(Boeing 777-300) Way back into love.

June 29th, 2007

//boeing.com/commercial/777family/images/777_tail_K63364-01.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

Hmm? Way back to love?
*Nyengir*
Sebenarnya judul di atas kurang tepat ..karena maksudnya adalah way back into blogging in Germany. :D

Akhir-akhir ini kayaknya agak susah menyeret tangan saya untuk posting. Bukan karena tidak ada ide (justru sebaliknya) tapi karena saya merasa kurang tidur.
Rasanya kurang pas juga kalau saya menyalahkan "jet lag" sebagai penyebabnya. Tapi apa boleh buat, saya hanya punya sedikit alasan lain yang kurang berarti untuk dijadikan kambing hitam.

Akhirnya_sampai_juga_di_frankfurt
Tiket perjalanan kami kali ini dengan Rail & Fly. Mencoba paket hemat. Penerbangan kali ini hanya sampai Frankfurt. Dari Frankfurt perjalanan ke Hamburg kami tempuh dengan ICE. Nicht slecht. Tapi tidak dianjurkan bagi anda yang tidak punya banyak waktu.

Jarak terbang sekitar 13 jam dengan Singapore Airlines (SIA) sebenarnya cukup nyaman walau kami bukan penumpang First Class. (Thanks to my hubby yang mau mendown-grade jatah tiketnya jadi kelas ekonomi demi duduk dekat dengan saya). The New Economic Class menyediakan banyak kenyamanan baru. Selain hidangan yang cukup lezat dan banyak pilihan. Layar monitor inflight entertainment Krisworld yang menawarkan banyak pilihan dari hiburan hingga pelajaran bahasa, secara teoritis membuat penerbangan jauh dari perasaan membosankan.
*Oiiih…kok jadi seperti mengiklankan SIA sih?!!*

Namun apadaya…semakin hari saya semakin rewel kalau terbang. Segala panca indra menjadi semakin sensitif. Seolah olah saya bisa merasakan segala getaran di mesin pesawat hingga kilatan guntur dan halilintar diluar. Padahal saya terbang siang dan jendela ditutup. ( Lha? kok tahu ada halilintar? hehe..sok tahu banget yak?)

Jika mengingat waktu kecil saya suka sekali terbang dan dengan gembiranya menikmati saat turbulence (gila juga!) pesawat miring ke kiri dan ke kanan, juga saat take off serta landing, maka perasaan saya sekarang ini merupakan hal yang menyebalkan. Saya berubah menjadi paranoid? (oh..mudah mudahan tidak!)

Hampir di semua pesawat yang baru, menyediakan sarana bagi penumpangnya untuk memperoleh informasi standar menganai penerbangan di layar monitor. Mungkin..diantara banyak penumpang yang sedang menikmati layar Krisworldnya masing-masing, saya termasuk yang paling sering memantau perjalanan penerbangan. Seperti sudah berapa lama penerbangan berlangsung, posisi pesawat, kecepatan pesawat, suhu udara, ketinggian….dsb. Sampai kata suami saya: "ah kamu..mau tahuuu aja!"

//www.aerospaceweb.org/aircraft/jetliner/b777/b777_15.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

Rasanya ini adalah kali kedua saya naik Boeing 777-300ER.  Entah hanya perasaan saya  namun kok sepertinya mesinnya ribut sekali.  Bener lho..perasaan saya bisa merasakan kalau pesawat mempercepat putaran turbinnya…dan sungguh, ini bukan perasaan yang saya idam-idamkan. "Nggguuuuuuuunggg…..ziiiiiiiiiiiiing"…begitulah bunyinya. Getaran dan dengungan yang sama dengan ketika pesawat baru lepas dari Garbarata dan memanaskan mesin. Masak sih pesawat belum terbang saja saya sudah jadi deg deg-an demi mendengar suara mesinnya yang keras sekali? wah…gawat! Ini pasti bukan karena bentuk buntutnya yang berbeda!

//www.netcomposites.com/images/777-300ER.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.
Rasanya hal ini tidak saya rasakan ketika naik Airbus. Hmm..atau ini cuma kebetulan saja ya?
*ragu-ragu takut dituduh memfitnah Boeing*

Hmh…alhasil saya tidak bisa tidur. Secara fisik, sebagian besar waktu di dalam pesawat saya habiskan hanya dengan memberi beban pada tulang duduk dan tulang ekor saya karena tanda kenakan seatbelt terus menerus menyala. Kalau tak salah, cuaca kurang bagus sejak terbang memasuki langit India.

Beberapa permainan saya jajal dan film komedi saya tonton juga akhirnya, untuk mengalihkan perhatian saya dari penerbangan. Salah satu film yang cukup menarik adalah Music & Lyric.
//us.movies1.yimg.com/movies.yahoo.com/images/hv/photo/movie_pix/warner_brothers/music_and_lyrics/musicandlyrics_posterbig.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.
Bukan karena apa-apa…tapi karena saya yang agak "antipati" terhadap Hugh Grant cukup terkejut bahwa Hugh Grant ternyata tidak terlalu parah waktu menyanyi. Walaupun tidak bagus-bagus amat sih..tapi lumayan  dan…
yah…
Lagu "Way back into Love" -nya lumayan mudah diterima dan pas di telinga untuk sejenak melupakan bisingnya mesin Boeing yang mengantar saya On the way back to Germany, salah satu markasnya Airbus.

//sg.yimg.com/xp/afp/20061221/11/1980940430.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.
(Photo by AFP)

Mungkinkah pada penerbangan saya berikutnya saya akan mencoba Airbus belanjaan SIA yang terbaru?
Wallahualam..

Laporan mudik - Pamit

June 23rd, 2007

Alhamdulillah…banyak dari sekian cita-cita yang ingin dicapai pada misi pulang kampung kali ini telah tercapai. Bukan target belanjaan atau pelancongan, tapi target bertemu keempat orang tua dan keluarga, serta sanak saudara dan teman teman hingga para sesepuh dan "leluhur".

Sayangnya masih saja ada beberapa kerabat dan sahabat yang tidak sempat saya temui kali ini. Ah..ingin hati memeluk gunung apa daya tangan tak sampai. Ingin hati bertemu dengan semuanya, apa daya tiket kembali ke Jerman telah melambai-lambai bak nyiur di pantai.

Terima kasih banyak bagi teman-teman yang sudah meluangkan waktunya bersilaturahmi. Semoga kali lain kita akan bertemu lagi yaaaaa!. (amin)

Insya ALLAH foto dan cerita-cerita singkat ketika di Jakarta, Padang dan Bali akan saya posting di posting berikutnya..namun untuk saat ini, saya sudah harus mulai packing dan bebenah barang bawaan bekal merantau.

Duh,..belum apa-apa saya sudah rindu. Terlebih ketika saya mulai menuliskan kata pamit dan kalimat untuk mohon doa restu.

Mengapa ya, saya selalu gagal untuk menepati janji pada diri sendiri untuk berhenti mudah terharu?