Laporan mudik 2

May 28th, 2007

100_3553Lagi-lagi laporan singkat mudik. Kali ini "edisi Hallo-hallo Bandung" dan kopdar dengan bu Poppie.

:D Namun sayang..berhubung sudah berselang beberapa hari, saya sudah tak bisa memberikan cerita detailnya. Tapi walaupun banyak yang terlupa, saya belum pikun kok. =D

Buktinya?

Saya masih ingat betul bahwa hari Kamis yang lalu saya mengunjungi adik-adik ipar saya yang kuliah di ITB, di kota Bandung. Hari Jum’atnya saya berkunjung ke rumah bu Poppie di Bandung.

Lucunya, omong-omong soal lupa dan pikun…saya naik taksi yang supir taksinya ternyata pelupa. Sangat pelupa. Saya pikir beliau bukan putra daerah karena tidak tahu daerah rumah bu Poppie dari ITB. Karena saya tanya, dengan logat sundanya yang kental, pak supir pun bercerita ..intinya..bhw semenjak dia jatuh dari motor berkali-kali (perkejaannya dulu test driver motor2) diapun jadi pelupa nama jalan2. Dan parahnya..hari ini istrinya salah membawakan kantung plastik ransum makannya, kantung plastik ransum yang biasanya berisi peta kota Bandung, kini tertukar dengan kantung yang berisi peta kota Jakarta. Yah?

100_3552Untung pak supir tahu mencari jalan walaupun lupa nama-nama jalan. Dalam waktu 15 menitpun (macet) kami sampai di rumah bu Poppie. Alhamdulillah. Pak supirnya tampak lega dan bangga. (lho?) "Tanpa peta, saya bisa!" (mungkin begitu yah serunya dalam hati?)

Rumah asri di kawasan Cihapit yang sedang di renovasi itu nampak sejuk dan nyaman auranya. Sepertinya..itu adalah pertanda bahwa penghuninya banyak berdoa.

Ketika saya masuk ke rumah lewat halaman belakang yang dihiasi kolam, saya di sambut ramah oleh seorang wanita ayu dan anggun. Siapa lagi kalau bukan mbak Endah. Mirip seperti di foto, hanya saja lebih ayu aslinya!"Horee..saya ketemu mbak Endah!!" Sorak saya dalam hati. 

Tak lama kemudian, terdengar suara seorang ibu yang sudah saya dengar melalui pembicaraan telepon tadi malam, dan bbrp hari yg lalu. Ya, itu suara bu Poppie!

Wah..begitu bu Poppie muncul, serta merta saya pun menghambur dan memeluk beliau. Benar dugaan teman2 BD..tinggi kami tak jauh beda! ternyata bu Poppie nampak lebih muda dari di foto beliau..wah..semoga nantinya saya bisa awet muda seperti bu Poppie ya? amiin.

Dua piring besar penuh jajanan tradisional Indonesia disuguhkan. Hmm…nikmat!! sambil bertukar cerita saya pun asik mengudap kue2 yang  tersaji. :D Dua wanita ramah yang menjamu saya ini benar2 breathtaking dan menyenangkan. Hingga tidak terasa..tiba waktunya saya harus pamit karena adik ipar saya sudah selesai urusannya di ITB dan menunggu saya di kampusnya itu. Wah..begini rasanya jika harus pamit dari suasana yang menyenangkan. Waktu rasanya berlalu bagai secepat kecepatan cahaya.

Bu Poppie dan mbak Endah terima kasih atas keramahan serta kebaikannya. Wah..Kue Bolen rasa Tape dan rasa Durian pun menjadi buah tangan oleh-oleh dan salam dari bu Poppie dan mbak Endah untuk saya sampaikan kepada keluarga. Nyam..enak bu! Salam dari keluarga saya di Jakarta.

Setelah dari rumah Bu Poppie saya pun berjalan2 dengan adik ipar saya dan menikmati secuil bagian dari Kota Kembang yang penuh makanan itu dan belanja alakadarnya.

