Kaastengel ala Hogenstrasse
Baru-baru ini saya mencoba bikin kaastengel gara-gara sedang saya kumat lagi keju addictnya .
Ternyata lumayan juga bikin Kaastengel sendiri.
Walaupun bentuknya agak kegedean mirip jempol bengkak..(maruk sihh
) dan nggak secantik buatan toko, tapi adonannya bisa di modifikasi dan bisa ditambah kejunya supaya lebih mantap.![]()
Alhasil, seminggu ini makan Kaastegel sampai puasssss..
Seneng deh..
Apalagi uda Andri (yg sebenarnya nggak terlalu suka keju) juga suka! Kadang dibawanya kue keju ini jadi cemilan sambil kerja.
Resepnya
dari mbak Ninien dan ditambah sedikit improvisasi (misalnya margarin
saya ganti dengan butter rendah lemak…..mungkin gara2 itu adonanya
agak kurang kering yah? Lalu saya juga menambahkan kaldu ayam…)
hehehehe..tapi kata yg nyicip sih…enak ….
Gak percaya?
Hihihihi..
Coba deh!
Mudah2an suka….
Kaastengel Perdanaku
250 gr Butter
250 gr Margarin
300 gr Keju Edam/Gouda….(sesuai selera jenisnya)
100 gr Keju Parmesan
4 Kuning telur
800 gr Terigu
50 gr Susu bubuk
50 gr maizena
garam
lalu saya tambahkan..(optional) kaldu ayam
(disesuaikan dengan jumlah garam yg di pakai….cicip-cicplah dulu adonannya)
Panggang 30 min suhu 180 Celcius..
Nah…gimana?
Uncategorized | Comments (16)Ompong (!?!)
"Sesehat apapun gigi taring kiri atas anda tidak dapat bertahan selamanya..bahkan tidak selama gigi-gigi anda yang lain"
Dan dokter gigi itupun memecah keheningan ruang periksa.
"Gigi taring anda adalah gigi susu. Anehnya tidak ada benih pengganti yg mungkin tumbuh" ujarnya sambil mengamati hasil foto panorama rongga mulut yang baru diterima dari asistennya.
"Saya
hanya dapat membantu perawatan semaksimal mungkin untuk membuatnya
bertahan..satu…atau dua tahun lagi…mungkin..atas kehandak
Tuhan…bisa saja tiga tahun lagi..entahlah". Dokter gigi itu
mengangkat kedua bahunya tinggi-tinggi seolah ingin menegaskan bahwa ia
tak berwenang melangkahi kehendak Tuhan walau tanpa harus begitupun
kami semua baik dari mulai asistennya hingga bakteri yang tertinggal di
bor-bor yang ada di ruang itupun tahu kalau ia memang tak bertanggung
jawab untuk meramal berapa lama usia gigi taring yang dimaksudnya itu.
Lalu tambahnya kemudian:
"Ruang gigi yang ada juga terlalu kecil…tak mungkin memasang satu gigi implant pengganti.
Sedangkan untuk membuat bridge...sayang sekali karena kedua gigi yang mengapitnya sangat sehat"
Sambil tersenyum dia pun berkata lembut.
"Ompong satu gigi tak apalah. Itu pun juga masih bisa ditunda hingga beberapa tahun lagi"

—–
….
Bah!!…Kalau begitu, banyak-banyaklah kubuat foto tersenyum yang tampak taring kiri di gusi atasku!
Biar
jika waktunya tiba nanti…bisa kukenang sambil memandang foto-fotoku
sendiri, foto-foto saat ruang taring kiriku masih ditempati oleh gigi.


Merenung…

*Saat
ini kata "ompong" mulai kembali menjadi wacana dalam hidupku setelah sekian
lama….. semenjak gigi geligiku gupis saat balita dulu.
Hah..omong-omong…sudah berapa pula usiaku ini!?*
Uncategorized | Comments (21)
Takbiran+kopdaran = Lebaran (Part 2 = Rina’s part)

