Selamat Idul Adha
Hari ini masyarakat muslim Indonesia yang berada di Hamburg melaksanakan shalat ied di Konsulat RI Hamburg pukul 9 pagi. Alhamdulillah yang hadir sholat dan bersilaturahmi banyak. Hari raya yang jatuh saat Wochenende juga membuat anak sekolahan dapat hadir bersama orang tua mereka (termasuk Hamburg Teens yang "sensitif" terhadap flash kamera…)
Senangnya lagi tadi akhirnya saya kenalan dengan Bu Inci yang blognya sering saya intip. Iya, Bu Inci tadi hadir dari Frankfurt karena suami beliau memberi Khotbah ied. Sebenarnya saya sudah penasaran melihat bu ustadz yg nampak familiar..dengan pedenya saya bertanya tanpa malu.."ehm..Bu ustadz boleh nanya nggak bu? Ibu namanya siapa bu?" Duh..Alhamdulillah di jawab dan bener..ternyata bu Inci..Wahh senangnya..
Sepulang dari konsulat saya belanja bahan masakan (and some particular things) untuk persediaan karena toko-toko tutup hingga tgl 2 Januari. Untuk sayur segar seperti biasa saya mampir ke toko milik tetangga saya: Mustafa.
Dengan riang saya mengucap salam dan mengucapkan selamat Idul Adha ("Bayram" begitu istilah mereka). Ehhh..Mustafa dan istrinya, Aisyah terheran heran..karena mereka ternyata baru akan merayakan Iedul Adha besok tgl 31 Desember..ach so..tapi walaupun bagi mereka tadi itu belum hari raya, mereka langsung heboh dan memberikan saya permen satu kantong plastik sebagai hadiah dan saya malah diberi banyak sayur segar gratisan.. (aduh..mereka ini baik sekali pada Uda Andri dan saya..mungkin suatu hari nanti saya akan buat postingan tersendiri tentang Mustafa keluarganya dan tokonya).
Wah..Idul Adha kali ini saya berlimpah permen berwarna warni dan sayuran. Alhamdulillah.
Idul Adha di sini tentu sangat berbeda dengan Idul Adha di Indonesia. Alhamdulillah nikmat dan semangat berqurbannya tetap terasa. Bagaimana dengan teman-teman pembaca? Kepada teman-teman semua, kami mengucapkan:
"Selamat hari raya Idul Adha"
Mohon maaf lahir dan batin
Foto foto saya upload di foto Album: "Idul Adha dan Tahun Baru"
Uncategorized | Comments (8)Langitnya Abu-Abu Lagi
Kemarin petang kami mendarat di Hamburg. Tadi pagi ketika terjaga dan membuka tirai jendela, langit berwarna abu-abu khas Hamburg kembali menyapa dengan dingin. Kembali ke Hamburg…langitnya abu-abu dan nggak biru lagi. brrr….ditambah sedikit kabut tipis pula..kelihatannya jadi semakin dingin ugh..rasanya malas banget keluar rumah.
Tapi bagaimana mungkin tetap diam di rumah..hubby lapar ingin masakan istri..tapi bahan makanan yang akan dimasak tak ada. ah…saya harus belanja dan masak..
Hmm hari ini tanggal 27 Desember. Toko-toko sudah mulai buka. hihihi..Alles in Ordnung lagi..serba teratur dan nggak "crowded" kayak Roma..tapi pada pandangan pertama sepulang dari Italia..rasanya orang-orang Jerman jadi lebih mirip robot dari pada manusia. "Tanpa" ekspresi.
Pagi ini kebanyakan orang di jalanan Hamburg yang saya temui masih belum bersarung tangan. Padahal siang kemarin di Roma dengan ‘kehangatan’ 20 derajat Celcius orang-orang sudah banyak yang pakai sarung tangan, entah memang sudah dingin bagi mereka atau cuma untuk gaya-gayaan saja.
Pohon-pohon Jeruk yang sedang seru berlomba buah sudah tidak nampak lagi..berganti pohon-pohon gundul yang berhibernasi.
Sambil nyengir saya berkata pada diri sendiri
"Welcome home ibu Lessy"
Demikianlah sekedar menyapa di Blog lagi..buru2 posting sekedarnya berhubung sdh dapat pesan2 offline si IYA (sang blogwalker yg menolak u punya blog) sudah menuntut adanya posting baru.
