Martabak Perdana
Mengkhayalkan menu buka puasa di Indonesia yang beragam, membuat hati ini agak bergetar..(wuiih..segitunya hehehe). Maksudnya perasaan ini jadi ingin menghadirkan suasana typisch buka puasa seperti di rumah orang tua dulu.
Begitu bedug berbunyi..dug dug..minum air putih dan teh manis. Lalu sebelum sholat maghrib berjamaah, kami mencicip kolak, atau es buah kolang-kaling, atau kadang-kadang aneka bubur manis (terdiri dari kacang hijau, ketan hitam dkk).
Tak jarang salah satu anggota keluarga Cipaku pulang ke rumah dengan membawa oleh2 kecil yang dibeli di daerah sekitar rumah ketika dalam perjalanan pulang.. misalnya: risoles sayurnya TiVi, lumpia padangnya Clairmont, beberapa potong ayam Tohjoyo, beberapa tusuk sate atauuu.. martabak yang dibeli di dekat pasar Santa dan sepanjang Jl. Wolter Monginsidi…
Aihh..martabak! Terbayang berbagai macam martabak yang dengan mudah dan relatif murah di Jakarta. Saking mudah dan praktisnya membeli martabak di Jakarta, sehingga dulu tidak pernah terpikir bahwa saya akan mencoba membuat martabak sendiri.
Jadi singkat kata ceritanya begini:
Kemarin untuk pertama kalinya saya mencoba membuat martabak telur. Martabak Perdana. Resepnya dari internet lalu digabung dengan improvisasi sendiri. Alhamdulillah..ternyata berhasil dan kata suami rasanya juga enak. (penilaian yg relatif siiy..)
Senangnya lagi, kalau masak sendiri, bisa menambahkan bahan yang disukai dengan jumlah sesukanya. (sesukanya?! iya. Eee.. tapi ya dikira-kira juga dong yah..nanti nggak kemakan pula karena rasanya ndak karu-karuan…).
In my case, I put schallots, pepper, garlic, tumeric and minced beef, generously extra! and due to my Hubby’s request I put more eggs too!
The only problem was: " How should I get the skin folded?" Kebetulan, Mas Agus yang martabak "Veddel" buatannya sangat disuka oleh suami saya, sedang online di YM dan bersedia memberikan tips-nya sebagai pakar. So, folding problem: solved. Danke ya Mas Agus! tips-nya saya kutip di sini.
Bagaimana sih membuat martabak?
Berikut ini hasil laporan percobaan martabak perdana kemarin:
Bawang Bombay, Bawang Merah dan Bawang Putih yang sudah dicacah halus, ditumis sampai harum…hmmm…
Masukkan daging cincang, garam, sedikit gula, jintan, dan kunir bubuk, lalu aduk sampai matang. Diamkan supaya agak dingin.
Kocok telur ( dan garam dan merica supaya tidak amis) lalu campurkan dengan adonan isi yang sudah dibuat sebelumnya.
Tambahkan potongan daun bawang dalam jumlah agak banyak.
Bentangkan kulit lumpia diatas sutil penggoreng (maksud meletakkan sutil penggoreng di bawah kulit lumpia adalah untuk memudahkan pemindahan bungkusan martabak ke penggorengan), tuangkan adonan beberapa sendok dan ratakan lalu lipat sisi-sisinya. Kulit lumpia ini dapat dibeli di Toko Indonesia atau Asian groceries lain.
Goreng bungkusan martabak diatas api sedang agar isi martabak matang dan kulit martabak tidak gosong.
Martabak telur ini sangat enak jika di sajikan dengan kuahnya dan acar serta sambal.
Tertarik? Monggo, silahkan mencoba…resepnya.
Untuk adik-adikku di Indonesia: " Kangen deh makan martabak bersama kalian"
Uncategorized | Comments (3)Jemuran
Sore hari Jum’at di awal musim gugur ini .. .saya menjadi riang sekali sambil berpanas-panas di Balkon. lho?