Dan.. Wuzzzzzzzz….waktu lagi-lagi bak kilat meninggalkan saya. Tak terasa..saya sudah harus kembali ke Jakarta. Lucunya..butuh satu hari satu malam untuk merubah intonasi bhs sunda yg melekat dilidah saya. Padahal saya di Bandung hanya satu hari satu malam. Entah bagaimana prosesnya yah kok bisa secepat itu lidah saya terpengaruh. Hahaha..entah mengapa saya rasa hal lucu sekali hingga saya tertawa terkekeh kekeh sendirian.

Ah Kota Bandung…Insya ALLAH saya kan ke sana lagi suatu saat. Masih banyak tempat yang belum saya kunjungi dan juga..makanan yang belum saya cicipi.

.

Laporan Singkat Mudik 1

May 23rd, 2007

Alhamdulillah..sudah seminggu saya berada di tanah air. Sejauh kini saya masih di Jakarta karena ada beberapa urusan surat2 penting yang harus diselesaikan di sini dengan seksama dalam waktu yang sesingkat singkatnya.

Kegiatan saya tak hanya berkisar mengurus surat2 namun juga berkaitan dengan Keluarga dan para sahabat. Oh ya, tentu tak lupa kaitannya dengan selera makan…yup! makan-makan. Berobat kangen selera nusantara. Wah..sebaiknya tidak saya sebutkan detail menu yg sudah saya santap satu persatu di sini…nanti ketahuan seberapa banyaknya sudah kalori yg telah berubah menjadi lemak-tubuh dan parkir dibawah kulit…;))

Kriingg kriiing…

Telepon genggam saya berbunyi lagi. Sepertinya benda mungil berwarna hitam itu harus bekerja sangat keras akhir2 ini. Sampai suhunya cukup tinggi melebihi suhu kamar / ruangan standar di Jakarta tanpa AC. Ibaratnya..jika dia dipaksa bekerja lebih keras lagi, mungkin panasnya bisa menyerupai panas setrikaan. :D

Mohon maaf jika da kekhilafan dan kealpaan saya menyimpan beberapa nomor teman-teman hingga saya tidak dapat memberi kabar. Rantai keterbatasan waktu dan kesehatan juga menjadi pasung gerak, sehingga saya belum berkesempatan bersilaturahmi dengan beberapa teman baik.

Terima kasih kepada teman2 yang telah memberikan saya kesempatan untuk bertemu dan bersilaturahmi walau dalam waktu sebentar.

Sayangnya saya hanya bisa posting mudik semacam ini. Tak ada foto, karena saya lupa membawa kabel penguhubung kamera ke komputer. ;) Kali ini saya menumpang postingan dari mbak Maya dan mbak Irma tentang kodar MangPut (Thanks mbak2ku..foto2nya lucu2!) dan harap2 cemas sembari berharap agar Sofi pun menulis postingan kopdar di Plangi..

Plak ..plak! plak!….

Waduh…nyamuknya! Pantas saja di atas meja komputer disediakan krim anti nyamuk oleh adik saya. Hmm..karena penasaran, sayapun membuat percobaan: satu kaki memakai krim anti nyamuk dan satu kaki lagi tanpa krim anti nyamuk. Ternyata hasilnya, dalam waktu satu jam duduk di depan komputer di malam hari, dapat menyebabkan "motif" kaki saya benar2 berbeda satu sama lain!…ganas juga yah nyamuk Jakarta!

Postingan ini teruntuk kepada teman2 FS dan BD: Sofia, mas Andree, Mbak Maya, Titien, Mbak Irma, mbak Monna dan mas "mawar" ..terima kasih banyak ya!!!!!!!!. Senang akhirnya bisa berjumpa dan semoga persahabatan ini terpelihara dengan baik seterusnya.

PS: Mohon maaf yah temen2 BD..aku belum bisa balas komen2 di blog2 FS karena masih harus tetap berkutat dgn masalah  "Sign in" terus!!

Permisi…Maaf…Terima Kasih

May 21st, 2007

Permisi..

Satu kata yang tidak rumit dan tidak sulit untuk diucapkan oleh manusia normal. Penggunaan kata ini biasanya dipakai jika seseorang hendak mengusik oranglain dengan eksistensinya. Misalnya saat meminta bantuan atau sekedar meminta perhatian.

Maaf..