IYa. .terimalah ini!! (ndak cuma buat IYa deng, tapi juga teman2 BD dan pembaca lainnya yg kebetulan mampir sini) .. duh maaf belum bisa posting dan cerita serius ttg Roma…
PS: Karena Blog FS saya kolaps ketika saya berusaha upload foto dalam postingan (maklum saya nggak punya Program Photo shop untuk mengecilkan file foto)..maka saya coba untuk posting foto2 terpisah dalam Photo Album berjudul "Rome".
Uncategorized | Comments (11)Buon Appetito!..nyam nyam
Mampir lagi di warnet..posting sedikit ahh….apalagi kalo bukan ttg makanan…
Lessy gitu loh..
Beberapa hari di Roma saya sudah mulai puas makan pasta home made yang fresh (untuk sementara pasta Vongole & frutti di mare i.e pasta dengan kerang n sea food adalah favorite saya) dan ice cream rasa coco dan pistaschio yang creamy..mata saya jadi lapar melihat Pannetonè khas Natal dengan berbagai macam merek dan package berjajar di jendela toko toko kue dan Pasticceria.
Satu lagi yang sangat menarik perhatian saya..adalah pohon jeruk di mana-mana. Lengkap dengan buah jeruknya tentu saja. Di jalan2, di halaman rumah orang, halaman kantor2 pemerintah, di depan poliklinik RSJ, di taman taman, juga di halaman kompleks tempat tinggal biarawati…semua dihiasi pohon jeruk.
Wiiiiih….rasanya pengen metik dan nyicipin karena kelihatannya manis. Kalau orang motret2 landmark yang ada disekitar via Leonida Bissolatti ..saya malah motret2 pohon jeruk sepanjang jalan itu. dan ternyata banyak lagi via via lainnya yang sepanjang tepinya di "kawal" oleh pepohonan Jeruk Clementina yang sedang ranum-ranumnya berbuah. Lucunya nggak ada yang metik, seolah-olah clementine itu beracun! Mungkin takut di hukum ya? Polisi Italy macam2 jenisnya ( paling tidak yg saya lihat jenis seragamnya dan namanya macam2) dan mereka tersebar di mana-mana sih..mungkin ada yg tugasnya memperhatikan jeruk2 itu ya? hehe…
Pizza? Tadinya saya pikir saya tidak terlalu suka yang namanya Pizza ..hingga kemarin lusa mencicipi Pizza seafood di resto mungil dekat hotel yang hmm…mamma mia! (resto ini yang mendadak jadi langganan kami dan chefnya serta pelayannya juga sangat bersahabat setelah kami mampir ke sana bbrp kali) …
Demi melihat wajah uda Andri yang terpana melihat kemampuan saya bersantap..saya bersikeras meyakinkan uda Andri bahwa satu bundaran besar itu adalah porsi normal untuk satu orang. Ugh..seloyang itu porsi normal kan ya?
Karena takut mubazir..saya pun membantu uda yang nampaknya kepayahan menghabiskan seporsi Fetucinni dengan saus yang picantè (saya lupa nama sausnya apa..karena spesial buatan chef sobat kami malam itu)…hmm…nyam..
hehehe…tadi malam..kami mampir ke sana lagi, lalu saya menanyakan apakah porsi aubergine yg ingin saya pesan terlalu besar atau tidak. eh..si bapak Chef yg langsung melayani kami ke meja sambil berkedip ke uda Andri ..dengan tersenyum berkata pada saya:
" Aubergine ini untuk senora? hmm …*sambil mutar2 bulpen*..kalau untuk senora..porsi ini sama sekali tidak besar"
Uda Andri langsung ngakak..(kenapa sih?!)
halah…tak apalah…yang penting buon apetitto senora!
Uncategorized | Comments (15)Buongiorno!
Buongiorno! Hallo..setelah bbrp hari gak online..gemes juga liat internet cafè..ehem..takut ketinggalan berita..(deuuh..alasan banget gak sih?)
Roma cantik deh..cocok buat yang suka kota tua dan bersejarah. Banyak bangunan kuno, gereja2 cantik dan puing2 bersejarah. Yang membuat saya heran, suasana Natalnya justru nggak semeriah di Hamburg. Yang menonjol khas Natal cuma tulisan "Buon Natale" di mana-mana. Mungkin karena di Hamburg lebih komersiil dan konsumtif? (pajak di Jerman tahun depan naik sih!)