Iya doong…karena diberi hadiah ALLAH matahari cerah …la la la …..cucian dua ember yang saya kucek tangan sepagian tadi sudah kering semua di jemurannya…. tanpa mesin cuci dan pengering. Alhamdulillah..Senangnya "memanen" hasil jemuran yang cukup banyak, kering tapi nggak sekusut (atau bahkan menciut?) bila dibanding dengan hasil cucian mesin..dan mmmh…wangiii… berasa wangi April Frisch-nya Cherry Blossom waktu musim semi ajah..
Uncategorized | Comment (0)Sepenuh hati..
AssalamualaikumwaRahmatullahiwaBarokatuh..
Teman-teman dan para sanak-kerabat serta handai-taulan semua,
Kepada ALLAH S.W.T. kami mohon ampunan dan kepada sesama manusia kami mohon dimaafkan..sepenuh hati..
Menyambut bulan suci Ramadhan ini, perkenankanlah kami untuk menghaturkan permohonan maaf atas kesalahan dan kekhilafan kami yang bukan tak mungkin telah menggores begitu dalam perasaan, hingga menyempitkan hati yang semula lapang bak samudera…
Semoga hati-hati ini menjadi lapang dan bersih menyambut dan menikmati keindahan bulan Ramadhan yang istimewa dengan sepenuh hati mengharap ridho-NYA atas semua ibadah yang dilakukan. Amin.
WassalamualaikumwaRahmatullahiwaBarokatuh.
Andri & Lessy
Uncategorized | Comment (0)Artikel vs Gender :P
der Mensch:
der Mann vs die Frau : das Kind
das Huhn:
der Hahn vs die Henne : das Küken
das Schwein:
der Eber vs die Sau : das Ferkel
das Pferd:
der Hengst vs die Stute : das Fohlen
das Schaf:
der Widder vs das Schaf * das Lamm
der Ziegenbock die Ziege das Zicklein
der Hund:
der Hund die Hündin der Welpe**
* why "das" ? is there no "die" here?
** why "der"? so the Germans assume that the Dogs preffer to have son? or..should I make it this way: I assume that the Germans preffer their dog to have son?
duh…ngga banget deh ngapalin ginian…
mood: semakin males..semakin nggak cinta deh sama bahasa iniii…help..
Coklat Kosher –> mirip coklat ayam rasanya
wihh.. ceritanya lagi agak intens mainan komputer niyyy ..
pakai sempat mampir baca artikel di koran JP segala ..kali ini bacanya sampai garuk2 kepala yg gatalnya rada-rada gimana gitu…kalo baca Jawa Post mendingan kaliii.. **maklum bahasa ibu sih jadi lebih ‘ngerti’ hehehe**
hmm..mending saya nggak nulis komentar apa apa ahh.. (nanti jadi kebanyakan komentar lagiii..huuu kayak orang yg mau bikin proposal ke IAEA ajaaa hehehe)..ntar menimbulkan hal-hal yg tidak diinginkan pula hehehe..
Intinya posting ini sih sebenarnya gara2 barusan tetangga satu lantai habis ngasih hadiah coklat "kosher" dari Israel ..(freundin-nya orang Israel gitu loh..) sebagai satu tanda trima kasih atas sesuatu. Apa itu kosher? Kosher itu….sederhananya sih..semacam kriteria makanan "halal" ..tapi, kosher ini kriteria bagi Yahudi.
Ngomong-ngomong..setelah dicicip-cicip..rasa coklat kosher pemberian teman saya itu..mirip dengan coklat ayam yg dijual di sekolahan waktu SD dulu.. (masih ada nggak ya?)
wah..udah ah.. sempet2nya posting, tentang coklat ayam pula
padahal ada janji sama teman sebelum les…
amit..saya mohon pamit..
Uncategorized | Comment (0)Gedubrak..aww!!
Dengan letak wohnung yang berada di lantai tiga (lantai dua jika lantai satu disebut lantai dasar) maka anak-anak tangga bukan suatu hal yang asing bagi kami penghuni gedung ‘rumah susun’ yang tidak dilengkapi lift ini. Alhamdulillah..anak-anak tangga itu bukan menjadi masalah berarti, bahkan dinikmati sebagai sarana olahraga.
Siang hari yang cerah tadi saya hendak berangkat sekolah seperti biasa. Setelah mengunci pintu dan membaca doa, tibalah gilirannya saya harus menuruni tangga2 terakhir menuju lantai dasar ..kok ya ndelalah saya kesrimpet rok yg saya kenakan, lantas kehilangan keseimbangan sehingga meluncurlah saya turun melalui 6 anak tangga dengan tidak wajar.
