Bespoke (fragrance)

October 30th, 2006

Patchouli I was reading through Miller-Harris site when I found a quite interesting word ( here ). A word that I couldn’t help keep wondering about; Bespoke

What does actually "bespoke" means? I thought It was a term for custom made funitures (only). Then, I rashly open my dictionary and here what I found:

Bespoke literally means: custom made

Eg: (of Clothes) made specially according to the individual customer’s requirements: a bespoke suit. - Oxford Dictionary -

How about wikipedia? you can check it out here.

http://en.wikipedia.org/wiki/Bespoke

So basically, this "bespoke" word can be use for any product that base on individual customer’s requirements. Can be furniture (ah..jadi inget pak ‘No), Suit dan dress (duh..jadi inget bu ‘Man dan Wayunda), Software, and many more..including fragrance!

Jp_guerlain_from_musee_grasse_Bespoke fragrance.. it sounds so intriguing and unique isn’t it?

As if bespoke suits has to be created by tailors or designers..and bespoke furnitures has to be created by carpenters..so bespoke fragrances need to be created by perfumers and the high quality one in this field are so called "The Noses".

The high quality "Noses" must have (not only) gifted-talented-sensible nostrils, but they also have to practice such a dicipline to take care of their magnificent ability to smell and trained for years in fragrance academy. Nowadays, there are less than 50 "Noses" in this world.

Everybody has it’s unique "fragrance"..and therefore, a suitable "fragrance" can be added to extend the sensation due to individual chemistry. Does "Hermes Elixir des Merveilles" makes drive your mind to your kitchen since it’s note has chocolate-covered candied orange peel, caramel and vanilla biscuits taste? .. May be, for you "Channel No 5" has too much ylang-ylang ?(ps: ylang-ylang = bunga kenanga, kenal dong ya?)  Is "Sicily" too sweet for your skin?..or "Omnia" is simply to dry for your taste? Perhaps you want to pleased yourself with "bespoke" fragrance and register your own fragrance bottle in the world’s fragrance list in the Grasse??

For sure, this question is not for me. oh no! no way baby! That is all the way up too fancy for me..

Frankly, I can’t afford the Nose’s work that might cost me around 70.000 USD…(come on.. I’m talking about the Noses who accept only less than 7-12 clients per year!).

Let alone the prize tag and how their cashier maschine bang-bang you for a bottle of scented things (perfume, lotion, candle or soap? you name it). Knowing just a little bit about their rare-tremendeous profesional work..I can’t see the existence of fragrance the same way like before. Now, my perspective about this field is added with much more so called: "Deep appreciation".

**Current mood: lagi terkagum kagum sama manusia-manusia berhidung emas "The Noses"

Lebaran Lebaran..

October 25th, 2006

Kali ini adalah kali kedua bagi Uda Andri dan saya, untuk berlebaran di Hamburg.

Kami berdua memutuskan untuk berlebaran hari senin tgl 23 Oktober 2006. Ketika kami menelpon keluarga ternyata keluarga di Jakarta pun juga berlebaran hari senin. Sementara keluarga di Padang, memilih untuk berlebaran hari selasa.

Jujur, perbedaan ini pernah membuat saya justru sangat senang. Ketika itu lebaran tahun 2004, saya menjadi wakil suami untuk sungkem pada keempat orang tua kami (saya pulang sendirian karena uda Andri tdk bisa pulang dari New York).

Lho kok beda-beda gitu malah senang?

iya ..Karena baik di Jakarta (rumah ortu) maupun di Padang (rumah mertua), saya menikmati Raya-nya hari pertama Lebaran.

Jadi, setelah takbiran, sholat ied, sungkeman dan makan-makan hidangan lebaran di Jakarta saya langsung terbang ke Padang untuk malamnya kembali takbiran dan besok paginya..lebaran lagi. Istilahnya, kalau di "absen", maka saya hadir di acara sungkeman baik dengan mertua maupun dengan orang tua masing-masing di hari pertama! Kan rasanya bisa menomor satukan semuanya… (ehehehe..efek psikologis ini memang agak-agak maksa..tapi boleh dong?!)