Tapi ampuuunn…crowded bgt, penuh orang, jalanan banyak bolongnya, motor naik ke trotoar, lampu merah pejalan kaki yang gak ngaruh, pengemis yang rada maksa muncul tiba2….. Sempat deg-degan juga pada hari pertama melangkahkan kaki sendirian menjelajahi Roma. Gak bisa bhs Italy, budget pas-pasan, dan gak jago kelahi. Inilah akibatnya udah keenakan di Hamburg yg serba in ordnung. eitss…tapi tak lama kemudian..naluri anak Jakarta si Lessy mulai timbul kembali.
Untungnya Orang Italy ekspresif..jadi tanpa bahasa Inggris pun kebanyakan mereka sukses menjelaskan sesuatu dan berkomunikasi dengan gesture…and so do I..
Dua hari ini saya habiskan dengan berjalan kaki dari satu landmark ke landmark yang lain. Lebih dari 8 jam jalan kaki sehari. Gempor..tapi seneng karena berasa bisa nikmatin hari2 di Roma tanpa tergantung dan ngeganggu suami yang sedang sibuk seminar di Universitas. Banyak cerita lucu2 karena saya jalan sendirian. Dari mulai dikira anak kecil hilang, dianterin ke kereta sama Politia yang baik hati karena saya nyasar di Terminal, sampai lari-lari di kejar orang yang berpakaian mirip prajurit Romawi kuno sambil mengacung acungkan pedang mainan gara2 saya potret mereka tanpa bayaran. (lha..mereka berkostum di tempat umum, deket Coloseum gitu lohhh..masa gak boleh di potret?). Lucunya saya malah jadi penasaran..dan curi2 memotret mereka sampai ngumpet di balik Kuda segala!!
Di Fontana di Trevi..saya liat-liatan sama copet. Sepertinya dia ngincer saya sejak dari via del Corso karena saya kelihatan keluar masuk gereja, motret2 dan jalan sendirian.. weitts..saya balik badan dan memandangi dia dan teman2nya dengan cukup berwibawa. ehh….tring tring..dia malah senyum2 dan ngedipin mata! (yeee! sok ganteng banget ih!) dan bilang Belle Belle..(eh..belle?! saya pun ngucek2 mata..oh salah..itu belek yah? bukan belle..hehe jorok ah! …mungkin mata saya belekan karena abis lihat harga barang di jendela butik Bulgari yang..oww..better left unsaid deh..sakit hati..). Langsung aja saya duduk di depan Fontana di Trevi mepet ke tembok, gak langsung ngeluarin kamera atau buka2 tas..melainkan duduk santai dan makan coklat dulu..ngulur waktu biar mereka capek nungguin saya….Alhamdulillah..mereka akhirnya cabut (ketarget lain?).
waduh…prittt!!!….udah limit nih saya nongkrong di internet caffè. Budget untuk pranzo (makan siang) nanti abis buat online….weeekk…jangan dong….Pasta di sini enak dan fresh..kebanyakan home made..dan seafoodnya juga segar..belum lagi es krimnya..kayak gorengan di Jakarta deh banyaknya dan..uiih…sampai 100 rasa! (cuma hati2 sih banyak yg ada campuran alkoholnya)..
Sampai kesempatan berikut yah. Cerita petualangan Roma ini terpaksa bersambung dulu…
Uncategorized | Comments (27)Pause
Liebe Teman2 yg mampir blog ini..(terutama teman2 BD tercinta..) saya pamitan akan pause dulu dari dunia per-blog-an (i.e. nggak komentar2 dlm waktu seminggu lebih nih di Blog2 BD)….
hiks…inginnya sih bulan ini pamitan buat pergi haji..sayangnya urusan surat2 pembaharuan kontrak dan visa yg temponya nggak pas, membuat kami membatalkan rencana berhaji dan tetap di Eropa sampai dapat visa baru tahun depan.
Nah,berhubung uda Andri harus mengisi seminar di Universitas Roma dalam waktu yang lumayan lama, dan saya di ajak ikut..maka..
Jadilah…pamitnya ke Roma.