Detailnya kira-kira begini: Saat kaki saya kesrimpet dan mulai agak nggak stabil, refleks saya adalah melempar lepas tas yg cukup berat (kebetulan selain buku les dan botol air minum, saya membawa kamus tebal hardcover dan beberapa buku lain).. lalu setelah itu tangan saya ke arah belakang (memaksa otot trisep bekerja keras saat itu) dengan maksud menumpu badan saya agar tidak membenturkan tulang ekor ke pinggiran anak tangga, namun otomatis gerakan itu jadi mendorong saya berbalik ke arah depan dan akhirnya saya mendarat dalam posisi mirip push-up di lantai dasar. hupff..jangan tanya kok bisa melakukan gerakan itu semua dalam waktu dua-tiga detik..saya juga nggak tahu ..mirip akrobat..dan kalau disuruh mengulang saya nggak mau..ogah deh..
Saat sudah mendarat..bergeraklah saya pelan-pelan sekali..takutnya ada yg keseleo atau patah atau noch etwas schrekliches..Alhamdulillahh…setelah self examintation, nggak terjadi apa-apa..sakitpun tidak..cuma kuku2 kaki yg cuwil-cuwil dan gores-gores..hmm..rada curiga sih..kok abis akrobatik gitu nggak terasa sakit yah?
Setelah memastikan bahwa tidak ada bagian baju yang sobek akhirnya saya memutuskan langsung berangkat sekolah sambil nggak berhenti bersyukur mengingat gimana jatuhnya tadi.
Nah..singkat cerita waktu di kelas..mulailah bagian seputar kedua mata kaki terasa nyuut nyuut nyyuutt..tangan pun juga pegal2 (seperti habis latihan service tenis 2 jam tanpa jeda). dan..lho..di lengan kiri..agak luka gores (mungkin tergesek waktu melempar ransel ya?) dan setelah saya perhatikan bagian kaki…ternyata di kaki juga rada biru benjut2 seperti habis adu tendang..walahh..akhirnya saya pulang agak terpincang-pincang..namun tak apa….mudah mudahan balsem yg telah dibalurkan menolong sakit2 ini jadi reda esok hari.
Walaupun begitu sampai sekarang.. tetap nggak berhenti bersyukur ..duh ini benar-benar nggak seberapa dengan apa yang saya khawatirkan waktu ’self examination’ beberapa saat setelah jatuh tadi…..sangat mungkin hal-hal yang lebih jelek terjadi dari kejadian tadi (kan?).
Ngomong2 soal tangga…naik turun tangga itu memang butuh perhatian ekstra. Berlaku juga bagi tangga berjalan atau eskalator. Apalagi saat2 pergantian musim seperti ini di mana kita sering agak pusing dan hilang keseimbangan.
Berikut, saya hendak sedikit sharing pengalaman "horor" berhubungan dengan tangga yang terlupa untuk dituliskan di blog saat itu.. (sekiranya akan tidak mengenakkan mohon jangan diteruskan membacanya ya?)..
Jadi begini: Awal musim dingin yg lalu, di atas eskalator yg bergerak naik di Hauptbahnhof berdiri seorang bapak2 separuh baya dengan sekantung barang belanjaan buah-buahan..semuanya biasa aja hingga tiba2 si bapak itu bergerak aneh, agak oleng seperti sedang sakit kepala dan lalu secara mengejutkan jatuh kebelakang dalam posisi terlentang. Yang mengerikan, bagian belakang antara leher dan kepalanya persis membentur pinggiran anak tangga eskalator yg tajam, tak ayal tubuh bapak itu tak sadarkan diri dan tubuhnya terseret eskalator sampai naik dengan darah mengalir sampai ke ujung sepatu saya yg berdiri lima anak tangga di bawahnya: oiiiihhh…saya shock! (mungkin pria yg berada di antara saya dan bapak itu lebih shock lagi). Berhubung kejadian itu adalah di Haupbahnhof yang penuh kamera pengawas dan dekat kantor polisi, maka satu menit berikutnya polisi langsung datang lalu diikuti ambulans di menit berikutnya. Pria yg di depan saya diminta jadi saksi dan saya boleh pergi.