Nah…..lanjut lagi cerita tentang lebarannya.
Sebenarnya sih udah diceritakan lengkap di Blog-nya Rina tentang apa-apa saja yang kami lakukan setelah kami pergi dari KJRI sabtu siang di hari lebaran yang baru lalu itu.
Tapi…nggak apa-apalah cerita lagi..sekalian memajang foto-foto kami dan bintang tamu kami, Rina, di sini.
Walaupun siang itu acara di KJRI Hamburg belum selesai, (maap yah adik-adik remaja..kali ini tante eh teteh Lessy nggak bisa motretin kalian in action..kirain mah acara kalian manggung sebelum acara makan-makan!) kami sudah pergi karena mau ngajak Rina ke Landungsbruecken. Tiap ditanya kenapa kami pulang awal, atau harus nolak undangan ibu-ibu..kami menjawabnya demikian: "iyah niy musti pergi…lagi ada tamu sih jadi musti nemenin" –> sambil nunjuk-nunjuk ke Rina yang cuma bisa nyengir karena di jadiin alasan.
Sebenarnya sebelum ini Rina udah dua kali ke Hamburg, tapi ternyata doi belum pernah ke pelabuhan terbesar kedua di Eropa ini dan cuma ke daerah centrum dan Alster doang…;P Oleh karena itu..kami ajak Rina lihat pelabuhan.



Memang sih kami cuma menyambangi bagian
depan pelabuhannya, tapi lumayanlah bisa mamerin pelabuhan dan motret2 Rina di Landungsbruecken. ;D Mana sinar matahari cerah langit juga biru..wah…enak aja rasanya ngejepretin kamera….cekrek cekrek..gak musti mikir jepretin kamera..biarpun dingin tapi untuk foto2 cuaca ikut mendukung ..Alhamdulillah..

Setelah itu kami ke Speicherstadt, di mana banyak terdapat gedung2 gudang tua yang dulu jadi pusat penyimpanan barang2 yang baru dikirim oleh kapal-kapal. (sekarang sih banyak yang fungsinya udah beralih…jadi kafe’ atau museum).
Truss di Speicherstadt kami ke……biasaaa………ke Speicherstadt kafe. Kafe’ yang udah dua kali masuk ke blog ini dan kafe’ yang mungkin temen-temen BD udah pada bosen denger cerita tentang kafe di gudang ini. mungkin kalau baca aja bosen lho..tapi kalau ke sini bisa jadi nggak bosen-bosen! xixixixi….

Tapi…hmm..gimana yah..namanya kafe kesukaan eikeh gitu loh….
Makanya..Rina juga kami ajak kemari supaya bisa melihat langsung isi postingan ttg kafe itu dalam bentuk nyata.

Syukurlah Rina suka cappucino dan cookiesnya kafe’ ini, dan senangnya lagi Rina dan uda Andri bisa ngobrol panjang tentang penelitian mereka masing-masing (nyambung juga lho penelitian keedokteran sama Fisika!).
Sementara mereka ngobrol …sayah puas motret2in mereka..hehehe..

Kalau nggak ingat Rina harus pulang ke Hanover, tentu kami masih asik di Kafe itu sampai sore berakhir. Tapi ada kereta yang musti dikejar dan ada koper yang musti dijemput dulu di wohnung kami. Maka kembalilah kami ke Hoegenstrasse untuk menjemput koper Rina dan titipan untuk mbak Nenden tak lupa sholat ashar sebelum berangkat ke Hauptbahnhof.
Setelah semua beres (artinya sudah sempat foto-foto dulu sebelum berangkat) kami pun meninggalkan Hoegenstrasse.
Kami memutuskan untuk ke Haupbahnhof naik bis. Memang jadinya lebih lama…tapi berhubung cuaca cerah, pemandangan jelas..maka nggak salah kan jika sekalian memanfaatkan perjalanan di atas tanah (kalau naik U bahn kan di bawah tanah) sehingga Rina bisa memanfaatkan saat2 sebelum ke Hanovernya untuk melihat2 Hamburg dari jendela bis. Tapi ternyata..bukannya melihat-lihat..kami malah asik ngobrol. Topik utama tentunya tentang Blog, FS, BD dan…’celeb Jepang’ kita yg memperkenalkan kami: MUTIARA IIN!
*cekikikan ga jelas…trus..pura2 ogah membahas lebih lanjut*
Sesampainya di haupbahnhof, ternyata kami masih punya waktu sekitar satu jam sebelum kereta yang akan membawa Rina ke Hanover tiba.
Alhasil…mampirlah kami ke Balzac terdekat.
Di Balzac saya nggak ngopilah…bisa-bisa insomnia. instead of Ngopi..Rina dan saya nyoklat (minum coklat maksudnya) ..Rina memesan Dark Chocolate, saya Belgien Orangenschocolade sementara itu uda Andri teteup keukeh ngopi malah segelas besar cappucino.
DUh..cepatnya waktu berputar..tahu-tahu gelas2 coklat sudah kosong dan Rina pun harus berangkat ke Hanover. (eh…kesannya Rina ke Hanover karena coklat habis…enggak gitu lho…)