Walaupun gak bisa bhs Italy dan bermodalkan uang pas2an, saya berniat dan bertekad mau jalan muter2 Roma sendirian (sendiri? iya, soalnya jadwal seminarnya uda penuh sih) . Pe-de lah sama buku city guidenya Lonely Planet.
Insya ALLAH sepulang dari Roma akan banyak cerita bergambar ttg kota ini.
Mudah-mudahan saya gak ketemu copet2 mahir kota Roma…kalaupun ketemu..mudah2an mereka nggak tertarik bahkan untuk sekedar melirik..(masak tega amat sih sangu pas-pasan gini mau di copet juga!)
Iin..iYA..doakan supaya foto2 berhasil yah! (mengetest hasil tentir memfoto anggota BD terutama mbak Maya yg pada onsen di blognya si iin)..
Mudah2 gak salah fokus…:P
ok pamitan yaa…..
Wassalamualaikum wr wb..
Hari Gini Tanpa Uang? Mungkinkah?
Sekedar sharing lagu dan sedikit "pertanyaan"…
Hmm.. walaupun saya tetep suka can’t smile without you -nya Barry Manillow tapi berhubung lagi pas ama lagunya Jewel yang berjudul "Stand" jadi sementara themesong blog ini ganti deh
Lagu Stand ini..saya suka beat musik dan liriknya..
I think it’s a cool song.
Hmm (lagi) ..tiba2 terlontar di pikiran saya…gimana yah kalau kita hidup tanpa uang? apakah kita bisa hidup? Tanpa uang bukan berarti miskin kan?
Mohon maaf buat temen yg belajar ekonomi..nggak bermaksud ngehayal bakal merubah sistem finansial atau peradaban ekonomi manusia..enggak kok..cuma nanya aja..masih mungkin nggak sih hari gini kita hidup tanpa uang melainkan barter? *getok2 jidat* sorry for posting this kind of question…I just can’t help asking myself..
Stand
by Jewel
Walk in a corner shop
See a shoplifting cop
See the old lady with a gun
See the hero try 2 run
Nothing’s what it seems, I mean
It’s not all dirty, but it’s not all clean
There’s children paying bills
There’s monks buying thrills
There’s pride for sale in magazines
There’s pills for rent 2 make u clean
Marvin Gaye, there’s no brother, brother
Woody Guthrie’s land can’t feed Mother
Mothers weep, children sleep
So much violence ends in silence
It’s a shame there’s no one 2 blame
For all the pain that life brings
If u will just take me It might just complete me
And together we can make a stand
A waitress brings me lunch
We meet but do not touch
On TV, D.C. is selling lies
While in the corner, King’s dream dies
Go 2 the counter, pay for me and my friend
A homeless man pulls out a roll, says it’s on him
The mayor has no cash
He said he spent it on hookers and hash
Mothers weep, children sleep
So much violence ends in silence
It’s a shame there’s no one 2 blame
For all the pain that life brings
If u will just take me It might just complete me
And together we can make a stand
U will love me, I will love u
Mothers weep, children sleep
So much violence ends in silence
It’s a shame there’s no one 2 blame
For all the pain that life brings
If u will just take me It might just complete me
And together we can make a stand
Ski-Jump Aircraft (STOVL procedure)
Tadi, sembari menunggu nasi uduk matang dan suami pulang, saya sempat terpukau oleh sendung N24 (nonton TV-nya lewat Internet hehe..). Tentang Prosedur tinggal landas dan mendarat pesawat tempur. Yang lucu adalah prosedur tinggal landas dan mendarat yang dideskripsikan "pararel" dengan prinsip lompatan dengan sepeda motor (motorcycle jump?).
Bedanya, yang melompat terbang dan mendarat ini adalah pesawat (tempur) dari kapal induk. Tentu saja kecepatan dan berat masa pesawat ini jauh lebih besar dari pada sepeda motor.
Wow! Mungkinkah?
Mungkin saja..tetapi rupanya sampai saat ini kesuksesannya masih diragukan dan mahal. Entahlah bagaimana kelanjutannya tetapi pemakaian prinsip mendarat seperti sepeda motor lompat itu cukup membuat orang awam macam saya terpana. Bagaimana kuatnyakah roda yang "mungil" itu menahan tekanan dari sebuah pesawat seberat puluhan ton yang mendarat dengan kecepatan tinggi?