Kembali ke lebaran tahun ini,

Di Hamburg KJRI memutuskan untuk mengadakan Sholat Ied dan Open House hari senin. Banyaknya warga Indonesia di Hamburg dan KJRI yang sangat bersahabat, cukup membuat rasa rindu kampung halaman berkurang.

Senin pagi pukul 09.00 Kami sholat Ied di konsulat. Kami berangkat sendiri-sendiri karena Uda Andri ke kantor dulu. Setelah Sholat Ied kami bermaaf-maafan dengan warga Indonesia yang hadir. Sayang Uda Andri harus langsung kembali ke kantor, jadi tidak sempat bertemu dengan banyak kawan yang baru hadir di siang harinya…dan juga tidak mencicipi hidangan lezat yang disiapkan oleh KJRI.

Kopi-teh hangat, kacang2-an, kue bawang serta cake keju merupakan suguhan setelah Sholat ied. Selanjutnya.. belum juga memasuki jam makan siang, di ruang pertemuan KJRI sudah tersedia buffet lebaran yang terdiri dari Lontong, Sayur (pelengkap lontong sayur), Opor, sambal goreng daging, lengkap dengan kerupuk keong ikan dan sambal pedas yang enak..nyam nyam..

Pentingnya lagi..saya menikmati hidangan itu bersama teman-teman baik saya dan juga bayi bayi lucu..Aiman, Audrey dan Zinet. Migo dan Dewi ‘bulenong dari perancis’ pun ikut berada di KJRI. (in case elu baca ini Wi..sayang bgt kita gak sempat ketemuan lagi sebelum lu balik sabtu ini, kapan2 ke Hamburg lagi ya..)

Di_kjri_sama_mbak_muti Senin sorenya..pas Maghrib saya sampai Veddel..(uda Andri menyusul agak malam langsung dari kantor). Veddel itu markasnya Mbak muti dan Mas Agus, yang kadang secara sepihak markas mereka itu oleh Uda Andri juga diakui sebagai markas kami juga..lho? hehe ..soalnya hommie sih..

Hari itu masakan mbak Muti adalah..Lontong, Opor Ayam, sambal goreng ati, sayur rebung yang kami santap dengan lahap..masakan mbak Muti memang mantap!

Sementara itu sambil duduk di balon karetnya Billah..saya asik mencicipi kastengel, putri salju, Choco corn flakes cookies dalam toples-toples yang terjajar di meja ruang tamu …semuanya home made!

Bagi kami berempat (Billah, Mbak Muti, Uda Andri dan saya) hidangan itu adalah hidangan lebaran, sementara bagi mas Agus, hidangan itu adalah hidangan berbuka puasa dan malam takbiran.

Ternyata, selain mas Agus ternyata keluarga Pak Ari dan mbak Ninin juga berlebaran di hari selasa.

Selasa malamnya kami berlima, diundang juga berlebaran di rumah Pak Ari dan Mbak Ninin. Tuan rumah juga mengundang keluarga Pak Taufik dan Mbak Helwa serta rekan-rekan student dari TUHH ..

Malam itu, jika kue Nastar adonan spesial buatan mbak Ninin diibaratkan sebagai bintang-nya, maka: hidangan sup asparagus, lontong sayur, rendang, semur kambing, sambal goreng, dan salat, merupakan bumi-nya, merkurius-nya, venus-nya, mars-nya, uranus-nya, saturnus-nya dan yupiter-nya.(ooiihh….knapa bahasanya gini benget yak? ..padahal astronaut juga bukan) ..Dan..seolah ingin melengkapi galaksi hidangan  malam itu..kue bolu gulung buatan Mbak Helwah pun ikut meng-orbit di meja Wohnzimmer.