Sebelum Rina turun ke gleis 14 di mana keretanya akan datang,..sempat dong foto bentar..(sayangnya fotonya kurang sukses Rin dan kayaknya sekarang sikut jaketlu musti di cek dulu kebersihannya..soalnya tangan elu ternyata bertumpu di tong sampah!)


Menjelang pukul 18.28, kemudian tibalah kereta Rina.
Kamipun melepas Rina yang harus kembali ke Hanover. Terima kasih ya Rin sudah berkunjung ke Hamburg dan menginap di wohnung supermini kami. Jangan kapok…dan nantikan…kedatangan kami, insya ALLAH..begitu ada kesempatan dan rejeki kami akan mengadakan kunjungan balasan ke Hanover, ….sampaikan salam kami buat mbak Nenden sekeluarga yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!

*sambil tersenyum lebar, kami pun saling melambaikan tangan* –> Yang artinya: "Sampai jumpa lagi di kopdar berikutnyaaa………….."
Cold Flame
Autumn brings the warmth with it’s golden tone colors that captured by my eyes.
Autumn also call the cold….cold wind to whisper the chill to my skin..brrr…
Both signals collided in my heart (how come not my brain eh?!) and somehow create a wonderful pearl of feeling.
Ayayyay!
Uhhmm…perhaps… I should describe it as a colorful pearl?
More than just "perhaps", I guess…
It’s yellow and red like fire at the very core…but green and silvery surround it….and fade gradually.
It’s optically so smooth…soft like pastel tone
but creepy and roughly sketched …so roughly..as if I saw the bushes along the rail way from rapid speed train..
luckily it’s framed by the window which can not be opened.
O you Autumn dear…
The color of your eyes is all what I have when picturing about you. Barely too much…
Though the solid blanket of my heart still hold the etching of their cold…cold flame.
Just like that rapid speed trains window.
Unless you brake it with hammer, the cold flame will always stay out there.
O you dear stranger..
It’s only since the delicate scent of your freshly brewed coffee.
Which lately always climb the chimney, sneak in to my apartment, greet me every morning…and finally makes me wondering..
"May be that’s the reason why my morning cup of tea start smelling like a cup of coffee"
And?
……
……
hmm..
How do I like to drink it? I haven’t decided, yet..

