Senam Kesegaran Jasmani (SKJ)

February 23rd, 2007

Tanpa sengaja saya menemukan musik
SENAM KESEGARAN JASMANI (SKJ)

*Silahkan klik baris di atas untuk menikmatinya*
 

Walah..jadi inget masa masa sekolah dulu di mana murid-murid wajib senam bareng di lapangan sekolah.

*cekikikan* bunyi sempritannya itu loh aduuh…tipikal banget.

Jadi inget guru olahraga ku dulu yg cincin batu akiknya besar banget. Konsekwensinya: sakit banget kalau ditampar sama beliau.

Tentang SKJnya sendiri, kalau kebetulan setelah itu pelajaran olahraga sih nggak masalah. Tapi kalau habis itu pelajaran biasa..aduh..alangkah lengketnya keringatan gitu. Walaupun saat itu bagi saya yang bau matahari dan debu, keringatan karena SKJ mah nggak ada apa-apanya.

Tapi lucu juga deh dengerin musiknya..bisa mendadak sontak menyeret ingatan saya ke masa berseragam putih biru. Masa-masa seru dengan banyak kenangan.
Ah..SMP saya sudah gak ada lagi…

SMP 56 sudah digusur dari jalan Melawai.

Selera Makan

February 23rd, 2007

Kali ini saya ingin
berbagi uneg-uneg saya mengenai selera makan
.


Selera makan
dalam di sini tentu dalam artian setelah pertimbangan
kepercayaan dan kesehatan sudah terlebih dulu di "selesaikan" sebagai
hal utama.

Saya bukan orang yang "picky" dalam memilih makanan. Termasuk
normal-lah. (Bahkan menurut ibu saya, saya ini cenderung "nggragas").

Hanya saja, se-nggragas-nggragas-nya saya, masalah kecil mengenai
selerapun masih muncul ketika sudah duduk menghadapi sajian meja makan di
negeri lain.

Belajar_masak_arabische_vorspeise_1
Saya rasa selera lidah sangat dipengaruhi oleh input informasi/pengetahuan yang
didapat oleh otak. Baik pengetahuan mengenai tentang makanan yang saya kenal
selama saya di besarkan orang tua dilingkungan keluarga, perjalanan,
perkawinan, pergaulan, dan keadaan. Dari pengalaman pribadi saya, Stereotype juga mempengaruhi selera makan. Baik itu stereotype terhadap kultur budaya maupun hal-hal yang berhubungan dengan kuliner tersebut.

Ungkapan "Tak
kenal maka tak sayang"
pun
berlaku bagi pembentukan selera. Kenal terhadap bumbu-bumbu yang digunakan
untuk memasak juga cukup membantu saya menghargai dan melihat sisi indah dari
makanan yang tersaji diatas piring makan.

Mengapa tiba-tiba saya membicarakan tentang selera makan yah?
*Malu*
Itu karena: Saya baru saja berhasil memperluas selera makan saya.

Selama ini makanan yang berasal dari Timur Tengah merupakan jenis makanan yang
tidak termasuk selera saya. Tak hanya itu, saya sama sekali tidak bergeming
untuk mencoba mengenalnya lebih jauh. Sekali mencoba, tidak suka dan tanpa
ampun tak saya beri kesempatan kedua. Beberapa stereotype dari pengalaman yang bersinggungan dengan Timur-tengah yang menimbulkan ke"skpetisan" saya. Walaupun tentu saja selalu saya kikis dengan berusaha menghapus prejudice-prejudice yang timbul. Sayang sekali ya? Prasangka tidak penting (dan tidak selalu benar) tersebut berimbas kepada "perasaan saya" terhadap kuliner-nya.

Padahal banyak yang bilang bahwa kuliner dari daerah di mana dongeng seribu satu
malam berasal, adalah salah satu kuliner yang lezat dan cukup sehat. Saya
tak percaya. Skeptis.
Aduh Keras kepala ya?

