam, sampai Karmok hingga Maia Ahmad. Kemungkinan besar, walau saya tak dapat hadir dalam perhelatan besar di dunia persilatan bulan Desember mendatang, Oki akan menjadi ‘wakil’ saya. Suka makan adalah kesamaan kami yang paling manusiawi dan mendasar.
Mbak Maya sempat menelpon mas Aldi yang sedang siap2 berangkat ke Beijing. Sibuk bgt rupanya mas Aldi. "Sorry nih…padet banget acara gue….padet banget.." demikian kata mas Aldi berulang-ulang.
Waktu semakin malam.
Terasa banget bahwa waktu yang kami punya tidak tak terbatas. Padahal, bagaikan soal try-out menjelang UMPTN, masih banyak yang mau dibahas.
Sebelum mbak Maya pamit, kamipun sempat berfoto bersama.
Semoga rencana kita terlaksana yah mbak…
Hayo hayo..woro-woro..bagi para BD’s
Siapa yang mau ikutan kopdar monggo mendaftar dan absen di Ibu suri kita yang nambah seger dan cantik setelah jalan-jalan hepi di Hongkong.
PS: Mbak Maya, udah ku cicip Strawberry Moussenya lho..Enak! Unbelievably tasty!!! yummy!!!
Uncategorized | Comments (16)You can’t handle the truth!
"You can’t handle the truth!!!!!!!"
"Duakk!!"
Sebuah
sodet kayu menampar pinggiran basin cucian piring di dapur, membuat
busa sabun yang sebelumnya menempel di ujung sodet kayu itupun
berloncatan dan pindah ke berbagai penjuru terdekat. Tak terkecuali
wajah si pelaku yang cepat-cepat menyeka wajahnya yang dihiasi senyum
puas yang lebar sekali..
Namun senyum puasnya hilang dalam sekejap dari wajahnya begitu ia ingat bahwa saat itu ada orang lain di rumah. Suaminya.
Tak ayal suaminya tergopoh-gopoh menghampirinya di dapur dan berkata:
"Hah???Masya ALLAH!! sayang? ada apa?…what’s wrong honey??"
Dengan muka merah padam ia pun menjawab:
"Maaf yah sayang…bikin kaget yah?"
Suaminya pun menjawab dengan rasa empati yang dalam:
"Iya kaget dong sayang…kenapa sih? Ayo coba cerita sama suamimu"
Mukanya merah padam karena malu….lalu, masih dengan rasa malunya itu ia pun tersenyum kecut dan berkata:
"Anu…mmh…aku
lagi latihan menirukan akting Jack Nicholson di film A Few Good
Man….itu lho sayang saat dia memberi kesaksian dan berkata –"You can’t handle the truth!"—"
Sesaat suaminya terpana sebelum menggelengkan kepalanya tak henti-henti dua menit penuh.
Sementara itu sang istri semakin menunduk malu sambil mencuri-curi pandang kearah suaminya dari sudut kerlingnya….

Di menit ketiga sang suamipun pergi ke meja kerjanya, tanpa berkata-kata, namun diam-diam ia membuka:
http://www.youtube.com/watch?v=0i0GZUZKYvM
Mantep euy aktingnya….
Uncategorized | Comments (16)