Tumpukan Buku & Kertas

April 28th, 2007

Di sabtu siang yang cerah ini, saya memutuskan untuk mulai "bertindak" terhadap tumpukan kertas dan buku yang semakin merajalela di wohnung kami yang super mungil.

Merajalela? Oih..kedengarannya seperti hama saja..
Tapi mungkin ini terjadi karena kami berdua sama sama suka membaca buku dan sama-sama suka membawa pulang kertas-kertas menarik manurut masing-masing. Selain itu memang banyak sekali kertas-kertas dan binders yang menarik untuk disimpan. Contohnya, setiap ada "undangan" defence dari teman-temannya, Uda Andri pasti mendapatkan hard copy thesis atau desertasi temannya.
Parahnya, kami sama-sama menganut paham "dibuang sayang" terhadap kertas-kertas dan buku-buku menarik tersebut.
Nah, kesamaan ini ternyata menimbulkan ‘problematika’ tersendiri.
Dalam waktu singkat apartemen mini kami jadi penuh. Sesak.

Dari mulai di pinggir tempat tidur hingga kamar kecil, pasti ada bacaan. Mulai dari  catatan rumus dan calculation, hingga ke komik Crayon Sinchan!!

Teringat dulu sebelum menikah dan masih tinggal di rumah orang tua, ibu sayalah yang selalu mengimbangi "bakat kolektor buku, majalah dan kertas" dengan ketegasannya dalam menyortir, merapikan dan membuang kertas-kertas tak perlu. Di sisi lain, ibu saya masih menyimpan dan menjaga koleksi buku saya sejak SD hingga sekarang. Mulai dari koleksi buku-buku Wayang, Komik, Novel, Ensiklopedia, dan buku-buku Referensi. Bapak sayapun pengkoleksi buku. Hehehe..saya rasa "perpustakaan pribadi" beliaupun sudah sesak..untunglah ada ibu saya. Sehingga semua masih in ordnung.

Sekarang, saya mau tak mau harus memainkan peran ibu saya itu jika tak ingin tempat tinggal kami jadi kandang kertas. (eh? dapat istilah dari mana ini?!)
Walau jujur hal ini…tak mudah bagi saya.

Bersuamikan seorang fisikawan, tentunya merupakan tantangan tersendiri bagi saya (yang bukan fisikawan) untuk menyortir dan merapikan buku-buku serta kertas kertasnya. Pernah terjadi keributan besar ketika saya membuang hasil Calculation-nya yang di tulis di atas serbet kertas dari kedai donner kebab. Mending kalau serbet kertas yg bagus..sudah kucel pula!. Manalah saya tahu kalau itu ternyata angka-angka penting?!!
Berangkat dari peristiwa itu, kamipun sepakat untuk tidak membuang kertas tanpa sepengetahuan masing-masing.

Namun…akhir-akhir ini, hubby tersayang tak ada waktu untuk duduk bersama menyortir kertas.
Jadi alhasil saya cuma menumpuk-numpuk kertas dengan kategori kategori tertentu.
Tapi tak saya buang.

*nyengir*

//farm1.static.flickr.com/196/475475612_04b1d3439a.jpg?v=0” cannot be displayed, because it contains errors.

Nggak terbayang deh,
Jika kami suatu saat nanti pindah meninggalkan Hamburg yang indah ini, berapa jumlah buku dan kertas kami yang sudah beranak-pinak yah?

Kasihan juga "koleksi" kami ini. Suatu saat nanti mereka tentu berhak mendapatkan tempat yang lebih layak.
Sebab tumpukan buku dan kertas ini tak sama dengan tumpukan sampah.

Sabtu “Sate” di KJRI

April 22nd, 2007

//farm1.static.flickr.com/171/468601474_61d6a29ef6_m.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.//farm1.static.flickr.com/232/468601460_2646e9ca9d_m.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.//farm1.static.flickr.com/231/468601440_99a9903af3_m.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.//farm1.static.flickr.com/197/468601446_629af99a4c_m.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

Sabtu yang baru lalu KJRI mengadakan syukuran menyambut Konsul Jendral yang baru. Bapak Teuku Darmawan beserta Nyonya.
Selamat datang di Hamburg ya pak Konjen! Selamat bertugas di tempat yang baru!