With_curryapple_sauce_chicken_at_riadh
Tapi sekarang tidak lagi kok!
. *bangga*

Akhirnya saya membuka hati (atau bahkan bisa dibilang
jatuh hati?) Mungkin tidak pada semua makanannya. Tapi saya sudah mulai
mengerti apa itu itu "lezat" dari sudut pandang penikmat kuliner timur
tengah.

Insya ALLAH saya akan coba posting tentang makanan Oriental di posting2
mendatang. Mudah-mudahan tidak lupa ya?

Erste Hilfe (P3K)

February 20th, 2007

Ber ‘jalan-jalan’ dari beberapa blog teman2 BD’s yang sedang mellow, jadi mengingatkan pada tema cinta dan hati yang terluka.
Ceritanya sayapun ikut terpengaruh, sehingga saya jadi ingin posting tentang P3K.
Hubungannya?
errgh… begini:
Jika cinta membuat hatimu terluka..maka cepat diberi P3K.

Nah, bagaimana?
Cukup nyambung nggak ya? nyambung kan yah?
*berusaha meyakinkan pembaca*

Ngomong2 soal P3K, terus terang saya tidak tahu banyak selain tandu, perban, plester dan obat merah. Pengetahuan standar sisa-sisa masa pramuka dulu. Oleh karena itu, ketika di kelas membahas tentang kecelakaan dan P3K. Maka saya terbungkam. Diam.
Sebabnya? Tak disangka tak dinyana, semua teman saya pernah ikut kursus P3K di negara masing2. Syarat untuk mendapatkan surat ijin mengemudi.
Karena saya diam, sepertinya mereka pun menganggap hal yang sama terjadi pada saya. (Padahal, rasanya saya tidak pernah kursus dan ujian P3K sebelum menerima SIM Indonesia saya *malu deh*)

Apakah ada diantara pembaca yg mampir blog ini, yang pernah diharuskan ikut kursus P3K dan ujian P3K sebagai syarat mendapatkan SIM Indonesia?

—————-

P3K atau "Erste Hilfe" ternyata merupakan hal lumrah yang bisa diharapkan dari hampir semua pemegang SIM di Jerman. Saya baru tahu hal ini dari Bu guru saya.
Petugas P3K Kota Hamburg (Rettungdienst)ternyata adalah Rettungdienst terbaik di dunia. (waw?!) Saya juga baru tahu hal ini dari Elena, kawan saya yg baru saja ikut kursus P3K dengan metoda terbaru.
Menurut keterangannya, Jika di Jerman ada seseorang yg melihat suatu kecelakaan (dengan korban) tanpa melakukan tindakan P3K, maka terancam hukum pidana satu tahun penjara.

Good to know, paling tidak kalau saya melihat kecelakaan atau orang butuh P3K, saya tidak ngeloyor kabur. Straffbar alias pidana euy!

Benar tidaknya saya tidak tahu pasti. Belum dikonfirmasi lagi.
 

Pastinya, tadi saya di "uyel-uyel" habis-habisan oleh Elena ketika dia sedang memperagakan bagaimana itu P3K dengan pengetahuan terbaru. Maklum secara sukarela saya mengajukan diri sebagai "korban" yg harus diselamatkan. (untung prosedur nafas buatan di lewati!)

Sepulang kursus (setelah mendengarkan cerita saya yg penuh semangat) tentang P3K tadi, Hubby pun bertanya:
"Lho? Sayang, kamu kursus bahasa Jerman atau kursus P3K sih?"

——————-

Kursus P3K? kenapa tidak?!

Wah…kalau ada kesempatan, saya jadi ingin ikutan kursus P3K juga nih!
*semangat *

Atau…mungkin para dokter BD mau buka kursus P3k?
Iin, Iya, Ivo?

   

Doesn’t or Don’t?

February 18th, 2007

Kebetulan beberapa tahun lalu saya suka sekali beat dari lagu Daniel Beddingfield yang berjudul "He Don’t Love You Like I Love You".