Mengucapkannya juga tidak susah. Satu kata yang cukup pendek dan tidak membutuhkan banyak daya upaya dari otot rahang, mulut, dan bibir untuk dapat terdengar. Satu kata yang penting untuk digunakan jika seseorang berbuat hal salah atau paling tidak merasa bersalah…contoh kecilnya, mengusik seseorang namun lalai berkata "permisi" terlebih dahulu.

Terima kasih..

Agak lebih panjang dari dua kata sebelumnya. Namun saya rasa cukup imbang sebagai imbalan yang setimpal bagi orang yang dengan rela menyambut "permisi" dan "maaf" dengan hati lapang. Satu kata yang menyamankan. Baik yang mengucap maupun yang mendengar.

Tiga kata itu akrab ketika kita membuka lembar pelajaran "Sopan santun" atau kerap hadir dalam rima-rima nasehat yang bertutur tentang "Tata krama" bagi orang orang "terdidik" dan "terajar"..dididik dan diajar.

Hingga pilihan "vonis" bagi yang tidak mengenal tiga kata ini adalah:

1.  Kurang didik /ajar atau

2.  Pongah / sombong

…..

Hmm…benarkah kesimpulan itu? Entah..

Paling tidak..begitulah yang dulu pernah dituturkan oleh seorang bijak yang begitu melekat dihati. Yang saya ingat kembali, setelah lama kami tak jumpa. Orang kampung yang santunnya jauh dari kata "kampungan".

———————————————————————————

Suatu malam di Pelabuhan udara kota Frankfurt, berjalanlah serombongan wanita berpakaian mewah, semerbak wangi Hermes dan Chanel, bergincu terang dan memakai perhiasan cemerlang dengan setumpuk belanjaan dalam keranjang.

Diantara mereka tak ada ciri-ciri kesamaan yang istimewa..

Selain..

Mereka berjalan dengan leher yang begitu tegaknya menopang kepala bagaikan sedang mengenakan mahkota maharani Drupadi dari kerjaan Indraprasta.

Namun tak selayaknya mahkota bagi sang maharani yang anggun, santun dan berbudi..

Bagi mereka, beban mahkota khayalan itu justru menjadi belenggu. Belenggu yang membuat otot-otot penggerak indra mereka tidak berguna sebagaimana mestinya. Tak terdengar kata "permisi", "maaf" dan "terima kasih" walaupun sayup-sayup. Padahal..sungguh panca indra mereka tampak sempurna, pastinya…mereka bukan tuna wicara.

Mereka jutru menyerupai para kurawa yang pongah dan kurangajar. Kesombongan mereka begitu liar dihasut oleh ketinggihatian yang brutal. Seolah hati mereka terbuat dari karang yang kasar. Begitu biasanyakah hidup mereka dilingkungi oleh manusia manusia berpamrih?

Menampik berkata permisi, maaf, dan terima kasih, mengapa bisa begitu frontal?

Duhai..mereka tak sadar, kesombongan itu membuat mereka jadi pembicaraan siap saji bagi orang sekitar.

……

Ah..

Langkah saya pun melambat di baris antrian.

Saatnya menunjukan paspor.

Sambil menelan ludah yang terasa begitu getir, perlahan-lahan saya melirik sampul paspor saya yang ternyata…. persis serupa dengan milik mereka.

Suatu hari di tepi danau Alster…

May 14th, 2007

Suatu hari di tepi danau Alster..Saya duduk-duduk sambil makan es krim.

Sore yang cerah. Banyak orang yang juga duduk-duduk sambil menikmati es krim di sekitar saya.

//farm1.static.flickr.com/213/497707770_0330c3faff.jpg?v=0” cannot be displayed, because it contains errors.

Di beberapa tempat tampak beberapa orang melemparkan remah biskuit es krim ke arah Merpati2, Bebek2 dan Angsa2 di danau Alster. Para unggas tersebut pun tampak lahap menyantap.
Sepertinya selera biskuit unggas2 Alster sama dengan selera warga Hamburg.