Sejak kejadian itu..kalau saya agak tidak enak badan tapi harus pergi2 dan naik eskalator di stasiun atau mana saja, saya berpegangan erat pada handrail-nya.Tapi ternyata saya hati-hatinya masih nggak cukup yah??? Di tangga biasa dan di tempat tinggal sendiri pun harus tetap awas..walaupun naik turun sudah seperti rutinitas.
Pelajaran yang dipetik dari kejadian ini adalah..mari lebih hati-hati kalau naik turun tangga dan jangan lupa berdoa..
ah..terngiang nasehat ibu.." Ati-ati lan waspodo..Ojo lali nyebut Asmanipun Gusti ALLAH yo Nduk.."
Karena kecelakaan itu bisa terjadi kapan saja, tak terduga.
Uncategorized | Comments (7)Coffee anyone? **
yes please..
1. do u like coffee?
+ kind of..I’m not a coffee maniac..nor ‘ve any reason to hate it..
2. where do u usually go to drink coffee?
+ and pick a cup up?.. simply at d nearest Balzac
3. how many times do u drink coffee in a
week?
+ once ..twice..but sometimes not even a gulp or a sip into my mouth for a month
4. is starbuckz coffee in u’r place list?
+ was …(may be in this forthcoming season, since starbucks is coming soon in Hamburg)
5. where starbuckz place do u usually go?
+ used to. somewhere nearby E hozptl singapore there is a bldg with starbucks at the basement, (called Paragon perhaps?) and a Starbucks cafe’s around central Library in Manhattan.
6. what do u usually order for drinks?
+ green tea frappucino, capucinno (w a real froth MILK, please), machiato, lattes..
7. who do u usually go with?
+ mostly ALONE (oiih..how pathetic!)…Anyhoww.. this 2006 trend is w my husband or girlfriends..
8. what do u do in there?
+ mostly reading, take a gulp of coffee to slap my sleepy mood away or…sharing information girls?
9. how long do u spend u’r time in there?
+ depends. really.
10. what do u usually added for u’r drinks,is that
chocolate sauce or caramel sauce?
+ cream or vanilla sugar (ohh…don’t event think about the calories). anyway,..bla bla.. rumour has it that cocoa (itself) is good for skin..
11. what do u usually order beside drinks?
+ cinnamon bun
12. how many times do u go to starbuckz in a
week?
+ this time. zero. hello..can’t find starbucks around here
HAVE YOU EVER..
1. drink coffee for 2 times in a day?
+ regularly? nope! such a big gulp from a Starbucks-like-coffe-shop? forgive my sane that awake me to keep the wallet ‘healthy’.
2. drink sumatra coffee?
+ perhaps I did… tut mir leid, I have got no barista sense to notice.
3. only drink ice water at starbuckz?
+ scene: blargh..it was hot summer day in Flushing NY, and I was so thirsty and the queue for the coffee was so long..
4. study at starbuckz?
+ often, ..but not my intention though to spent 4 hours reading those kidney transplant books..or had to ’study’ alphabets together w my little friend whose mother temporarily ‘lost’ in a NY shopping centre?
5. stole any "properties" in there?
+ never! Er, is this a question or suggestion?
6. what kind of "properties" did u stole?
+ none
** bulbor dari Haifa
**
sniff sniff..
Losing ability to sense any category of scent (i.e. any degree of scent; from aroma to odor) is rather bothering me these days. I simply cannot smell the things around me. Well, not a big fuss though..it is just a typical health problem; flu and mucus..( a.k.a. “Pilek dan hidung tersumbat”) and… sniff..sniff… can’t even smell the strong scent of No. 5 directly from its bottle!
Ah..another runny nose time…it’s like a routine when the season is changing and not a gigantic problem..I mean, not like if I were some one similar to Jean-Baptiste Grenouille or Thierry Mugler..*big grin* ….my only concern at this moment is just trying to remember how good is the smell of my Tom Yam and how the smell of fresh Cilantro could be..sniff sniff…
duh Gusti ALLAH…terimalah rasa syukur hamba-MU ini yang telah Engkau beri nikmat dapat mencium berbagai bau-bauan..
