Discussion

September 30th, 2007

Someone said:

"If your heart and brain closed and afraid of discussion, you’d better speak no nasty thing about what I believe"

(picture from last winter, by my ‘RIP’ Siemens cell-phone with it’s additional flash)

Jeruk purut

September 27th, 2007

Kaffirlime
Sudah memasuki hari ketiga saya sakit. Lumayan memaksa saya untuk juga puasa ngomong karena suara saya nyaris hilang. Sambil menikmati badan yang meriang saya merenung di atas kasur dan somehow ingatan saya jadi melayang ke "JERUK PURUT".
EH? Buah Jeruk Purut atau pemakaman Jeruk Purut?
Both…baik buah jeruk purut maupun pemakaman jeruk purut.

Buah Jeruk purut:
Sari jeruk purut sama nggak yah dengan sari jeruk nipis yang nikmat jika di siram air panas dan diminum hangat hangat? jika ya tentu sedap sekali jika saya minum untuk meredakan kekalutan di ruang tenggorok saya.

Pemakaman Jeruk Purut:
Omong omong soal meriang..saya jadi ingat salah satu tanda2 menjelang 100 hari kematian. Ah..tapi bagaimana bisa seseorang mengartikan tanda2 pergerakan tubuhnya dan membedakan anomali yang terjadi dalam tubuhnya sebagai sakit biasa dengan sebagai tanda-tanda kematian? Wallahualam..
Well..Death …God knows when..tapi saya selalu ketakutan luar biasa sekaligus bahagia luar biasa jika ingat akan kematian. Ketakutan akan minimnya pengetahuan saya tentang mati sekaligus kebahagiaan bahwa dengan mengingat mati, adalah lebih dari cukup bagi saya untuk mengingat-NYA dan berbagai konsekwensi logis lainnya.

Nah sekarang jadi ingat rumah masa depan. Rumah yang saya nggak tahu berapa lama akan menghuninya. KUBUR.

Ingat Kubur jadi ingat bentuk kasat matanya, PEMAKAMAN. nah..inilah yang ada kaitannya dengan jeruk purut tadi..Pemakaman Jeruk Purut.

Saya punya pengalaman yang nyatanya belum bisa saya lupakan di Pemakaman Jeruk Purut ini.
Yah..maklumlah..rasanya memang agak sulit melupakan pengalaman dua kali  tengah malam ke Jeruk Purut dalam rangka jurit malam Pramuka di SMP 56 (Kali pertama saat saya menjadi junior, kali kedua, setahun kemudian saat saya menjadi senior).
Berjalan sendirian di dalam sebuah pemakaman pada tengah malam dengan hanya bermodalkan sebuah lilin. Mencari jejak di malam hari dan bersimpuh di makam Arie Hanggara serta sempat-sempatnya merangkai bunga di sebuah kubur yang masih basah. Sambil harap-harap cemas ditakut-takuti senior.

Ada-ada saja jurit malam Pramuka SMP 56 dulu. Kini, jika mengingat kembali saat-saat itu..saya jadi geleng-geleng kepala sendiri. Jurit malam kok dijadikan ajang uji nyali.

Saat itu, pengetahuan saya tentang kubur nyaris nol. Mungkin karena itu saya tidak takut. Tapi memang sebenarnya saya tidak perlu takut….karena toh nantinya saya akan masuk ke kubur. Hanya saja..harusnya saya tahu, bahwa sebagai manusia yang masih hidup ternyata ada adab-adab memasuki pekuburan.**

Pemakaman bukanlah tempat ibadah. Tapi juga bukan tempat bermain atau ajang uji nyali. We must pay respect to the death. We just don’t know how hard life can be, down there.