Lalu..pandangan saya pun tergoda oleh dua bebek yang sedang "nangkring" di bawah kapal boat yang parkir di pinggir danau…

Aih lucu..
Dari bahasa tubuh mereka, sepertinya mereka sedang bercakap cakap.
Ah, andai saya mengerti bahasa mereka.
Kira2 mereka sedang ngobrol apa ya?

100_2579In my humble opinion, even the soundless image of an animal speaking is sufficient enough to stimulate my auditory cortex.
(Listening with your eyes-mode: ON)

Saya pun mulai berimajinasi berdasarkan pemandangan yang tertangkap baik oleh  kedua lensa mata saya maupun lensa kamera.

Sepertinya dua ekor bebek itu sama-sama sedang melakukan ritual hariannya.
Nampaknya salah satu dari mereka sedang mengalami sedikit hambatan.
Semacam sembelit barangkali.
Mungkin karena salah makan di hari kemarin.

//farm1.static.flickr.com/223/497597148_0816d271f2.jpg?v=0” cannot be displayed, because it contains errors.

Dan ..teman si bebek itupun berkata:
"Makanya, lebih banyak makan buah dan sayur seperti saya dong…jangan hanya makan sisa cone ice cream yang dilemparkan manusia-manusia itu.."

"Ah rasanya sih bukan karena itu kok, ..sepertinya karena akhir-akhir ini saya sering terbang bersama rombongan Merpati2 itu ke danau lain"
Jawab si bebek bermasalah

"Oh begitu toh masalahnya…sudah coba mengkonsumsi suplemen Magnesium? Itu cukup membantu merilekskan tubuh lho.."
Saran si bebek berkepala hijau kebiruan yang ternyata adalah konsultan gizi.

"Oh ya? wah..terima kasih atas sarannya,..gak rugi nih berteman dengn Ernährung Berater seperti kamu"

"Bitte schön…sudah dulu ya ..saya pamit dulu..Tschuß!!!

"Tschuß!"

//farm1.static.flickr.com/222/497701900_d4a4d5f2d3.jpg?v=0” cannot be displayed, because it contains errors.

Bebek_bengil
Tak lama kemudian, merekapun kembali sibuk dengan aktivitas masing-masing.


..dan setelah itu sayapun bergegas pulang…Tschüßieee…

//farm1.static.flickr.com/200/497651969_3eb8f2f728_m.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

Menyantap Bunga?

May 10th, 2007

Sore ini saya tersenyum senyum sendiri ketika membaca majalah SHAPE sambil menunggu bus. Sebuah rubrik membuat saya jadi tak sabar untuk bergegas pulang dan ingin membuat postingan singkat serta berbagi tentang apa yang saya baca.

Tergelitik oleh beberapa pesan dan komentar teman-teman di-posting-an yang lalu, yang kira2 mempertanyakan "Memang siapa ya yang hendak menyantap bunga?" Ah..saya jadi ingin menjawabnya dengan postingan baru. ;D

Jika posting sebelumnya adalah tentang Wisteria si bunga cantik yang beracun, yang "hanya boleh dipandang tak boleh dimakan", kali ini saya justru ingin posting tentang bunga yang "Tak hanya indah dipandang, pun boleh dimakan".

Bunga_pepaya_1Ada lho yang suka makan bunga..dan banyak kok bunga yang bisa dimakan.
Contohnya..Tumis Bunga Pepaya yang merupakan hidangan khas masakan Menado kesukaan saya. (nyammm….) dan bunga Sedap Malam.

Selain dimasak seperti bunga pepaya, beberapa bunga disekitar kita banyak juga yang bisa langsung dimakan segar sebagai pelengkap salat atau ditabur di atas pasta. (eitss..namun harap dicuci terlebih dahulu dengan seksama ya?!)

//farm1.static.flickr.com/104/267145821_6bcdee570a.jpg?v=0” cannot be displayed, because it contains errors.

Tak hanya nikmat, bunga-bungaan yang bisa di makan inipun berkhasiat dan bergizi, dan bagi para ibu yang suka menghias hidangan…kehadiran bunga-bungaan di piring saji tentu akan mempercantik penampilan bukan?

Berikut ini foto beberapa jenis bunga yang dapat disantap yang info-nya saya kutip dari halaman "Ernährungsnews" majalah "SHAPE" versi cetak bulan Mei ‘07.