Uncategorized | Comment (0)Lektion 6: about Film
The theme for Lektion 6 was about Film. It was not really my preferred topic to talk about, but it was okay. Angela and Mathias were cool and there were no horrific memory about this topic. Thanks to them, I even enjoyed learning more about this topic.
Anyhow, this Lection tickled me to write something about film and an unpleasant episode.
Once upon a time but not so long time ago, I was a little bit aggravated by a German guy, in a conversation about film. In summary, he demonstrated a behavior toward me and by his eyes he gave me a situation like I was so stupid and so wrong after I told him: “I am not a film/movie maniac, cinematography expert or someone who loves to write a film critic. I watch the movies simply because I want to be entertained and amused. Honestly I like happy ending story film rather than sad ending story one. I don’t like bloody film or spooky film. Cartoon, animation, inspiring, funny, and comforting films are my preferences… such as: Mulan, Patch Adams, A Beautiful Mind, Finding Forrester, Finding Nemo….”
Yada yada yada..
Then he said, “aha!.cliché! happy ending…Oh, come on little girl, life is a tragedy and comedy at the same time, and most of the story in it were ended sadly. Those are Hollywood type of kitschig film.”
Whoa..moment mal..
At that time, deep inside I was a little bit alerted and noticed that my hormone reacted like it constructing some kind of defensive energy in my body. (like I was going to be transformed as The Incredible Hulk ..hihihihi..)
First, I’m more than 28 years old and he addressed me with “little girl” in a manner that I didn’t feel complimented at all. Secondly, he told me; that life is a tragedy and comedy at the same time, O yeah!? Like I didn’t know that! Thirdly, did he say my films are kitschig? (trash?) Heh? Sounds like he mixed my films up with Germans imitative telenovela huh? (With all due respect to all the fans of Verliebt in Berlin, I don’t mean to be impolite here..aduh sorry ya mamiii..)
I was just staring at him boldly and think; Should I tell him that life sometime can be so restless and some people just get enough to watch those tragedies and want to bring back optimistic atmosphere by watching happy, funny and inspiring movie? Or didn’t he know that some people just refuse to watch brutality and pessimistic perspective as that might bring terror to their brain and bring insomnia as a result?
hmm..I don’t think so.
I decided then to simply give him my idiotic smile. I didn’t want to waste my energy to squabble with him. Let him alone with his perception that he was just talking with a cliché naive girl who loves Hollywoody films. Anyway, despite of my unpleasant feeling when we talked about film, generally speaking I positively think he is a quite nice person.
Afterward, some people told me that he was a film expert…
(so what gitu lohh..)
Uncategorized | Comments (2)
Another Intermezzo ( Meryem and Nieves, wie geht es euch?)
It’s been a while that I’ve been away from my blog and Friendster. A lot of things to write yet so little time to have.. I convey my salute though, to many friends who can (still) manage to write their blog simultaneously with their various daily hectic activities. I need to apologize to some friends whose messages and emails have not been answered yet. Replies are on their way… (terutama buat Viena-Perth, afwan yah Ukhti dear..abis dari Berlin nih ..Insya ALLAH buru2 balesnya ya..hugs hugs)
Lately, for me, das Tagesbuch (a.k.a. blog) einfach bleibt auf der strecke! …ayyayyay! Tagesbuch? Is that really how they call this blog thing in German? Owwh? Then in my case…it’s not a “Tagesbuch” anymore then, since I can’t really write here everyday. Not even every other day! pfff!!*
Pff? Hey..wait a minute,..it reminds me to a funny Aussprache training session last week…pf with small explosions from your lips …pf pf pf! (it’s about emphasizing pf, f, and ps which , made us so dry at the end ..so after the course Handrik, my classmate, said that he had to drink more after the course because he lost too much water during this session..*chuckle*). The Aussprache training was with Mathias, another new teacher who replace Meryem during her vacation time in Turkey for a month. ..und? hiyaaa!…we are about closing this Lektion 6!*
PS: How are you Meryem? Wie geht es dir da in der Turkei? Hast du schon gehort, dass Samir zurück gekommen ist? hihihi..
und..Nieves, wie geht es dir in Grand Canaria?