*glek*
what did I eat wrong today? ngelantur gini…ngopi ahh
Takbiran + Kopdaran = Lebaran (1)
*Postingan edisi khusus BD*
Biarpun bukan fisikawan atau matematikawan YST (yang sangat terkenal), sayapun bisa membuat persamaan alias equation yang langsung bisa jadi applied physics…eh salah..physically applied maksudnya…
Contohnya persamaanya? ini:
1. Takbiran + Kopdaran = Lebaran
2. Pempek + Sambal goreng udang + Marzipan + Coklat kelapa - Jalan keliling kota - foto-foto = Senang-senang
*nyengir dan buru2 kabur takut digetok sama uda Andri*
Persiapan Sebelum Hari Lebaran
Alhamdulillah kondisi badan udah fit. Jadi sejak hari Selasa udah resmi launching diri kelayapan keluar rumah mulai dari ketemuan sama temen, khataman Qur’an (Alhamdulilllllllaaahhh), menghadiri ulang tahun teman, belanja-belanja ke toko Asia dan toko Indo, dan takziah karena ada orang tua sahabat yang berpulang.
Tentengan beban otot bisep kanan kiri nggak pernah kurang dari 6 kilogram…nggak kebayang itu bahan-bahan menyusut jadi seiprit ketika dimasak…apalagi setelah di makan.
Emang rencananya mau masak apa aja sihh??
Musti yang enak dong..mau kedatangan para Celebritis dari Hanover gitu loh…selain Rina, ada juga mbak Nenden sekeluarga.
Jadi rencananya mau bikin sambel goreng udang, pempek (kapal selam, lenjeran dan adaan), gudeg, martabak, perkedel dan kuenya mau bikin kaastengel.
Kebayang dong bahan mentahnya kalo nggak dicicil nggak mungkin terangkut sekali jalan sendirian.
Tapi memang rancana bisa di buat manusia..Tuhan yang menentukan.
Rina mengabari kalau mbak Nenden sekeluarga nggak bisa ikutan ke Hamburg. Maklum sih..udara dingin dan rasanya nggak keburu untuk ikutan sholat Ied walaupun naik kereta terpagi dari Hanover.
Kaastengel di coret dari menu karena orangtua dari sahabat yang akan mengajari membuat kaastengel berpulang ke Rahmatullah. Alhamdulillah sahabat saya menerima dengan sabar dan tabah. Insya ALLAH almarhum diterima di sisi ALLAH dengan baik amiin.
nah..tibalah acara masak-masak di hari jum’at. Asap di dapur supermini sayapun mengepul…wuss. wusss…sayapun sambil komat-kamit berdoa bak mengucapkan mantra…"ayo buruan mateng..yang enak yah kalo mateng..Rina bentar lagi dateng.."
Percobaan hari ini adalah bikin pempek Adaan…baru kali ini bikin adonan pempek dicampur santan. Tapi memang begitulah..namanya saja pempek Adaan. ;D
Telpon berdering..waduh..saking asiknya masak sambil bersih2..saya lupa kalau harus menyiapkan laporan keuangan dan ada rapat Indonesian Islamic center sebelum takbiran di mulai. Haiyaa..
Tapi Alhamdulillah…menjelang maghrib selesai sudah itu masakan dan laporan. Yang ada tinggal deg-degan.
lho? ehehehe..sejujurnya..deg-degan lho hati ini, celeb Hanover bentar lagi datang dalam rangka lebaran sambil KOPDARAN!!
Rina Datang!!

Kami ketemuan di Stasiun U1 Lattenkamp. Senangnya uda Andri mau ikut menemani saya menjemput Rina dan ikutan juga ke KJRI untuk takbiran bersama. Wah…jadi tambah semangat rasanya.
Saya memakai jilbab merah, jaket biru, celana hitam dan kaos kaki dan sepatu coklat. Hal tersebut saya kabarkan pula ke Rina melalui SMS. Syukurlah nggak ada yang menyamai apa yang saya kenakan, jadi dalam waktu sekejap Rina pun bisa
mengenali saya. Hihihihi…
Hwaaa……sayapun langsung mengenali Rina yang saat itu jadi women in black. Pakai mantel panjang hitam ala mas Keanu di film Matrix, celana hitam, sweater hitam, sepatu hitam, menggeret koper hitam, tas hitam dan kantong plastik hitam..eh putih deng. Ternyata kantong plastik putih itu penuh dengan coklat2 dan marzipan…..oleh2 buat kami! asikkkk….sekarang sudah hampir habis semuanya. (ih..maruk…)
Rina ternyata orangnya rame dan ekspresif. Hilang deh deg-degan saya. Kami bertigapun langsung akrab. Saking senangnya ngobrol..jalan kaki ke KJRI rasanya cuma beberapa detik.
Takbiran