 

Gaensebluemchen

Daisy / Gänseblümchen

 

Heckenrosen

Bushroses / Heckenrosen

 

 

Veilchen

Violets / Veilchen

 

 

Ada juga bunga yang katanya enak untuk disantap sebagai sup…namanya Stiefmütterchen (lucu yah namanya?)…dan bunga yang enaknya dicampur dengan daging cincang seperti bunga Zucchini.
Sebenarnya masih ada beberapa bunga lagi yang tergolong santapan yang bergizi.
Namun berhubung keterbatasan saya, maka saya tidak dapat menyebutkannya dan menunjukan gambarnya satu persatu di sini, maklumlah..kan saya ini bukan ahli gizi maupun ahli botani.

Maksud hati ini kan, hanya sekedar bercerita tentang rubrik di majalah tadi…

Hmm…jadi: tak heran kalau ada yang menyantap bunga.
Asal hati-hati, jangan sembarang bunga.

Karena bunga itu ada yang bergizi dan lezat
namun
ada juga yang racunnya gawat.

Bunga Fuji nan cantik dan harum namun beracun

May 5th, 2007

//farm1.static.flickr.com/219/485371293_321aec1d2d.jpg?v=0” cannot be displayed, because it contains errors.

Musim semi yang cukup hangat membuat beberapa bunga mekar lebih cepat. Bagi saya hal ini merupakan hal yang menyenangkan bahwa saya sejak akhir April sudah dapat menikmati bunga-bunga Mei (mengingat rencana bepergian keluar Hamburg Mei ini).
Walaupun banyak juga jenis bunga yang mekar dan layu lebih cepat dari dugaan sehingga saya belum sempat menikmatinya dan memotretnya. Padahal bisa dikatakan hampir 3 kali seminggu saya mampir di Planten und Blomen..Ada saja bunga yang terlewatkan.

Bunga cantik lambang cinta

Untunglah saya masih sempat menikmati puncak bermekarannya si cantik Blauregen yang tumbuh di belakang Japanisches Teehaus di Planten und Blomen.
Subhanallah…cantik dan harum semerbak. Blauregen ada berbagai macam jenis. Ada yang berwarna biru keunguan, kuning dan putih.

Blauregen yang tumbuh di Planten und Blomen berwarna biru.

//farm1.static.flickr.com/216/485371295_fddfe3aa05.jpg?v=0” cannot be displayed, because it contains errors.


Alhamdulillah..saya tak punya alergi terhadap polen…jadi rasanya betah berlama-lama duduk di bangku taman di dekat Blauregen. Heavenly! 

Blauregen atau Wisteria ini disebut juga sebagai bunga Fuji di Jepang. Bunga Fuji ini merupakan bunga lambang kota Kasukabe, Saitama. Di kota Crayon Sinchan ini, Wisteria juga merupakan lambang selamat datang, cinta dan umur yang panjang. Konon di Chinese Garden of Ushijima, tumbuh subur rumpun Wisteria yang berdiameter 4 meter yang berusia 1200 tahun!
Unglaublich..

Awas, beracun!

Sayangnya keindahan dan kecantikan serta keharuman Wisteria, hanya aman dinikmati oleh indra penglihatan dan penciuman, namun tidak oleh pencernaan.

Apa sebab?
Sebab si cantik ini ternyata beracun jika dimakan. Konsentrasi racun bunga ini terletak pada bijinya. Walau demikian, seluruh bagian dari Wisteria dinyatakan beracun. Wisterine atau Lectin yang terdapat pada beberapa butir biji Wisteria ini bisa mengakibatkan keracunan yang mematikan.

Nah..
Masih tetap tertarik untuk menikmati indah dan harumnya Wisteria?
Jika ya, sebaiknya segera bergegas mengunjungi tempat Wisteria tumbuh, terutama yang ingin menikmati Wisteria di Hamburg. Karena saat saya lihat kemarin sore, hampir semua pucuk bunga Wisteria telah mekar bahkan sudah ada yang mulai layu.

Selamat menikmati Wisteria yang cantik!
Tapi ingat lho,  boleh dipandang..tak boleh dimakan!