Tapi ..tidak..saya tidak ingin memandangnya sebagai pengalaman yang buruk. Selalu ada pelajaran yang bisa diambil. Pengalaman saya ikut pramuka di SMP 56 merupakan pengalaman istimewa bagi saya. It gave me so many extraordinary momments which brought various hues and tone in my ordinary life.

http://tbn0.google.com/images?q=tbn:uedY0FTkVzjh6M:upload.wikimedia.org/wikipedia/id/f/fc/Hantu_Jeruk_Purut.jpg

Demi menulis postingan ini sayapun membaca resensi film horor "Jeruk Purut".
Cuma resensinya saja.
Saya sama sekali tidak pernah tertarik menonton film horor.
Lho astaga..kok routenya hampir sama dengan route jurit malam pramuka dulu?

PS:
Postingan ini saya dedikasikan kepada teman-teman pramuka saya, baik junior maupun senior saya yang beberapa namanya ada di list Friendster saya.
Salam Pramuka Kak! Salam Pramuka Dik!

**
SUNNAH-SUNNAH NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM KETIKA BERZIARAH KE PEMAKAMAN KAUM MUSLIMIN

Pertama
Mengucapkan salam kepada mereka.

Dalilnya ialah:
‘Aisyah
radhiyallahu ‘anha pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam: “Wahai Rasulullah apakah yang harus aku ucapkan
kepada mereka (kaum Muslimin, bila aku menziarahi mereka)?” Beliau
men-jawab: “Katakanlah:

"Artinya : Semoga dicurahkan
kesejahteraan atas kalian wahai ahli kubur dari kaum Mukminin dan
Muslimin. Dan mudah-mudahan Allah memberikan rahmat kepada orang yang
telah mendahului kami dan kepada orang yang masih hidup dari antara
kami dan insya Allah kami akan menyu-sul kalian.’”

[Hadits SHAHIH riwayat Ahmad (VI/221), Muslim (no. 974) dan an-Nasa'i (IV/93), dan lafazh ini milik Muslim]

Buraidah
berkata: “Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan
kepada mereka (para Shahabat) apabila mereka memasuki pemakaman (kaum
Muslimin) hendaknya mengucapkan:

"Artinya ; Mudah-mudahan
dicurahkan kesejahteraan atas kalian, wahai ahli kubur dari kaum
Mukminin dan Muslimin. Dan insya Allah kami akan menyusul kalian. Kami
mohon kepada Allah agar mengampuni kami dan kalian.’”

[Hadits
SHAHIH riwayat Muslim (no.975), an-Nasa-i (IV/94), Ibnu Majah (no.
1547), Ahmad (V/353, 359 & 360). Lafazh hadits ini adalah lafazh
Ibnu Majah]

Kedua
Mendo’akan dan memohonkan ampunan bagi mereka.

Dalilnya:

"Artinya
:Aisyah berkata: “Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah
keluar ke Baqi’ (tempat pemakaman kaum Muslimin), lalu beliau
mendo’akan mereka.” Kemudian ‘Aisyah bertanya tentang hal itu, beliau
menjawab: “Se-sungguhnya aku diperintah untuk mendo’akan mereka.”
[Hadits SHAHIH riwayat Ahmad (VI/252)]

Kurma Segar

September 25th, 2007


 
Kemarin saya berbuka dengan kurma segar yang saya beli di SonMez dekat Hauptbahnhof.
Rasanya
jauh berbeda dengan kurma yang sudah mencoklat dan dikeringkan. Kurma
segar ini agak sepet dan kelat. Walaupun manis ada sedikit rasa getir,
mungkin dari getahnya. Teksturnya lebih keras dan crunchy.
Entah
mengapa saya jadi teringat rasa sabut kelapa yang masih sangat muda di
kampung kakek saya dulu. (halah..ketauan deh suka makanin sabut kelapa
muda..)

Dulu saya sempat ’sedihkarena saya merasa selera saya nggak nyunah. Lho, kenapa?
Soalnya
saya nggak suka kurma. Selama ini kurma yang saya kenal adalah kurma
yang sudah dikeringkan yang warnanya coklat. Teksturnya yang lengket
dan terlalu manis agak janggal dimulut saya. kalaupun saya makan
kurma..saya pilih yang agak kering dan tidak penyek-penyek.

Sekarang masih ’sedih’? tidak lagi..
Karena ternyata saya suka kurma.
Kurma yang segar.