Nah, tadi pagi, tanpa saya sengaja saya dengar lagu ini lagi.
Tanpa berusaha keras "mencuri dengar", lagu ini mengalun jelas dari wohnung tetangga lantai atas melalui cerobong asap dapur, saat saya sedang mencuci piring.

Dan..kemudian, saya pun mencari dan memutar kembali lagu ini beberapa kali sambil membersihkan debu dan mengepel.
Lumayan.
Hanya saja, kok liriknya secara gramatik agak mengganggu ya?
Karena daripada menggunakan "Doesn’t" lagu ini menggunakan "Don’t". Kenapa ya? Padahal subjeknya adalah  "He".

Bahasa seni?
atau?


 

  //www.lyricallysquared.com/albums/Daniel%20Bedingfield%20-%20Gotta%20Get%20Thru%20This.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

"He Don’t Love You Like I Love You".

He don’t love you like I love you

Don’t
think about you like I think about you
He don’t want to have your children
He don’t wanna build his life around you

Tell me I should not be feeling what I am today
Tell me to silence my heart
Tell me We’ve been here before
and I will walk away from you love

For there is a wall between you and I
And he hasn’t been treating you right
I’ve been watching it all
I seen you cry
And I just gotta tell you tonight

That he don’t love you like I love you

Don’t
think about you like I think about you
He don’t want to have your children
He don’t wanna build his life around you

Tell me this love’s just a feeling and will pass away

Tell me your not what I know you are

Bukan Telinga Orang Jerman

February 15th, 2007

Sejak selesai ujian kenaikan tingkat kemarin hati saya gundah gulana dan sangat kesal. Hubby yg melihat saya pulang dengan muka kusut sempat terheran-heran.

Yah..maklumlah. Setelah berusaha belajar sebaik mungkin (menurut saya sih), ternyata ujian tidak bisa saya taklukkan dengan cemerlang.

Mak crep!..crep!..crep!..seperti tertusuk panah rasa perihnya hati ini. *nyengir*
(Ceritanya panah beracun lho, bukan panah asmara)

Soal ujiannya sulit dan yang paling membuat saya down, terutama ujian "listening" nya: sama sekali di luar kontrol.

Kami dipersilahkan mendengarkan siaran berita radio, lalu tugas kami berikutnya adalah menjawab pertanyaan-pertanyaan dari berita tersebut.

Beritanya mencakup politik dalam negeri Jerman, internasional, olahraga dan ramalan cuaca. Mirip berita2 di radio NDR lah kira2.

Macan Ompong

Tentu saya tidak pernah dan tidak akan pernah tahu pasti rasanya jadi macan ompong, tapi saya kira adalah tepat jika saya mengandaikan bahwa saat ujian itu saya merasa bak macan ompong….yang..

budek pula.

(soalnya gak bisa listening gitu loh)

Untunglah ujian listening-nya pilihan berganda. Jadi, sesulit-sulitnya menangkap
berita yg menjadi soal ujian, kertas jawaban saya tetap tidak kosong
melompong.

Hari ini pembahasan soal.

Jadilah tadi pagi rasanya muallllaas sekali pergi ketempat kursus.

Saya malas-malasan karena menjemput fakta yg tidak menyenangkan adalah hal yg saya tidak suka.

Walau jujur, sewaktu menyeret langkah ke sekolah, dalam hati saya masih ada sedikit harapan supaya nilai saya tidak terlalu jelek sehingga tidak mengecewakan ibu guru saya yang baik hati itu.

Ketika lembar jawaban yg sudah di koreksi dibagikan, sejenak saya pun tertegun.  Hampir tak percaya melihat guratan nilai "sangat langsing" di ujung atas lembar jawaban saya yang "bersih". Kok bisa ya?

Bukannya tidak bersyukur ata ‘keberuntungan’ saya itu. (Alhamdulillah..)