Takbiran di KJRI ternyata tak seramai yang saya bayangkan. Mungkin karena perbedaan hari lebaran yang diyakini masyarakat ya?
Sepulang dari takbiran…kami langsung pulang.
Lapar.
Hehehe..saatnya saya menggelar masakan saya dan kamipun lesehan makan di lantai. Ternyata Rina nggak suka petai lho! padahal itu sambal goreng udangnya saya campur petai. ;P sambil cekikikan dalam hati saya memperhatikan Rina menyisihkan potongan petai ke pinggir mangkok.
Saya baru nyadar kalau saya masak kebanyakan..akhirnya saya putuskan untuk menggoreng sedikit pempek dan tetap menyimpan gudeg daam kulkas.
"Gudegnya dan sisa Pempeknya yang belum di goreng di bawa ke Hanover aja yah Rin?" Rinapun setuju.
Malam itu kamipun bertekad bangun pagi, jadi harus cepat-cepat bobo.Karena ingin dapat barisan terdepan sholat.
Terutama Rina dan Uda Andri (karena kebetulan saya sdg nggak sholat).
Motivasi lain?
Yup ada. ;D
Ingin bisa mendengarkan dengan jelas khotbah yang di sampaikan oleh khatib. Bagi kami bertiga, beliau adalah termasuk profile orang-orang YST. Bahkan setelah membaca-baca profile beliau di website…timbul niatan untuk foto bersama dengan beliau….kali2 aja beliau punya account Friendster juga.
Lebaran
Pagi-pagi kami sudah siap berangkat sholat Ied di KJRI.
Pagi itu dingin sekali. Brrr…..ampun deh..berasa winter.
Berhubung tak ingin sakit lagi, saya merelakan diri saya terbungkus jaket yang mengembung dan membuat penampilan mirip kepompong.
Saya rasa kami berangkat lumayan terlalu pagi. Tapi mungkin itulah yang namanya semangat lebaran. Barukali ini seumur hidup saya menyaksikan orang-orang yang begitu semangat berangkat sholat agar bisa bertatap muka dan mendengarkan khotbah sedekat mungkin dengan khatib.

Benar saja..kami datang lumayan kepagian. Masih bisa duduk leluasa dan memlih barisan depan. walaupun banyak juga yang datang lebih awal dari kami.
Saya yang sedang tidak sholat, duduk dipinggir ruangan. Niatnya hendak memotret-motret. Tapi apa daya..menjelang waktu sholat tiba, saya mendadak jadi terjebak di satu pojok dan tidak bisa bergerak banyak karena ruangan jadi penuh sesak. Jadi hasil jepretannya dari angle yang itu-itu aja deh ah..
Selesai Sholat dan Khotbah. Semua yang hadir bersalam-salaman sambil menikmati kopi, teh dan kue-kue yang dibawa oleh ibu-ibu Hamburg.
Setelah itu ada cara sambutan dari pak Konjen dan Ketua dewan Syura Hamburg. Kemudian acara di lanjutkan dengan operet anak-anak yang lucu sekali. Beberapa kali saya sempat melihat mereka latihan, makanya semakin semangatlah saya menonton.
Kemudian…kriuk..kriuk…perut saya mulai keroncongan..
Alhamdulillah….makan siang yang disediakan oleh KJRI Hamburg sudah tersedia.
Lontong dan nasi putih dilengkapi dengan lauk pauk berupa Opor ayam, Sambal goreng hati dan Sayur santan…sambal terasi..kerupuk udang..dan buah anggur yang manis. Yang berkesan bagi saya…meja itu di dekor dengan tebaran petal-petal bunga mawar merah. Mirip-mirip dekor mawar ala dinner table-nya resto Persia bernama Saliba. Wiih..Romantiss…(hiyaa..kumaattt kumaaattt)
Alhamdulillah…hampir semuanya nambah dan makanan tetap berlimpah.
Sambil memutar ulang ingatan ttg postingan Mpok Iin setahun yang lalu tentang pengalamannya di KBRI Tokyo, saya bersyukur bahwa KJRI Hamburg benar2 terbuka, penuh suasana kekeluargaan dan bagaikan rumah kedua bagi masyarakat Indonesia di Hamburg.
Saat makan-makan..kamipun memanfaatkan waktu untuk bersilaturahmi. salam-salaman.. maaf-maafan….
Beberapa ibu-ibu menyapa Rina langsung,,,"Ini tamunya yang dari Hanover yah?"
Dan belum apa-apa sudah banyak undangan ibu-ibu untuk Rina.
"Les, hayuk atuh ke rumah…itu Rinanya juga di ajak…"
atau
"Les..itu Rina ajak main aja ke rumah saya..nginep di rumah.."
hehehehe…tuh kan..terbukti dong kalau Celeb Hanover ternyata termasuk golongan orang-orang YST di Hamburg??!
Omong-omong soal YST…*wink-wink*
Sayang, karena suatu dan lain hal….niatan saya untuk membuat foto bersama antara celeb Hanover YST dengan Celeb Berlin YST diurungkan karena hal itu nampaknya tidak memungkinkan karena kesibukan masing-masing.