Penelitian prosedur take of dan landing pesawat semakin terpacu untuk menemukan inovasi baru yang lebih effektif. Mulai dari material untuk pesawatnya, piston pemacu hingga landasan beserta tali penahannya.
Bicara soal prosedur tinggal landas dan mendarat (take off and landing) yang bermacam-macam jenisnya…saya jadi bertanya tanya: "lho memangnya ada berapa macam sih?"
"hmm ada nggak yah di wikipedia?"
Ah..ada lho ternyata di Wikipedia!..(deuuh wikipediamania nih saya!) nah begini kata wikipedia:
Oooh…ternyata yang meniru prinsip sepeda motor lompat atau ski-jump itu adalah STVOL (Short Take of and Vertikal Landing). Lucu deh…tinggal landasnya mengingatkan ketika dulu saya sering main ketapel, nah..dalam prosedur STVOL tersebut, batunya itu adalah..pesawatnya. Lalu mendaratnya mirip seperti sepeda motor mendarat dari lompatan yg tinggi. waks…nggak terbayang deh nahan benda 40 ton yg menukik! Tadi malah dengan bego-nya saya berpikir itu kapal bisa tenggelam ketimpa pesawat yg mendarat vertikal gitu…hehehe..:P
*buat temen2 yg pilot, mohon dimaklumi yaahh…saya kan orang awam..mana takut terbang pula!*
Uncategorized | Comments (28)Somewhere over the Rainbow
Nostalgia dulu ahh… ada yang suka lagu ini atau filmnya?
by Judy Garland (Wizard of Oz)
Somewhere over the rainbow
Way up high
There’s a land that I heard of
Once in a lullaby
Somewhere over the rainbow
Skies are blue
And the dreams that you dare to dream
Really do come true
Some day I’ll wish upon a star
And wake up where the clouds are far behind me
Where troubles melt like lemondrops
Away above the chimney tops
That’s where you’ll find me
Somewhere over the rainbow
Bluebirds fly
Birds fly over the rainbow
Why then, oh why can’t I?
Some day I’ll wish upon a star
And wake up where the clouds are far behind me
Where troubles melt like lemondrops
Away above the chimney tops
That’s where you’ll find me
Somewhere over the rainbow
Bluebirds fly
Birds fly over the rainbow
Why then, oh why can’t I?
If happy little bluebirds fly
Beyond the rainbow
Why, oh why can’t I?
Cabai Merah Murah
*gute Laune = Sumringah = good mood*
Sore ini saya senang sekali, bagaimana tidak, bertepatan dengan habisnya persediaan sambal kami..hari ini ada angebot (penawaran khusus) cabai merah di Linden Bazaar.
Saya sempat menimbang sekitar 1 kg cabai merah lepasan tapi lantas petugas timbangannya menunjuk tumpukan karton2 cabai dan berkata dalam bahasa entah Jerman atau Turki yang kira-kira artinya: "Kok kamu nggak beli yang satu kardus saja? Lebih murah tuh lagi angebot, seger-seger pula!"
Haa?! satu kardus? lha butuhnya cuma sekilo? eh..tapi mengapa tidak ya? kan bisa hemat banyak..hmm
Setelah berpikir sesaat saya memutuskan untuk membeli satu kardus…(coba waktu bikin sambal telur balado buat acara IASI tempo hari pas ada angebot macam ini ya Nov!)
Agak repot dan berat juga sih membawanya karena didalam tas ransel saya masih berisi buku-buku les dan termos minum thermal alumunium yg lumayan jadi beban di punggung. Beginilah kalau belanjanya sepulang dari les langsung.
Dengan niat awal hanya membeli 1/2 kg daging sapi dan 1 kg cabai merah, saya tidak mengantisipasi belanjaan yang banyak. Untung ransel saya lumayan besar sehingga sebagian cabai masih bisa saya jejalkan kedalam ransel. Alhamdulillah, antara U-Bahn U1 dengan U2, dan U2 dengan Bus no 4 di Osterstraße waktunya pas, jadi dalam waktu 30 menit saya sudah sampai di rumah. Kalau tidak saya berjalan ala Quasimodo lebih lama lagi deh!