Tentu hidangan bukan segala-galanya…Suasana silaturahmi yang akrab dan kekeluargaan malam itu membuat kami serasa bak berlebaran ditengah-tengah keluarga besar di kampung halaman…Alhamdulillah

Nah, kalau begini sih..gimana saya mau tetep keukeh ngaku-ngaku homesick? :P udah nggak heimweh lagi kok.. ..(eeits.. tapi bukannya udah nggak kangen lagi sama kampung halaman lohhh)

No more home-land-sick in this (these) Lebaran day(s). Yet, I am total cured!

As many said:  home is where the heart is.

The only problem is, when we don’t know how to bring some "pieces" from our homeland vibes into the heart of the ambiance..

Kangen..

October 22nd, 2006

Lessy_lebaran_1 Ihiks..nggak bermaksud ber-sentimental ria atau cengeng…tapi sejujurnya di lubuk hati yg terdalam (waduuhhh..) menjelang hari lebaran ini.. kok saya jadi rada-rada heimweh alias sedikit homesick yah?

Kangen suasana lebaran di Indonesia..kangen dengan acara kumpul keluarga besar…silaturahmi dengan tetangga..dan juga dengan kuliner lebarannya..

Kangen suasana lebaran bersama keluarga besar di Indonesia.

Idul Fitri 1427 H

October 21st, 2006

Tak terasa bulan suci Ramadhan tahun ini sudah hampir berlalu. Semoga tahun depan kita masih di beri kesempatan untuk kembali menikmati indahnya bulan Ramadhan..

Menjelang Idul Fitri 1427 H..

Kami sekeluarga dengan sepenuh hati mohon maaf lahir batin atas segala khilaf dan kesalahan kami kepada teman-teman.

Selamat berlebaran…selamat menyambut hari kemenangan..

Taqoballallahu minna wa minkum..

Wassalamualaikum wr wb.

Andri & Lessy

Pembunuh itu…(tragedi berakhir dengan tragedi)

October 19th, 2006

Warga Colon baik murid2 dan guru2 sedang terkejut dan heboh menanggapi sebuah berita pembunuhan.

Korbannya adalah seorang wanita muda Jerman yang dicekik oleh kekasihnya.

Motif: Eifersucht alias cemburu.

dan ..Pelakunya adalah W.H. teman satu sekolahan kami di kelas sebelah!!

Ia adalah seorang pemuda asal Brasil yang usianya baru 24 th, berpenampilan sportif dan simpatik. Teman sekelasnya tak ada yang menyangka karena nampaknya ia bukan type orang yang brutal ataupun machois. Ah..emosi yang tak terkontrol memang bisa memutarbalikkan dunia dan menhadirkan malapetaka dalam kehidupan seseorang..

Sebetulnya saya tidak begitu familiar dengan pemuda itu karena saya baru tiga minggu pindah ke kelas pagi..namanya pun saya baru tahu namanya ketika berita ini muncul di koran-koran. Namun setelah melihat fotonya di koran.. saya jadi ngeh bahwa seringkali kami berpapasan pagi-pagi di tangga dan saling ber-gutten morgen-ria. Bahkan rasanya dia pernah datang ke Stammtisch waktu kelas saya masih siang hari. Pantesan teman-teman kelas sebelah wajahnya rada-rada aneh. Kami yang tidak sekelas dengannya saja merasa terhenyak bukan kepalang.

Naudzubillahiminzalik..semoga kita semua selalu dalam lindungan-NYA dari perbuatan yang keji. Aamiin.

Peristiwa ini merupakan suatu pelajaran dan peringatan yang sangat menggetarkan di hari-hari terakhir Ramadhan….seolah mengingatkan bahwa menahan diri harus tak berhenti ketika Ramadhan usai…tahan emosi..tahan nafsu..karena kita semua tak pernah luput dari godaan selama hayat masih dikandung badan.

Additional posting:

Berita penutup

Tgl 21 oktober 06, Sabtu pagi pk. 6.45. 