//farm1.static.flickr.com/225/468570227_e6dfaa9f10.jpg?v=0” cannot be displayed, because it contains errors.
(Pak Konjen bersama bapak-bapak Hamburg)

Selain bersilaturahmi, tentu saja tersedia hidangan lezat ala nusantara. Kali ini hidangan favorit pilihan para tamu adalah sate lembu dan sate ayam. (Walaupun ada lauk pauk lainnya seperti lontong sayur dan telur balado).
Aduh sayangnya hubby-ku tak bisa datang karena sibuk dengan eksperimennya. Agak-agak rugi loh..soalnya..
Rasanya satenya? hmm..lezat! Tapi bumbunya rahasia lho! Sampai kini saya belum berhasil menguak rahasia bumbu marinade sate yang keukeh disembunyikan oleh Novan. (duh tega bener euy..)
Na ja…tak dapat resep tak apalah..motret dekat-dekat pojok sate pun membawa rejeki…hihihi..dapat sate ekstra!! nyam..

//farm1.static.flickr.com/170/468552654_d4d44cca99.jpg?v=0” cannot be displayed, because it contains errors.
//farm1.static.flickr.com/217/468549514_5a88914fa9_m.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.//farm1.static.flickr.com/200/468545349_25d15a5fe5_m.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.//farm1.static.flickr.com/208/467979239_28cddd5343_m.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.//farm1.static.flickr.com/184/468557087_c82752beb9_m.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.
//farm1.static.flickr.com/219/468480326_7095326709_m.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.//farm1.static.flickr.com/217/467948190_1bd936b297_m.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.
Suasana Pojok Sate…Motret deket-deket bakaran sate..baren Seruni, Harly dan Stephan….biar banyak asap yang penting banyak dapat bagian… hihihi. (Danke yaaa!!! sambil ngelus-ngelus perut yang kenyang)

//farm1.static.flickr.com/221/468881821_bbaa85a192.jpg?v=0” cannot be displayed, because it contains errors.

Senangnya punya KJRI yang halamannya luas. Halaman belakang KJRI yang mulai menghijau pun tak hanya asyik jadi tempat bermain tapj juga jadi latar bagus buat berfoto…hehehe..
dan modelnya adalah..ehem ehem..

//farm1.static.flickr.com/170/468664578_28557dfbc5.jpg?v=0” cannot be displayed, because it contains errors.

Aduh siapa lagi dong kalau bukan mereka ini!!!…
Para remaja Indo-Hamburg yang
sangat sadar kamera. hehehe..Selalu siap diminta oleh tante Lessy untuk berpose. Kalian manis-manis sih
ya?
//farm1.static.flickr.com/212/467914958_c37c36b7ea.jpg?v=0” cannot be displayed, because it contains errors.

//farm1.static.flickr.com/219/467914964_37f2c22d1e.jpg?v=0” cannot be displayed, because it contains errors.

Minggu

//farm1.static.flickr.com/221/469498387_a8adb0f5fb.jpg?v=0” cannot be displayed, because it contains errors.
(Mas Agus dan mbak Muti…mesra euy…)

Sebenarnya acara makan-makan tidak hanya pada hari sabtu saja.
Esok hari minggu paginya, Mbak Muti dan saya berburu ikan segar dan murah di Fischmarkt. Wah seru..dapat ikan berkilo-kilo sampai payah ngangkutnya. (pegel-pegel deh)

Dann….hasilnya adalah "Gulai Kepala Ikan Salmon" yang lezat..(walaupun gara-gara melihat ikan terlalu banyak saya akhirnya "mabok ikan" dan ogah makan hasil masakan kami- sepertinya hal itu juga menimpa mas Agus yg telah membersihkan berkilo-kilo ikan itu-).