Masih ttg YST, ternyata ada YST lain…Bettina. Ternyata Rina sudah beberapa kali lihat profile Betti di FS dan Multiply. Jadilah ada kopdar dadakan antara Rina dan Bettina.
heheheh..seru juga…
Sebenarnya saya juga ada kopdar sambilan dengan Uwie teman saya di Multiply. Yang selama ini satu kota tapi kok ya nggak pernah ketemu dan cuma bertukar komen di MP. Tapi berhubung si Uwie juga sibuk dengan teman-temannya dan menghilang entah kemana..kali nggak sempat foto-foto bersama. Hayo Wiee..Kopdar lagi yaa!!
aduh…
kok jadi panjang bgt ceritanya…udah kayak mau bikin artikel di koran aja.
Melirik jam…
*glek*
Saya ada janji dan harus pergi sekarang juga.
Hmmh…Ceritanya bersambung..Insya ALLAH begitu ada kesempatan lagi saya akan lengkapi postingan dan ceritanya dengan foto-foto….
Lebaran di Hamburg ‘07

Alhamdulillah…
Lebaran yang menyenangkan..lebaran yang nikmat yang tidak mungkin tidak saya syukuri…
Bahagia
Bahagia
Bahagia…
……………lebaran yang indah penuh romantika.
Terima kasih ALLAH, telah Engkau kabulkan doa hamba dan telah Engkau beri semua ini, melebihi apa yang mampu hamba minta…
Foto-foto lebaran silahkan lihat di sini….
——————–
Lebaran tahun ini seru..
Dimulai dari menyiapkan hidangan, takbiran, hingga jalan-jalan, lebaran kali ini juga merupakan acara kopdaran.
Untuk temen-temen BDku tersayang (terutama si Iin yg telah ngenalin ke Rina), cerita bergambar tentang kopdar sama Rina menyusul yaaaa…
Yang jelas, seneng banget bisa kopdar bareng celeb Hanover satu ini. …hihihihi…
Selamat Idul Fitri
Ja’alanallahu wa iyyakum minal aidin wal faizin
"semoga Allah menjadikan kami dan anda sebagai orang-orang yang kembali dan beruntung (menang)"
Taqabbalallahu minnaa wa minkum…
Wassalamua;aikum wr wb,
Kel. Andrivo Rusydi