W.H. ditemukan tewas di dalam sel-nya. Tekanan rasa bersalah dan hilangnya harapan membuatnya berkeputusan untuk mengakhiri hidupnya sendiri.

Toilet Umum a.k.a Public Restroom

October 17th, 2006

Jamban_convensional Toilet. Siapa yang tidak mengenal "kamar kecil" ini?  Melalui sejarah yang cukup panjang seiring dengan sejarah peradaban manusia, maka aplikasi bentuk dan jenisnya pun kini bermacam-macam. Mulai dari jenis toilet yang sangat "basic and natural" ( misalnya: "jamban-jamban" di sungai hehehe..) hingga yang "luxurious and hi tech" (misalnya: toilet-toilet yang tersedia di hotel berbintang tujuh –> seperti obat pusing aja ya? bintang tujuh…).

Apapun bentuknya, toilet merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang sangaaaatttt penting dan bukan hal yang sepele. Hmm.. apakah ada yg tidak setuju????

Jika urusan privat satu ini dibutuhkan keberadaannya di ruang publik secara mendesak, maka toilet umum merupakan solusi. Tentu saja acara kunjungan ke toilet umum bukannya kunjungan yang dinanti-nantikan. Namun, tak ayal toilet umum merupakan hal yang tak dapat terhindarkan terlebih bagi yang sering melakukan perjalananan jauh.

Secara sederhana, khusus untuk posting di blog ini, saya klasifikasikan toilet umum ini menjadi: toilet umum tidak bergerak dan toilet umum bergerak. (yah..mirip mirip klasifikasi hukum benda gitulah i.e. ada benda bergerak dan benda tidak bergerak..hehehe).

Yang tidak bergerak misalnya adalah toilet umum di stasiun, airport, gedung-gedung perbelanjaan, perpustakaan restaurant atau rumah sakit. Sedangkan toilet umum bergerak adalah toilet umum di pesawat, di kereta, juga di dalam bus( hmm..bagaimana yah toilet di pesawat ruang angkasa??? oii..oii..futuristik sekali mungkin ya?)

Hal yang paling penting dan perlu diperhatikan adalah kebersihan dan sarana penunjang kebersihan yang ada di satu toilet umum. Tentu kebanyakan diantara kita menyadari bahwa sejak tuntutan standard kebersihan yg meningkat, management sanitasi dan kebersihan toilet pun menjadi hal yang serius dan sudah umum ditangani secara profesional. Kimberly-ClarkProcter & Gamble, Initial, dan Essential, adalah beberapa dari sekian banyak nama perusahaan yang cukup familiar dan sering kita "temukan" di toilet umum. Coba deh..iseng-iseng anda perhatikan nama perusahaan yang turut berpartsipasi dalam toilet umum yang "terpaksa" anda kunjungi. :P

Yang tak kalah pentingnya tentang  penggunaan toilet umum adalah,  kuasai keadaan toilet tersebut sebelum anda terjebak dalam keadaan "tak berdaya".

Pastikan persediaan tissue atau air (baik keran maupun bidet) memadai. Sebaiknya selalu bersedia tissue apabila anda berada dalam perjalanan, karena siapa tahu, toilet umum terdekat kehabisan tissue.

Pastikan anda tahu bagaimana cara menyiram atau flushing toilet tersebut. Jika tampaknya jenis toilet umum anda itu agak-agak tidak normal (misalnya toilet tersebut terlalu hi-tech atau malah terlalu antik) maka tak perlu ragu untuk sedikit bereksperimen dengan sensor2, tombol2, tali2, kait2 atau bahkan pedal2 yg tersedia. (serius lho inii..berdasarkan pengalaman pribadi soalnyaa…)

Jangan lupa juga untuk memastikan bahwa pintu toilet tersebut dapat anda kunci dan buka dengan mudah (bila contoh hi-tech-nya adalah kejadian yang menimpa Maureen Shotton, maka contoh yang lebih sederhana adalah kejadian yg sempat menimpa seorang wanita, yg kebetulan di ruang toilet sebelah saya ketika berkunjung ke Vollendam, ia tidak bisa keluar dari toilet umum tersebut karena gagang pintunya patah sebab ia menggantungkan tas-nya di gagang pintu yang ternyata memang sudah agak rusak) …waduh..ibu-ibu..ati-ati yah kalau nyangkutin tas di gagang pintu toilet umum..