Untuk resep hasil percobaan hari ini, silahkan menilik blog mbak Muti di UNSERIMBISS.

Demikianlah cerita dari Weekend ini…
Ah..besok sudah senin lagi!

Saya pamitan dulu ya…
:)))

Sosialisasi Masa Sekolah

April 20th, 2007

//ec1.images-amazon.com/images/P/1400047927.01._SCLZZZZZZZ_V45146560_AA240_.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

Membaca liputan2 berita tragis yang terjadi di Virginia Tech dan ironi kisah hidup Cho Seung-Hui, tiba2 membuat pikiran saya melayang cepat mengulas balik pembicaraan teman-teman saya dulu ketika tinggal di Amerika.

Teman-teman saya itu adalah ibu-ibu dari anak-anak yang sedang tumbuh menjadi remaja yang bersekolah di Amerika Serikat. Selain pembicaraan mengenai hal-hal akademik, pembicaraan mereka pun membahas mengenai kehidupan bersosialisasi anak-anak mereka di sekolah.

Perhatian utama mereka adalah bagaimana anak-anak mereka sukses dalam bersosialisasi di sekolah dan bagaimana menghindari anak-anak mereka menjadi "korban" sosialisasi di sekolah mengingat kehidupan sosialisasi bersekolah di Amerika Serikat itu penuh dengan kompetisi yang cukup membahayakan jiwa anak.

"Wah? Apa iya sebegitu seramnya? Apa bedanya dengan di negara lain?" tanya saya pada diri sendiri.

Berhubung saya belum punya anak, apalagi anak yang sedang beranjak remaja, maka saya hanya bisa melakukan observasi kecil-kecilan terhadap anak-anak teman-teman saya…dan..mengingat kembali masa lalu saya ketika beranjak remaja.

Hasilnya? In my humble opinion, memang sampai saat ini tekanan pergaulan pada usia sekolah di Amerika Serikat sangat besar pengaruhnya.
Kebebasan di sekolah di Amerika Serikat memang agak mencolok. Sehingga jurang pemisah antara "pemenang dan pecundang" dengan parameter yang cukup beragam (dan kadang juga tidak jelas lho!) dalam pergaulan sangat mencolok.

Faktor dukungan dari keluarga sangat krusial untuk membangun kepercayaan diri anak. Kesulitan tentunya tidak hanya dihadapi oleh orang tua yang anak-anaknya dikategorikan sebagai "loser"…tapi juga..yang dikategorikan sebagai "popular".

Tentu saja kata-kata dan bahasan di atas bukan hanya milik Amerika Serikat. kosakata di atas bukan kosakata yang asing di dalam pergaulan sekolah di Indonesia. Namun saya rasa, hingga saat ini masih dalam tahap yang "wajar" karena faktor budaya dan agama yang masih cukup kuat.

Hmm?..atau jangan-jangan..hanya parameternya saja yang berbeda?

Entahlah…tapi mengingat waktu saya remaja dulu..
..rasanya saya pernah ada dalam satu masa di sekolah, di mana saya merasa sangat tertekan (maklum..di sekolah, saya termasuk "anak itik buruk rupa" yang kadang pun sering diledek dan sering terkagum-kagum pada "queen to be" di sekolah yg sangat populer saat itu). Namun Alhamdulillah aktivitas dalam berorganisasi dan kegiatan olahraga dapat menjadi aktualisasi diri saat itu.

Kembali ke teman-teman saya,
Hmm…berhubung kebanyakan teman-teman saya waktu itu dalah ibu-ibu dari remaja putri, pantas saja mereka beramai-ramai membeli buku karangan Rosalind Wiseman berjudul Queen Bees & Wannabes.

Adakah teman-teman yang sudah punya?
Bukan buku baru kok. Namun baru sekarang saya jadi penasaran ingin tahu isinya..Bagus tidak ya?