Tapi kalau saja bu guru merekam berita radio palsu yang berbeda dengan kejadian politik dan pengetahuan umum sebenarnya, belum tentu saya bisa seberuntung itu.

Irmela_1Aduh bu guru..
sejujurnya, saya menjawabnya dengan pengetahuan umum karena sering baca berita di koran (bukan karena benar2 mendengar berita itu dengan benar). Sebenarnya saya belum bisa menangkap 100%  berita di radio Jerman. Maklumlah bu.. telinga saya bukan telinga orang Jerman..(dan belum seperti telinga orang Jerman).

Keterangan foto: bu guruku yang baik hati dan
yang selalu meyakini bahwa kegagalan seorang murid adalah kegagalan gurunya, sehingga dia selalu berusaha memberikan kemampuan terbaiknya dalam mengajar murid-muridnya karena ia tak ingin gagal..lebih tepatnya ia tak ingin muridnya gagal.

Panettone

February 12th, 2007

Migp_pakai_petToday I’ve got a big box of Panettone from Migo.
(Thank you yah Go! The fact that you remember me and my story about this cake when you were at that Italian store, still ‘aghast-ing’ me…What a nice surprise! )
:D

I love this Panettone cake(with bread like texture) better than it’s counterpart, Pondoro ( Well..I won’t refuse when someone offer me a piece of Pandoro, though! hihihihe..)
With Panettone, it was love at the first bite….around six years ago at a small Italian store in The Netherlands, when I gave a piece of home-made Panettone a try.
Unfortunately, ever since I never had the opportunity to taste it again.

until ..

I ate this cake again last Chrismast Eve at the Hotel in Rome.

It’s hiden pieces of candied orange and lemon zest are my Favorite! Feels like tasting a small piece of Italy and send it to my tummy.
Hmm….

Well perhaps one day, I would like to seriously learn how to make one Panettone. Perhaps. ..
//z.about.com/d/italianfood/1/0/o/panet.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.Panettone, anyone?

Sie Sieht Mich Nicht

February 8th, 2007

Asterix_obelix

Picture taken from: here

‘Sie Sieht Mich Nicht’

lyrics by XAVIER NAIDOO

Click here for its videoclip

Wenn sie vorbei geht dann scheint es wie ein Feuerwerk
vor einem Himmel ist es sie, die ich bemerk
Ihre Königlichkeit ist nur ein König wert
und ich bin wenig königlich.
Sie sieht mich einfach nicht.


Wenn sie tanzt, dann tanzt alles, ihre Hüften und Arme,
alles erhellt sich im Licht dieser Dame.
Sie hat die Anmut und die Reinheit, die die anderen nicht haben,
sie hat all das was ich nicht hab,
sie sieht mich einfach nicht.

Je mehr ich mich ihr nähere desto ungeschickter bin ich
mein körper, meine Stimme, mein Gesicht.
Es gibt Grenzen , die man trotz Millionen von Soldaten wegwischt,
aber unsere überwindet man nicht.

Er hat Stil, ist delikat, bedient sich Gesten so zart
das leichte Leben dieser Welt ist seine Art
Er ist so sehr auch das, was er nicht zu sein vermag,
doch die Frauen wissen nicht
von diesen Dingen wenn er spricht,
sie sieht mich einfach nicht.

Man kann so vieles ändern,
wenn man zum Kämpfen bereit ist,
aber nicht diese Ungerechtigkeit.

Wenn sie vorbeigeht, dann scheint es wie ein Feuerwerk,
vor einem Himmel ist es sie die ich bemerk.
Ihre Königlichkeit ist nur ein König wert
ein anderer als ich
ich bin wenig königlich.
Sie sieht mich einfach nicht

**This posting dedicated to my classmates in "Raum 61" espescially after thus effort in  getting clues and understanding this song from our "Hören Aufgabe" today ..hopefully this kind of song won’t be in our Listening test next week! :P **

Keslomot

February 5th, 2007

//www.boots.com/images/product/1003662/ehero.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

Apa bahasa Indonesianya "keslomot" ya?