Ah..mungkin masih banyak lagi yah hal-hal menarik yang bisa ditulis tentang toilet umum. Namun… berhubung sudah sore, saya musti beranjak dari depan komputer. Pamit dulu ya!

PS: Beberapa link di bawah ini merupakan Link menarik berkaitan dengan toilet umum (dan toilet secara umum):

1. The International Center for Bathroom Etiquette 

2. American Restroom

3. World Toilet Organisation

Balapan jalan

October 12th, 2006

Di pagi hari yang dingin dan berkabut tadi, saya balapan jalan dengan orang tak dikenal dengan tanpa sengaja.

Heh?! Iseng banget sih ya?

Awalnya sih sepele..berawal dari decakan seseorang dibelakang saya ketika saya sedang enak-enaknya berjalan di sisi kiri ** menaiki eskalator U-Bahn di Gansemarkt. Ini bukan decakan kagum atau decakan orang sedang mengunyah makanan dengan lahap (oh salah..itu sih "decapan" yah? hehe)..tapi ini adalah decakan orang yg tidak sabar atau mungkin sedang kesal. ck! ck! …and again…ck! ck! begitulah bunyinya..(deuh…cicak kali!)

Masalahnya pagi tadi saya sedang sensitippp..entah kenapa saya merasa decakan itu ditujukan pada saya. (well obviously, it was!) 

Kesal sih enggak.. pagi pagi gitu loh, I’m a morning person..jadi pagi-pagi default-nya ya gembira dong..masa udah kesal..mana sedang puasa..hanya saja saya sensitip.. decakan itu membuat saya otomatis merasa menghalangi dia, jadi saya percepat langkah saya menaiki tangga ( tangganya yg berjalan itu lho –> eskalator)

Tapi sepertinya dia tidak puas.. sepertinya dia ingin saya minggir kesamping kanan bergabung dengan barisan orang2 yg hanya berdiri dan membiarkan diri mereka terbawa oleh eskalator dan muncul ke arah permukaan tanah. Jangan tanya kok saya bisa tahu maksud hatinya..kalau Lea Salonga nyanyi..it doesn’t take a genius to read the symptoms…jadi walau bukan paranormal orang  normal juga tahu kalau dia resah dan ribut bgt dengan decakannya karena ingin mendahului saya. Kind of..irritating… Namun, saya juga nggak mau minggir (Saat itu saya cuek, bukan budek) lha wong saya juga buru-buru kok. Lagian..memangnya ada jaminan dia bisa jalan lebih cepat dari saya???

aha!

Saya jadi terusik ingin tahu.

Kebetulan, dia berjalan ke arah Ausgang yg sama dan menuju Opera. Jadi deh, kami tanpa kesepakatan lisan maupun tulisan beradu cepat berjalan kaki. Saya sengaja berjalan di sisi kanan memberi kesempatan dia untuk mendahului saya. Yaaa….barangkali dia memang lebih cepat ..saya kan nggak mau menghalang-halangi juga. Namun..bersamaan dengan itu saya pun mempercepat langkah saya yg sepertinya lebih pendek dari langkah orang tersebut.