8 Habits (yang pada ngasih Pe-Er..ini udah dikerjain lho yaaaaaaaaaaaa!!!)
Hmmm….udah nggak tahan ditimpukin Pe-Er sama temen-temen cantik. Isinya suruh nulis 8 kebiasaan.
waduh…butuh berhari-hari nih buat mikir..apa sih kebiasaan saya yang susah dihilangkan??
1. Ujian.
Suka
ngepel dan bersih-bersih di saat menjelang ujian atau test. Masih aja
lho ini kebiasaan sampai sekarang. Kalau besoknya ujian pasti udah siap
dengan ember pel dan kain lap. Bukannya belajar malah ngepel dan
bersih2. Abis itu capek trus tidur nyenyak. Makanya..lebih baik
ndengerin guru atau dosen saat pelajaran dari pada ngandelin belajar
menjelang ujian. Karena belajar sistem kebut semalam itu isinya bakal
cuma ngepel dan lap-lap.
Kalau lagi belajar sukanya sama
tempat yang luas. Kertas2 dan buku2 semua dibeber. Trus abis itu kalo
ngantuk bukunya jadi bantal. Berharap itu ilmu2 tertransfer dengan
sendirinya melalui proses osmosis. Kalo nggak mempan…..itu catetan
dicemplungin ke dalem air lalu airnya diminum……
haaa….percaya yaaa??.yang terakhir mah…becandaa….hehehehehe
2. Bobo
Pakai
selimut. Kalau panas ya selimutnya tipis. Kalau dingin ya selimutnya yg
tebel. AC/Kipas angin musti di matiin sebelum bobo. Jendela tutup
rapet. Kalo nggak, begitu bangun bukannya seger malah jadi sakit.
Setelah
nikah kalau suami pergi jauh biasanya langsung kena insomnia
akut.Mungkin bakat jadi tukang ronda kali ya? kalo sepi susah tidur
tapi kalo ditengah keramaian bawaannya ngantuk.
3. Makan n minum
Bisa
nahan diri nggak makan untuk waktu yang lama asal jangan nyicip
apa2…karenaaaaaaaaaaa… kalau sesuaaaap aja udah mengawali masuk
mulut biasanya gak bakal berhenti dan gak kenyang-kenyang.
Paling
nggak suka kalau makan bersisa. Lebih baik ambil sedikit-sedikit lalu
nambah-nambah terus dari pada ngambil langsung banyak terus nggak abis
lalu dibuang.
Cinta bgt sama air putih. Nggak suka soda.
4.
Nggak suka nonton TV. Dulu waktu masih ikut orang tua…kayaknya gak
pernah kerasa kalo ada TV di rumah. Banyak bgt kegiatan yg bisa
dilakukan tanpa harus nonton TV. Jarang bgt ke Bioskop. Kalo ada film
bagus, baca resensinya, pinjem atau beli DVDnya.Enakan nonton di rumah
bisa diulang2.
5. Nggak suka SMS. Bener2 nggakbisa diandalkan
dalam hal ber SMS ria. Kalo udah jengkel sendiri sama tombol2 HP buat
SMS, biasanya langsung angkat telpon. Lagian, kalo nggak perlu perlu
amat..kan bisa di email atau pakai telpon rumah. SMS bisa2 baru saya
baca dan bales sehari kemudian atau beberapa hari kemudian.
6. Salon
Nggak suka nyalon. Bersyukur bgt nggak SALON addict. Di Jerman denger2 salon kan mahal gitu dan nggak ada budget buat itu.
7.
duuh…masin nomer tujuh yah….hmm apa yah? hhmmm Domestic
tasks..
Dulu suka bgt berkebun. Sekarang jarang..Wohnung sempit,
‘infrastuktur’ nggak memadai buat berkebun. Tapi sekarang pelampiasan
jadi menghabiskan waktu lebih lama di dapur. Mengejar
ketinggalan…karena dulu lebih milih main tanah dan cacing daripada
main bumbu. Bunga kesukaan: bunga apa aja..bahkan bunga Raflesia
Arnoldi! Preference untuk vas bunga yg kecil2 menyebar seperti
baby-breath…penawar unsur solitaire dalam jambangan. Tapi jika masih
di pohon suka bgt sama bunga melati, kamboja, cempaka, kenanga serta
sedap malam. (hiii….kok??….)
8. Romantis kronis.
Tapi
rasanya sih nggak kelihatan dari penampilan luar. Nggak gampang nangis,
tapi kalau udah kena satu titik haru yang tepat (macam titik akupunktur
lahh!)…hal yang gak penting aja bisa bikin nangis tersedu-sedu. Suka
terpana-pana melihat pemandangan yang terjadi didepan mata.
Sungguh…tiap memandang sesuatu di depan mata ..selalu saya cari sisi
indahnya. Bayangkan jika tanpa dicari sudah jelas jelas
indah…ahhh…langsung bergetar hati ini…terharu…merinding…
Yah?
ternyata Pe-er tak hanya sampai di sini..saya harus menimpuk orang lain
untuk ngerjainnya. Kasihan sih….apalagi buat yang kira-kira males
ngerjainnya….tapi…..tetep timpuk ahhh…
1. Afifi
2. Meli
3. Mbak Irma
4. Dedi
5. Betti
6. Mbak Maya BD
7. Mas Marcell BD
8. Mas Naldi BD
Diwan
- Ob der Koran von Ewigkeit sei?
- Darnach frag’ ich nicht ! …
- Daß er das Buch der Bücher sei
- Glaub’ ich aus Mosleminen-Pflicht.
- Dass aber der Wein von Ewigkeit sei,
- Daran zweifl’ ich nicht;
- Oder dass er vor den Engeln geschaffen sei,
- Ist vielleicht auch kein Gedicht.
- Der Trinkende, wie es auch immer sei,
- Blickt Gott frischer ins Angesicht.
- (WA I, 6, 203)
- Whether the Koran is from eternity?
- I don’t question it..!
- That it is the book of the books
- I believe from Moslem’s duty.
- That however the wine is from eternity,
- I don’t doubt it
- Or that it is created before the angels,
- Is perhaps also no poem.
- The drinking, however it is,
- God more freshly looks in the face.
Siapa yang nulis ini?
Yang jelas bukan penulis postingan blog picisan macam saya.
Dia adalah Johann Wolfgang von Goethe…salah
seorang jenius kondang yang punya nama besar bak Shakespeare dalam
dunia literatur Jerman. Penulis yang sekaligus seorang Jurist dan
Scientist.
Cuplikan tulisan di atas cuma secuil dari "Diwan"
salah satu dari deretan karya Goethe. Sebentuk karya yang menurut saya
bahwa jenius Jerman ini mewakili pemikiran yang luas dan global pada
zamannya.
Toleransi yang bebas, intelek dan indah.
Sayang, bahasa Jerman saya jauh dari level yang memadai untuk membaca karya-karyanya yang asli….
perasaan dan ke-sok-tahuan saya mengatakan setiap karya yg diterjemahkan, kehilangan banyak jiwanya.
Mau belajar bahasa Jerman yang bener sih…tapi… duh
seringnya otak saya ini kok bebal ya?
*glek*
Apalagi kemungkinan besar kami tak kan tinggal lama lagi di Jerman. Pindahan lagi. Dan mungkin belajar bahasa baru lagi.
Oh
Duli Tuhanku..begitu lapangnya bentangan ilmu dan nikmatmu untuk
dipelajari, namun begitu sempitnya waktu dan kemampuan hamba yang kecil
laksana debu-debu yang beterbangan ini.
Bagaimana hamba berani untuk durjana durhaka?
"Which is it, of the favours of your Lord, that you deny?"
(repeated 31 times in QS 55 Ar Rahman)
Naah..Goethe nulis gitu, saya jadi ingat target tadarusan saya!
Akhirnya ke Dokter…