PS:
Kata ibu-ibu waktu pengajian di KJRI..konon kurma segar ini banyak manfaatnya.
Tapi ketika saya tanya apa manfaatnya, jawabannya hanya senyuman-senyuman manis dari para ibu itu..
Waduh..penasaran

Bisa di Google nggak ya? tentunya ..

Kebetulan saya nemu tulisan di sebuah blog tentang Kurma. Monggo di klik di sini.

Mukena Baru

September 24th, 2007

:))

Alhamdulillah…

100_5662Ramadhan ini punya mukena baru. Kiriman dari Mama di Padang (ibunda mertua saya) yang dititipkan lewat uda.

Terima kasih Mama!!!

100_5666
hmm…
Sebelum masuk ember cucian…dicoba dulu ahh…

Menjelang Musim Gugur…

September 21st, 2007

Foto-Fotooooooo…..

//images.wayanlessy.multiply.com/image/14/photos/39/400x400/2/daun%20merah.jpg?et=xuZzL6XdM5iThHVWh%2Cce9g” cannot be displayed, because it contains errors.
//images.wayanlessy.multiply.com/image/8/photos/39/400x400/9/Daun%20merah4.jpg?et=Tn7nQFMwbZ0X9zqfP7B7Zw” cannot be displayed, because it contains errors.//images.wayanlessy.multiply.com/image/13/photos/39/400x400/3/Taman.jpg?et=pTjN8EgUzsX5kOPm7h4Lfw” cannot be displayed, because it contains errors.
//images.wayanlessy.multiply.com/image/9/photos/39/400x400/4/taman%202.jpg?et=78QPw6KLbiB6FVkb5zTfGw” cannot be displayed, because it contains errors.

//photos-941.friendster.com/e1/photos/14/91/16931941/1_404494690l.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

Karnval der Kulturen Hamburg 2007

September 20th, 2007

//images.wayanlessy.multiply.com/image/17/photos/37/400x400/6/Karnavalan.jpg?et=ytcarvHHymFar0s0b1iGqQ” cannot be displayed, because it contains errors.

Wah..belum sempat posting tentang karnaval Sabtu yang lalu nih…
Padahal acara karnaval begini seru, sayang kalau nggak saya posting dan lewatkan begitu saja.

Dalam acara karnaval budaya seperti ini,

selain bisa melihat kostum dan budaya dari berbagai bangsa dalam satu acara….adalah kesempatan untuk merasakan jalan kaki di tengah-tengah jalan raya. 

Kapan lagi pakai kostum-kostum ngejreng di jalan raya dengan pe-denya ditengah jalan raya kalau bukan saat karnaval begini?

Dsc05805Kalau tahun lalu saya ikutan karnaval Altona pakai kostum Legong Bali..Karnaval kali ini saya kebagian kostum Merak Biru bareng anak-anak..hehehe..
Di foto sebelah kiri ini, ceritanya saya ibunya Merak!!!

Berhubung saya nggak bawa kamera, jadi numpang kameranya para fotografer on duty pada hari itu saja. Motret bermodalkan kamera HP kayaknya kurang mantap…

Kamera di HP hanya bisa sekedar melampiaskan sedikit dari bakat narsis yang terpendam….
//images.wayanlessy.multiply.com/image/9/photos/37/400x400/13/7573_mR.jpg?et=rbV8UXgLfsqwnZRjTMPq9A” cannot be displayed, because it contains errors.

//images.bedav.multiply.com/image/5/photos/28/500x500/55/IMG_7607_klein_oR.jpg?et=ocYZsH2LY%2CuO%2BawTJ7b0ZA” cannot be displayed, because it contains errors.

Sayang kali ini Indonesia tidak mendapat ranking. Maklumlah..sebagian besar sedang berpuasa…jadi selain anggota kontingen yang kurang banyak, gerakan-garakan juga diminimalisir untuk menghemat tenaga…misalnya Reog yang beratnya minta ampun itu cuma tampil waktu udah di dekat juri. Nggak kuatlah menggerakan Reog sepanjang karnaval apalagi walau cerah tapi angin Hamburg menjelang musim gugur bertiup lumayan kencang dan…dingin…brrr….