..tapiii…kesempatan berjalan di sisi kiri itu ternyata tidak berhasil membuatnya melesat jauh. Prestasi terbaiknya adalah bisa menjajari langkah saya. Langkahnya besar-besar dan bunyi sepatunya tak tok tak tok..(ribut amat sih sepatunya? ibu-ibu apa bapak-bapak sih?) sebetulnya penasaran juga ingin lihat lawan balapan saya..tapi saya nggak sempat menoleh (takut nanti konsentrasi hilang kecepatan berkurang hehehe) namun samar samar saya hanya tahu kalau dia sempat menyemprotkan Chrome pagi tadi. Couldn’t help to smell it..lha wong lagi nggak pilek kok.

Nah..begitu saya belok ke Staatsoper ternyata dia berjalan lurus ke Stephanplatz. Oh ya sudahlah..balapannya bubar. Nggak ada yg menang atau kalah..

Namun sebelum belok saya sempat menoleh kearah lawan balapan saya itu. Oh..Typisch orang kantoran karena pakai dasi, setelan jas lengkap dan jaket panjang. Membawa tas kerja dan gelas kopi alumunium tertutup berlambang Deutsche Bank. (eh gak salah tuh balapan sambil bawa-bawa kopi? eh tpi ada tutupnya ding..wah..DB pula..dia balapan sama nasabahnya tuhh..) hmm..Mungkin dia telat masuk kantor ya? ( jam 8.30 waktu itu ) entahlah..egal..

Ketika saya menoleh kearahnya, ternyata dia juga menoleh dan mengangguk kearah saya. Seolah-olah dia mengakui kalau kita tadi memang balapan jalan.

Lumayan olahraga pagi. Untung hari ini saya pakai sepatu keds.

** Salah satu etiket naik eskalator: sisi sebelah kiri untuk yg akan berjalan mendahului, di sebelah kanan untuk yang memilih berdiri. Jadi sebaiknya jangan berdiri di sebelah kiri karena akan menghalangi orang yg hendak mendahului. Mungkin aturan ini berlaku sebaliknya di Jepang atau di Inggris… dan di Indonesia?

Naik kapal HVV

October 2nd, 2006

Hari ini untuk pertama kalinya saya naik kapal HVV dari Finkenwerder menyeberang ke Landungsbrücken. Sepulang dari buka puasa bersama KimH, kami (bersama dengan Mbak Muti, Mas Agus dan Bilah) naik kapal HVV nomor 62. Ternyata nyaman juga ya!. Lebih nyaman daripada kapal penyebrangan dari Batam ke Singapore lho.. (hehehe)

Apalagi sampai di seberang, suami tercinta sudah menanti di atas jembatan. Wadeuh.. berasa dimanja euy!

Welcome Anousheh! Welcome a new challenge for Space Law!

October 2nd, 2006

The first outer space tourist, Anousheh Ansari, landed back from her space vacation. This success definitely leads the forthcoming promotion for outer space tourisms in the future.

Yet, it is not just in my imagination that someday in my lifetime era, I will read some "regular" space vacation advertisement to the moon, mars or perhaps any other celestials body out there..( and if only it’s offered in an affordable price..whiiiy..mimpi-mimpi)

All of us know that human civilization is keep changing (hopefully means: growing :P) and this fact is understandably as the basic trigger and force to modify or create new regulation for mankind. At least the practical regulations that keep mankind from chaos, is the most likely to change. In this case, the basic instinct also called as economy i.e. money and curiosity. ( olala!..)

In my humble opinion, the outer space law in general face a new challenge. It supposed to be not only dominated by International Law (public) regulations anymore. Since this current situation, it needs to accommodate commercial law i.e. International Law (Private) in order to set a more attractive legal environment for commercial space activities to grow.

Hmmm…this is quite interesting already, even though I’m not (yet) thinking about the creation of " The UP Treaty on the Principles Governing the Activity of Human and Other Space Creatures in the Exploration and Use of Outer Space, including the Moon and Other Celestial Bodies" or any regulation concerning other creature.( whoaaa…sounds so " out of this world" isn’t it? ) *Chuckle..kikikik..*

Welcome back Anouseh! Grow your business up there elaborately. Mean While, let us embracing another challenge for our Space Law!