Seberapa berat sih sebenarnya satu kardus cabai merah yang saya beli tadi? Dengan penuh rasa ingin tahu saya timbang langsung ketika tiba di rumah. wahhhh ternyata hampir 4 kg!! Lumayan banget!Penghematan euy.. karena untuk satu kilogram cabai merah segar harganya 4.99 Euro. Sedangkan cabai merah segar satu kardus harganya 2.99 Euro. Nah..und?
Ja klar! Insya ALLAH, weekend ini si ibu Lessy akan bikin sambal buat persediaan sebulan dan freezer mungil kami yang kosong akan dihuni kantung2 sambal.
Keluarga Cendana
Sebelum mengecewakan pembaca yang mampir di sini, terlebih dulu saya menyatakan bahwa postingan ini tidak ada hubungannya dengan keluarga mantan presiden Indonesia yang bermarkas di Jalan Cendana, melainkan mengenai keluarga ‘Cendana’ yang asli, yaitu vegetasi wangi yang secara ilmiahnya termasuk genus atau keluarga: Santalaceae atau yang secara internasional terkenal juga dengan nama "Sandalwood".
Keluarga Cendana ini, selain di Indonesia, juga tumbuh sebagai vegetasi asli di India, Hawaii, Fiji, dan Australia. Selain dipergunakan untuk menghasilkan extrak obat-obatan dan minyak esensial aroma terapi, Kayu Cendana juga seringkali digunakan untuk kerajinan kayu yang istimewa (ukiran2 dan kerajinan tangan). Kayu Cendana dipergunakan sebagai salah satu bahan interior candi / rumah peribadatan di India dan Srilanka. Bahkan extrak Cendana ini konon dipergunakan untuk mengawetkan jenazah para keluarga raja-raja Ceyclon di abad ke 9.
Sebagai orang Indonesia tentulah saya familiar dengan kayu cendana ini. Baik namanya maupun baunya. Teringat dulu waktu kecil, bapak saya pernah memberi hadiah kipas dari Bali yang terbuat dari kayu cendana dengan nama saya terukir di tengahnya. Saat itu walaupun saya sempat terkagum kagum denga harum kayu kipas itu, saya belum tahu banyak tentang Cendana. Lalu, bertahun-tahun saya seringkali memijat Ibu saya dengan campuran minyak cendana. Wuiih..sambil memijat saya pun dapat manfaat aromatherapi…hmm….harumnya enak sekali. *narik nafas dalam-dalam..kebetulan disekeliling saya beraroma cendana..hmm..*
Nah..hari minggu yang lalu saya mendapat oleh2 dari mbak Muti b otol mungil berisi minyak extrak cendana. Terima kasih ya Mbak Muti!
Wah senang sekali.. kebetulan wanginya senada dengan sabun Yardley beraroma Sandalwood yang akhir-akhir ini kembali menjadi kesukaan saya. Di dekat pintu masuk Wohnung, wangi Cendana juga saya jadikan default aroma potpouri (keterangan foto: potpourinya yang bentuknya mirip sesajen di bawah interkom itu lho).
Kali ini saya jadi ingin tahu lebih banyak tentang si wangi Cendana ini. Thanks to search engines so I can possibly get lots of information about Sandalwood within minutes! :))
Alhamdulillah, setelah mengetahui lebih banyak mengenai informasi terbaru tentang Cendana, saya pun semakin menghargainya. Ironisnya..sebagai konsumen cendana, saya jadi sedih juga ..terutama karena mengetahui bahwa vegetasi ini sudah mulai langka alias terancam punah. Ya, kelangkaan ini sejalan dengan terlalu banyaknya penggunaan kayu cendana tanpa diimbangi dengan usaha pelestariannya secara sepadan.
Semoga kegiatan positif seperti Kursus Pelestarian dan Persemaian Cendana yang diadakan oleh BPTH dan ICRAF-SEA akan menjadi contoh baik dan membantu pelestarian Cendana dan tumbuhan langka lainnya, di Indonesia..dan tentu saja di dunia!
Mudah-mudahan link ini bisa menjadi stimulan untuk mengenal dan menyayangi Cendana lebih lanjut.
- Plant and Cultures. Exploring Plants and People: Sandalwood.
- The IUCN Red List of Threatened Species: Santalum Album
Case Studies:
- Sandalwood (Ted Case Studies)
Uncategorized | Comments (19)