Untuk lebih lengkapnya cerita tentang karnaval ini saya rasa blog mbak Retno atau website KJRI Hamburg atau Blognya Betti yang lebih mantap liputan dan foto-fotonya. Monggo… silahkan kunjungi site-site tersebut untuk cerita karnaval lebih lanjut.

//images.bedav.multiply.com/image/7/photos/29/orig/12/IMG_7116_SW_klein_oR.jpg?et=%2B%2Ba%2Bz5i57iPeQ8c2mFc7WA” cannot be displayed, because it contains errors.

Solitaire

September 20th, 2007

//images.wayanlessy.multiply.com/image/3/photos/8/400x400/26/Solitaire.jpg?et=E%2B%2CTz16tanCz7Ohk1FMvVw” cannot be displayed, because it contains errors.

Its the time embracing the autumn.
Still, I am breathing the air with the spring scent in it.

I took this picture last spring time.
Nothing extraordinary about it, really….
But somehow I have my special feeling about this picture from the first time I took it, since the first time I saw it.
And I knew from the very first time..that I should name it "Solitaire".
and unexpectedly….I’ve pictured this picture in my heart without any particular reason.
Silly but true, a special drawer where it can be saved solitary, even provided there.
For its meaningfulness which indescribable by words.

I found this Solitaire song extraordinarily compatible with the ambiance and the hues of my heart.
Now and then…every time I look at this picture………

So Solitaire

*sigh*

Click the title of the song for downloading and click here for watching the clip.

Solitaire

Artist: Clay Aiken
Song: Solitaire

There was a man, a lonely man
Who lost his love through his indifference
A heart that cared, that went unshared
Until it died in his silence

And Solitaire’s the only game in town
And every road that takes him, takes him down
And by himself, it’s easy to pretend
He’ll never love again

And keeping to himself he plays the game
Without her love it always ends the same
While life goes on around him everywhere
He’s playing Solitaire

Another day, a lonely day
So much to say that goes unspoken
And through the night, his sleepless nights
His eyes are closed, his heart is broken

And Solitaire’s the only game in town
And every road that takes him, takes him down
And by himself it’s easy to pretend
She’s coming back again

And keeping to himself he plays the game
Without her love it always ends the same
While life goes on around him everywhere
He’s playing Solitaire

A little hope, goes up in smoke
Just how it goes, goes without saying
Solitaireee
And by himself it’s easy to pretend
He’ll never love again
Ohhh

And keeping to himself he plays the game
Without her love it always ends the same
While life goes on around him everywhere
He’s playing Solitaire
Solitaire, solitaire

9 scala Richter? Are you kidding me??!

September 19th, 2007

Semoga nggak menjadi kenyataan…

Indonesia’s big one ‘on its way’

  • Story Highlights
  • Experts: 3 major quakes in past week increase chance of major disaster
  • On the equator, Sumatra holds the deadliest stretch of ocean in the world
  • Driven by the plate beneath the Indian Ocean, the entire coastline is flexing
By Hugh Riminton
CNN

PADANG, Indonesia (CNN) — An international team of earthquake specialists says Indonesia faces another potential "giant" quake in the near future.

The
scientists, including a team from the California Institute of
Technology, says three major quakes in the last week have increased the
likelihood of a major disaster.

CNN traveled to the earthquake
zone with a scientist who deliberately puts himself in the path of the
world’s most powerful quakes.

Smack on the equator, Indonesia’s Sumatra island holds the deadliest stretch of ocean in the world.

"You’d
see a strip 30 meters high, stripped down to bedrock," says John
Galetzka, a former U.S. Army ranger who is now adventuring on another
frontline as an earthquake geologist. He is investigating the fault
line that sparked the 2004 tsunami and, in recent days, three more
powerful quakes.

Last Friday, Galetzka shot video footage of the shaking beach, with startled locals scrambling upshore.