—————————

Walaupun tulisan ini jauh dari bahasan mengenai kejadian tgl 16 April 2007 di Virginia Tech, namun posting sederhana ini merupakan curahan duka, rasa prihatin dan perhatian saya atas kejadian berdarah yang meninggalkan luka dan trauma yang cukup dalam pada dunia akademik, …khususnya kepada mereka yang membaktikan dirinya pada dunia ilmu pengetahuan. Vivat Academia!.

—————————-

Chancenlos (Mari Membatin yang Positif)

April 18th, 2007

//farm1.static.flickr.com/225/465231865_5666c6a0bd.jpg?v=0” cannot be displayed, because it contains errors.

Chancenlos (Annett Louisan) 

sie war die Kleine auf dem Schulhof
der keiner Briefchen schreibt
das zahnbespangte Lächeln
das immer unerwidert bleibt
dessen Name niemals fällt
wenn man Sportmannschaften wählt
chancenlos
eine Schleife unter vielen
dessen Knoten niemals hält

dessen Brötchen eigentlich immer
auf die Butterseite fällt

damals hat sie dich gewollt
mehr als alles auf der Welt
chancenlos

das Leben spielt auf Zeit, bis es gewinnt
grad’ wenn du brüllst und schreist, stellt es sich blind
so viele Dinge bekommt man erst dann
wenn man sie nicht mehr gebrauchen kann
das Schicksal lacht dich aus, voll Ironie
es zieht dich rein und raus, spielt Lotterie
ein dummer Teenagertraum, jetzt wird er wahr
warum erst jetzt, und nicht als sie sechzehn war?

geschminkt am Freitagabend
allein bei sich zuhaus
erfundene Begleiter
rufen an und führ’n sie aus
eine, die den ersten Kuß
mit ihrem Kissen üben muß
chancenlos
du sagst, du kannst dich nicht erinnern
hast sie damals überseh’n
zwischen all den reichen Kindern
und den Schönheitsköniginnen
damals hat sie dich geliebt
mehr als alles, was es gibt
chancenlos

das Leben spielt auf Zeit, bis es gewinnt…

//farm1.static.flickr.com/227/465240173_f122128924.jpg?v=0” cannot be displayed, because it contains errors.

————-

Sebenarnya saya tidak hapal lagu ini, pun tidak berarti khusus bagi saya…liriknya bercerita tentang harapan remaja dan nasib hidup yang bermain seiring dengan perjalanan waktu.

Lagu ini salah satu tugas "hören verstehen" dari bu guru les di sekolah..

Hanya saja..

Saya jadi punya cerita di pagi hari dengan sang lagu, gara2 saya menggumamkan lagu ini saat menunggu bus kota beberapa hari yang lalu.

Pada saat saya menggumamkan lagu ini dengan asal-asalan ..kebetulan seorang ibu yang sangat rapih dandanannya melintas sambil menenteng bungkusan kue tart bermentega warna warni dan bertabur coklat (tupperwarenya transparan jadi saya bisa tahu isinya). Ibu ini berjalan penuh percaya diri dan menarik perhatian orang sekitarnya. Pandangan saya sih tepat ke tupperware ibu itu.

dan tiba2..pas pada saat saya sampai pada bagian lagu yang berbunyi : dessen Brötchen eigentlich immer auf die Butterseite fällt **

terdengar suara "gubrak!" lalu diiringi dengan suara ucapan sumpah serapah dari bibir merah si ibu dalam bahasa Jerman.

Duh..ternyata si ibu jatuh karena hak sepatunya yang agak tinggi itu oleng. Untunglah ibu itu tidak apa-apa. Namun sayang sekali…Tupperware kue Tart yang dijinjingnya terbuka dan kuenya jatuh ke trotoar. Mendarat "ceprot" dengan bagian yang penuh mentega warna-warni itu menghadap trotoar. Agak agak sulit membayangkan kue tart yang bagian menteganya sudah amburadul itu disajikan di meja..

Chancenlos..