Itu lho, kalau kulit terkena benda panas, misalnya setrikaann atau panci panas, kadang sampai melepuh atau luka bakar ringan. nah..itu biasa saya sebut "keslomot".
Tersundut? ah bukan ..itu lain lagi..

Ngomong2 soal keslomot,

Bagaimana cara menyembuhkan cidera ringan dari keslomot ini, jika agak terlambat diatasi?
Masalahnya gini..

Saya ‘keslomot‘ botol air panas waktu saya tidur dan baru sadar pagi harinya ketika kulit saya sudah melepuh.
Kok Bisa?

Karena saya sudah sangat kecapekan karena paginya main tenis meja dan sorenya menghadiri undangan yang letaknya di Hamburg coret hingga larut malam… maka saya sama sekali tidak terasa kalau botol air panas (yang niatnya untuk menghangatkan kaki saya yang kedinginan) terlalu panas. Pagi harinya, alhasil kaki saya sudah melepuh seperti balon..kira-kira seluas 2,5 cm persegi kulit saya melepuh. lumayan kan? aww…

Kalau sudah terlambat gini..baiknya saya apakan ya? Saya tusuk atau saya biarkan? diolesi obat merah? atau dikasih Alkohol? atau…

Masalah dikempeskan..itu pasti..Saya tokh harus pakai sepatu kalau pergi..so, it will be squezzed anyway..masalahnya bagamana cara mengempeskannya?

Alhasil saya main dokter2an sendiri deh..tokh luka "ringan"…dengan sok kuat saya pun mengoperasi ‘balon’ luka saya dengan jarum, Kapas, perban dan Alkohol…perihhnya..

hihihi..setelah bertanya-tanya sama IYA yg kebetulan online sedang di YM..ternyata tindakan saya banyak salahnya lho. Waduh..ya apa boleh buat. sudah terlambat deh..dan alhasil..luka kecil ini terancam berbekas.

Na ja…ga apalah..cuma tadi sepanjang hari rasanya nyuut nyuut nyuut…apalagi setiap langkah pasti itu luka tergencet. 

Entah kenapa tiba2 jadi kebayang banjir di Jakarta…Alhamdulillah..di sini nggak banjir..apa jadinya luka di kaki yang kerendam air banjir penuh kuman.

Thanks yah IYa, buat resep kompresnya..sekarang mau buka perban dan…kompres luka dulu.

*waving hands*

WEEKEND:

Berhubung saya kurang bisa berlama-lama ngeblog. Foto2 weekend saya pasang dan ropel saja di posting ini. Kalau sempat saya akan re-posting. Tapi rasanya sih akan lupa..jadi sebelum lupa lebih baik saya pasang aja sekarang.

Berikut ini foto2 dari dua acara Weekend lalu:

100_0705_1100_0698_2

100_0710

 

1. Bermain Pingpong dengan group risetnya Uda Andri. (scientist2 yg mendadak pada pengen sporty..ya gini ini nih)

2. Setelah main pingpong sebentar, perjalanan kami lanjutkan ke rumah teman baik Uda Andri yang sedang merayakan ulang tahun putri mereka yang ke satu.  Rumah mereka jauh di pinggiran kota Hamburg.  Berhubung sudah janji datang sejak jauh2 hari dan pengen lihat baby mereka yg ndut,  dingin dan hujan pun kami hadapi dengan penuh semangat. Masalahnya kalau hujan-hujanan maka pelembab muka yg saya pakai pun tercuci air hujan…dan hari itu saya lupa membawa pelembab muka, begitu berhanti hujan hujanan..muka saya jadi kering  …dan betul saja..ketika masuk rumah mereka yang  pemanasnya  dinyalakan..muka saya jadi kering, merah2 dan perih2 (Itaiii Itaiiii!!jadi inget Nicky-chan!). Next time..Nivea saya akan saya bawa terus di tas saya!