His
thoughts turned immediately to the tsunami danger, and his command ship
offshore. Just moments later he caught the panic near the beach, as he
saw families evacuating to the hills about 200 meters behind their
village.

The day before, another big quake struck — larger, but
further away. Galetzka recalls the long slow waves and a shivering
water bottle. For the American geologist, this is where theory meets
reality.

"I just felt like the luckiest man alive to feel two
strong events," he says. "You can almost hear the excitement in my
voice — oh my gosh, this is it, this is it …"

Galetzka is now
examining the evidence that his team believes indicates the arrival
another giant earthquake, and possible tsunami.

He has
established a network of position-markers, linked by satellite, that
show a constant creep, northeast, among the islands on Indonesia’s
Indian Ocean frontier. The first one was placed in August 2002.

The
30 measuring stations along Sumatra’s western coast tell an ominous
tale. Driven by the plate beneath the Indian Ocean, the entire
coastline is flexing, as the earth literally bends. The pressures are
already enormous, and at some point probably soon, they will become
intolerable.

The implications are terrifying.

"Eventually it has got to release in (the form) of giant earthquake," states Galetzka matter-of-factly.

It
could be a rare magnitude-9 quake, and with the plates so tightly
sprung, it will happen sooner, he believes, rather than later.

Knowing what he knows, does he worry about the people living along this coast?

"I
absolutely do," he replies. "I tell them to be prepared. Whenever I am
in Padang I think about my escape routes, almost every moment."

As
he criss-crosses around the islands, searching for data, Galetzka says
his aim is to save lives. But he, more than anyone, knows the risks –
that one day he’ll confront a giant wave, a tsunami powerful enough to
swallow islands.

The geologist’s voice quivers as he imagines "the big one."

"If we saw it, we’d just head right into it. I’d shake your hand and say, good luck!"

All AboutU.S. Geological SurveySumatraIndonesia

   

Pempek ala Hoegenstrasse

September 18th, 2007

Pempek
Dua hari berturut-turut saya membuat Pempek
Palembang. Pempek seadanya, karena nggak mungkin niru aslinya …nyari
ikan Belida saja  entah di mana di kota ini…..jadi…sebut saja
.

Dari dulu saya suka banget Pempek.
Awalnya adalah waktu bapak saya bertugas ke Palembang dan Pempeklah
oleh-oleh beliau yang langsung habis ludes oleh anak-anaknya..
Nggak
nyangka kalau akhirnya saya bisa membuat Pempek sendiri sesuai dengan
selera saya….yang ingin "balas dendam" sama abang2 tukang pempek yang
kadang ebi-nya sedikitlah..cukanya kurang manteplah…ikannya kurang
banyaklah….
wah pokoknya sekarang saya banyakin ikan dan udang keringnya

Kira2 secara garis besar resepnya jadi begini:

Tapioka dan Ikannya saya buat satu banding delapan.
100 gr tapioka banding 800 gr ikan Pangasius.
Bawang putih, garam dan minyak ikan

Untuk
Cuko-nya, saya pakai gula merah, asam, cuka, bawang putih dan last but
not least…udang kering yang diblender, generously..

Pempek ini bisa disantap demikian saja setelah direbus atau kemudian digoreng sebelum dinikmati.

Hmm..nyammm enak banget!
Ah enak banget?
Hmm…..bisa jadi ini cuma narsis belaka..
tapi udah 4 kali euy..bikin pempek ini untuk menjamu tamu
dan …kata tamu2 saya..pempeknya enak!
Alhamdulillah..

Speculaas

September 16th, 2007

SpeculaasDuh biyung…
Seminggu ini acara benar-benar padat.
Minggu depan juga.
Heran juga…kenapa bisa begini.
Baterai saya sudah hampir habis, bahkan terlalu sedikit  untuk sekedar menyulut insomnia.

Di pojok ruangan ini, kini saya seorang diri.
Hanya secangkir teh, dan beberapa keping Speculaas buah tangan dari negeri kincir angin yang menemani saya menyaksikan senja yang melarut.

hmm…nikmat!