Setelah
seminggu sakit flu gak beres-beres, malah batuk ini semakin jumawa
memompa rongga dada, akhirnya sayapun menyeret langkah ke Hausarzt saya di Altona.
Apalagi
tadi pagi uda Andri sebelum terbang ke Illinois sempat-sempatnya nelpon
dari Amsterdam hanya untuk bertanya dengan nada tinggi…."Hayooo Sayangggg…udah ke dokter belummm!!!!??"
*sigh*
Entah kenapa saya sedang nggak semangat ke dokter. Padahal dokter saya itu baik bgt.
Beliau orang Indonesia keturunan cina yg sudah lama menetap di Jerman.
Seperti yang sudah saya duga, sang dokterpun kaget mendengar penjelasan saya yang sudah seminggu flu dan berkata: " Wow..flu dan batuknya udah seminggu? Kenapa kamu baru sekarang kemari?!!"
"Saya pikir flu biasa dok.."
Saya
menjelaskan satu persatu obat apa saja yang telah saya minum sambil
menunduk malu di hadapan dokter karena ketahuan banget sok tahunya.
*nyengir*
"nngg… dok..saya udah nenggak…Paracetamol..Sinupret..Silomat..Accut 600..Mucosulvan.."
Pak dokterpun ikutan nyengir dan lantas mencoret-coretkan penanya. Resep.
"Ya wiss…ini sekarang saya bom pakai antibiotik dan obat batuk plus obat tidur"
"Kamu nggak bisa tidur kaaaan?"tebak sang dokter
"ya
enggak bisalah dok..gimana bisa nyenyak tidur kalo batuknya heboh
gini….nih otot perut saya aja sampai jadi mirip2 six pack gini
gara-gara batuk"
Oh..omong-omong
tentang perut kamu yang ’six-pack’ itu. (ehh percaya loh beliau
) saya
dapet file kamu dari dokter xxx. ..bla-bla..(kami pun membicarakan perihal kesehatan saya yg berkaitan dengan pemeriksaan oleh dokter lain)
"Ok deh.. di resep itu saya kasih sedikit obat tidur. Semoga cepat sembuh yaa..istirahat yg cukup"
"Sip Dok.makasih ya Dokter…"
O ya… yang namanya istirahat itu banyak tidur..jangan kebanyakan pergi-pergi dan main internet!



paranormal juga ya dok?