Ya ALLAH..saya jadi ngeri sendiri. Lain kali kalau sedang ingat ingat teks lagu yang aneh-aneh jangan sambil ngelihatin orang ah…kalau ujung-ujungnya yang "dibatin" jadi kejadian beneran kan…saya jadi merasa bersalah…

Sekarang saya sedang program, tiap kali membatin yang aneh-aneh..saya cepat cepat memalingkan muka dari objek yang dibatin. Istighfar..salah-salah kalo kejadian beneran kan nggak lucu.

//farm1.static.flickr.com/214/465218558_67bc8919ce.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

Tadi aja pas lagi mendongak "ngeker "dengan kamera dan menikmati burung2 yang terbang2 di atas taman , saya sempat membatin.."Ih..jangan sampai deh, lagi enak-enak mau motret mereka..tiba-tiba salah satu burung itu pipisin saya"

hwwa…langsung deh saya nggak jadi motret..buru2 istighfar..buang muka dari objek yang dibatin….dan ngabur!!!

Ogah banget deh kalo kejadian dipipisin burung..

Aduh..mbok ya kalau mbatin itu yang indah-indah gitu lho. Kan kalau kejadian jadi enak..hehehe…

;D

(** kira kira artinya adalah : "Rotinya selalu jatuh dibagian bermentega..–> meaning: nggak bisa di makan lagi")

PS: Foto2 di atas saya ambil dari : sini

Pilih Mana, Kulit Gelap.. atau Terang?

April 12th, 2007

Pilih Mana, Kulit Gelap.. atau Terang ya?

Pertanyaan ini muncul tiba2 sore hari ini  usai saya bercengkrama dengan teman-teman sekelas di bawah terik matahari. Rasanya tidak lama kok..emh…tiga jam saja.
Tapi akibatnya terhadap kulit kami ternyata beragam.
Saya langsung menjadi coklat..sementara beberapa teman menjadi kemerahan…ada juga yang tetap putih dan ada salah seorang yang menjadi gelap berkilau seperti olive.

Diantara semuanya, yang menjadi pemenang dalam hal kecepatan menggelapkan kulit, adalah saya.
Dannn….hal itu menyebabkan sebagian besar teman saya-pun agak "iri". Mereka ingin kulit merekapun cepat menggelap.

//farm1.static.flickr.com/205/456827048_8159ae7cc3.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

Topik pembicaraan pun jadi mengenai warna kulit yang disukai.
Kesimpulan yang saya dapat…(selain teman saya yang berasal dari Asia) sebagian besar yang berkulit putih, inginnya warna kulitnya menjadigelap. Malah katanya..kulit muka "belang" karena berjemur dengan mengenakan kaca mata hitam, adalah trendi. (tapi ini trendi  baru abad ini ..bukan sejak jamannya Isaura yang masih suka payungan kalo jalan-jalan sore lho!)
Kini di Eropa atau di Amerika..krem pencoklat dan "mesin pencoklat" pun laku keras..
Soalnya..kulit coklat.. identik dengan "sehat" dan "cantik".

//farm1.static.flickr.com/209/449706180_748822ef54.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

Ketika giliran saya dan Makiko  (dari Jepang) menceritakan bahwa sebagian besar orang Asia inginnya jadi "putih" sampai sampai payung dan krem pemutih jadi senjata andalan melawan ganasnya sinar mentari, yang lainpun terpana.
Soalnya kulit putih itu identik dengan "cantik"…

//farm1.static.flickr.com/195/456903884_c68a1c233c.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

Hmmm?
Sebenarnya..bagi saya coklat atau terang warna kulit ini sama-saja.
Pada dasarnya saya lebih suka kegiatan yang berada di ruang terbuka. Berkebun dan Olahraga di bawah terik matahari, nggak masalah. Selama tidak membahayakan kesehatan lho..(misalnya, asik main layangan sih boleh-boleh saja..tapiii..jangan sampai dehidrasi, melepuh-lepuh atau terancam kanker kulit)

Terlepas dari masalah kesehatan, bagaimana hubungan warna kulit dan penampilan?
ihiks…Sayangnya berdasarkan pengalaman pribadi.. kalau di Indonesia banyak yang bilang, penampilan saya lebih mendingan kalau saya berkulit lebih putih. (huh! sejujurnya saya sebel dengan peilaian iniii!). Apalagi dulu…ketika saya sedang getol getolnya mencari teman main tennis, kebanyakan menolak jadwal main tennis siang hari karena takut warna kulit jadi gelap!
Begitu juga dengan berkebun…pernah suatu kali "bibi" yg membantu di rumah orang tua saya menolak membantu saya berkebun karena…takut hitam!
yah…si Bibi..

Selera saya terhadap warna kulit saya sendiri, tergantung tuntutan
orang-orang tercinta di sekitar saya. Untungnya suami sampai saat ini
nggak bawel ingin kulit saya lebih putih atau lebih gelap.

Yang penting sehat
. (setujuuuuu!!)

Bicara soal warna kulit. Sore ini saya pun jadi agak kepikiran melihat warna kulit saya yang terlindungi pakaian jauh berbeda dengan yang tidak terlindungi. (alias "belang")
Lho memangnya kenapa?
Walau masih tahap wacana, kami ada rencana ke Indonesia dalam waktu dekat ini. Padahal, kulit saya sudah terlanjut sangat mencoklat.
Emmmmh…
Sebagian orang-orang tercinta di Indonesia..lebih menyukai penampilan saya jika berkulit terang.
Soalnya kata mereka… saya nggak manis!

wah…
…….
*berpikir keras*
…….
Kalau gitu saya rajin-rajin sikat gigi  ah..
Paling tidak..gigi saya nggak ikutan coklat.
:D

Ayam hitam telurnya putih..
mencari makan di pinggir kali..
Sinyo hitam giginya putih…
Kalau tertawa manis sekali…


Intermezzo musim semi

April 7th, 2007

//images.wayanlessy.multiply.com/image/6/photos/8/400x400/11.JPG/100_2157.JPG?et=g%2CGzbGiFQyUcMfPdEIxD8w” cannot be displayed, because it contains errors.

Oiiihh..

Gara-gara motret sejenis unggas ini saat ‘bertapa’ di pinggir danau, saya jadi tambah suka sama lagu Home-nya Angela Aki .
*sigh*

………..

http://ysfc.weblogs.jp/chronofile/images/home.jpg

ps: foto si kawaii Angela Aki diatas saya pinjam dari sini sedangkan foto si unggas abu-abu itu saya salin dari koleksi foto musim semi di sini

Knut the Polar Bear

April 2nd, 2007

//us.news2.yimg.com/us.yimg.com/p/ap/20070324/capt.sber10403241338.germany_polar_bear_sber104.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

Last saturday, my classmates and I went to Berlin for an "Ausflug".
That day we found out that the hottest celebrity in town at the momment is: Knut….

So cuteeee!!!!!! Knut is adorable!

Knut’s Mother rejected him. When this was happening in the natural habitat, Knut must have died. But Knut is in Berliner Zoo..the place where human and an environmental minister adopted him.
Sounds so sweet to me… (what do you think?)

However, some people still discussing whether it is right to hand-rear the cub (Knut) who was rejected by his mother.
 
Na ja, ..in my humble oppinion,..once we try to tame an animal, we should really consider its nature and wide-open-eyes realize the consequences and implication in the future.
Our cute little Knut is actually a wild animal…so called Polar Bear "the top of the food pyramid in North Pole".

Well, I’m not going to talk longer about Knut in my blog. Why? Because Knut have his own blog! A much better one! :D
Klik here to visit Knut’s Blog.
oiiiiih…Knut..Knut…what a German baby bear *smile*

//www.spiegel.de/img/0,1020,816093,00.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

Ps: foto Knut meleletkan lidahnya saya pinjam dari: sini.